Wisata Air Kali Pepe, Sensasi Menyusuri Sungai Bertabur Lampion Khas Negeri Tirai Bambu

Perahu Wisata Air Kali Pepe
Wisatawan menaiki perahu wisata air Kali Pepe di Kawasan Kretek Gantung, Sudiroprajan, Jebres, Solo. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Temaram lampion menghiasi sepanjang bantaran Kali Pepe, cahayanya bergoyang, membias di permukaan kali. Sebuah ketinting kecil melaju, membelah aliran sungai. penumpang yang berada di dalamnya terlihat riang. Di bantaran sungai, orang-orang bergerombol menikmati suguhan musik bambu dan asyik melihat bazar.

Malam itu, Kali Pepe bersolek. Sungai yang biasanya senyap berubah menjadi riuh dan semarak. Lampion merah yang menyala terang menjadi hiasan utama di sepanjang bantaran, hingga melintang di atas aliran sungai. Alunan musik bambu terdengar rancak di salah satu sudut, orang bercakap-cakap dengan sangat, tawa membuncah disana-sini. Di tengah sungai, sebuah ketinting kecil yang dijadikan perahu wisata melaju membawa penumpang sekaligus menjadi tontonan orang-orang yang ada di bantaran.

Sepanjang Bantaran Kali Pepe malam itu berubah total. Sungai yang membelah Kota Solo itu menyajikan sebuah wahana wisata air atau river tourism di malam hari bagi pengunjung, yakni berwisata menyusuri sungai dengan menggunakan perahu. Warga sekitar maupun pengunjung yang berada di sepanjang kawasan pecinan Sudiroprajan seakan dibawa menuju suasana di Venezia, tempat dimana menyusuri sungai menggunakan gondola menjadi magnet wisata utama. Namun di Kali Pepe, Venezia sudah berubah citarasa. Yakni Venezia ala negeri Tirai Bambu, dimana lampion menjadi penghias utama.

Perahu Wisata Air Kali Pepe
Wisatawan menaiki perahu wisata air Kali Pepe di Kawasan Kretek Gantung, Sudiroprajan, Jebres, Solo. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Sejak tahun 2015 lalu, Pemerintah Kota Surakarta dan warga Kelurahan Sudiroprajan berusaha menghidupkan kembali jalur transportasi air di Kali Pepe ini. Mengingat kawasan Sudiroprajan ini merupakan kawasan pecinan, maka muncullah sebuah ide baru untuk menjadikan Kali Pepe sebagai magnet wisata baru. Kemudian, inisiatif warga untuk menghidupkan kembali kawasan Kali pepe didukung oleh Pemkot Solo dengan membuat sebuah dermaga kecil lengkap dengan perahunya sebagai alternatif wisata air menyusuri sungai di tengah Kota Bengawan dengan suasana seperti di negeri China.

Wahana wisata air Kali Pepe ini merupakan agenda wisata tahunan sebagai salah satu acara untuk menyemarakan Grebeg Sudiro di Pasar Gede, sekaligus untuk menyambut dan memeriahkan perayaan Imlek atau tahun baru China di Kota Solo. Tahun 2016 ini, wahana wisata air Kali Pepe tahun ini berlangsung selama 10 hari, yakni dari tanggal 28 Januari hingga 7 Februari.

Bagi kamu para pejalan yang belum menyempatkan diri untuk singgah ke “China Town” nya Surakarta ini, teramatlah sayang bila sampai melewatkan momen langka yang hanya dapat dijumpai setahun sekali ini. Kamu cukup datang ke Kota Solo dan langsung menuju kawasan Sudiroprajan saat petang tiba. Lampion berwarna merah khas Tiongkok yang bertabur di sepanjang bantaran Kali Pepe akan menyambutmu saat tiba di kawasan pecinan yang cukup tua di Kota Bengawan ini.

Wahana wisata air Kali Pepe ini disebut-sebut sebagai satu-satunya wahana wisata air berbasis akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa di Indonesia, khususnya di Kota Solo. Siapa pun yang berminat untuk datang kemari dan mencoba merasakan sensasi menyusuri Kali Pepe menggunakan perahu seperti di Tiongkok ini tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Cukup membayar Rp 10.000 per orang, kamu sudah bisa merasakan sensasi menyusuri sungai menggunakan perahu di bawah taburan cahaya lampion. Tarif tersebut sudah termasuk fasilitas pengaman berupa rompi pelampung (live vest) sebagai salah satu standar prosedur keselamatan wisata air.

Perahu Wisata Air Kali Pepe
Wisatawan menaiki perahu wisata air Kali Pepe di Kawasan Kretek Gantung, Sudiroprajan, Jebres, Solo. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Adapun rute yang dilalui oleh wahana perahu wisata air Kali Pepe ini antara lain melintasi belakang Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Surakarta Cabang Sudirman, bagian bawah jembatan Loji Wetan, kawasan belakang Keraton Mangkunegaran, dan kembali lagi ke dermaga kapal di Kelurahan Sudiroprajan. Dalam rute tersebut, pengunjung akan diajak menyusuri sungai yang biasa digunakan sebagai jalur drainase kota serta dimanjakan taburan lampion di sepanjang perjalanan. Waktu tempuh untuk menyusuri sungai ini sekitar lima belas menit.

Selain itu, untuk meramaikan suasana di sekitaran dermaga, warga juga membangun sebuah bangunan menyerupai pondok di tepi Kali Pepe dengan gaya arsitektur khas Tiongkok. Pondok tersebut digunakan untuk menggelar pentas musik dengan instrumen bambu, disertai dengan bazar dari warga Kelurahan Sudiroprajan untuk memamerkan komoditi dagangannya dan potensi ekonomi menengahnya. Hal itu dimaksudkan untuk mengisi dan meramaikan suasana malam agar pengunjung tidak jenuh.

Mengunjungi Kota Bengawan menjelang perayaan Imlek selalu meninggalkan kesan tersendiri bagi para pejalan, termasuk saya pribadi. Mencoba melebur ke tengah masyarakat dan menyaksikan salah satu wahana wisata unik ini, seakan nyaris tak terasa lagi nuansa Kota Bengawan yang kental dengan budaya Jawanya. Di Surakarta inilah akulturasi budaya antara Jawa dengan Tionghoa berpadu harmonis hingga menciptakan sebuah perayaan yang seru dan meriah bagi para pelancong, khususnya bagi kamu yang ingin merasakan sensasi seperti berada di negeri Cina.

Perahu Wisata Air Kali Pepe
Wisatawan menaiki perahu wisata air Kali Pepe di Kawasan Kretek Gantung, Sudiroprajan, Jebres, Solo. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Traveller’s Note

  • Wahana perahu wisata air Kali Pepe di Kelurahan Sudiroprajan ini hanya diadakan satu tahun sekali menjelang perayaan Imlek di Kota Solo. Perahu akan mulai beroperasi pada pukul 17.00 – 21.00 WIB.
  • Tarif untuk naik perahu sebesar Rp 10.000 per orang sudah termasuk fasilitas standar prosedur keamanan wisata air berupa rompi pelampung.
  • Kapasitas maksimum perahu wisata hanya untuk 6 – 7 orang. Jangan memaksakan jumlah penumpang lebih dari itu untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan. Jika rombonganmu lebih dari itu maka kamu bisa menyewa lebih dari 1 kapal.
  • Bawalah dry bag atau tas anti air sebagai wadah untuk menaruh barang-barang elektronikmu atau setidaknya kantong plastik.
  • Perhatikan sampahmu! Sebagai pejalan atau pengunjung yang baik, hindari membuang sampah di sungai ini.
  • Selama perjalanan menyusuri sungai di atas perahu wisata air Kali Pepe, kurangi gerakan-gerakan yang tidak perlu. Duduklah dengan tenang dan santai sembari menikmati suasana yang tersaji.
  • Ingatlah untuk selalu menjaga sikap dan etika dalam perjalanan. Jangan terlalu berambisi memotret atau hanya sekedar selfie di ujung kapal karena hal tersebut dapat membahayakan dirimu dan penumpang lain.

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here