Spearfishing: Kisah Para Penembak Ikan Kepulauan Karimunjawa

Penembak Ikan Karimunjawa
Gotho, salah seorang penembak ikan tradisional Karimunjawa berhasil mendapatkan ikan dari celah terumbu karang. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Aktivitas menembak ikan atau yang dikenal dengan sebutan spearfishing bukanlah sebuah hal baru bagi masyarakat pesisir. Sebagai negara bahari, Indonesia memiliki banyak penembak ikan tradisional yang andal dan jitu. Hanya bermodalkan senapan pegas sepanjang kurang lebih dua meter dan peralatan selam permukaan atau snorkeling kit, para penembak ikan tersebut dengan sigap turun ke dasar laut untuk berburu ikan tanpa alat bantu pernapasan.

Angin sepoi-sepoi yang berhembus diikuti percikan ombak kecil mengiringi pagi di Pulau Kemujan, Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Belum terlihat aktivitas apapun pagi itu. Sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah lautan lepas dengan deretan kapal yang tengah bersandar di kejauhan.

Tak lama berselang, Pondok Bunga Jabe tempat saya singgah bersama kawan seperjalanan disambangi dua pemuda setempat. Mereka rupanya hendak mencari ikan dengan teknik spearfishing atau menembak ikan. Saya pun diajak turut serta. Kontan saya bersemangat. Dengan bergegas saya mengikuti mereka para penembak ikan tradisional atau bahasa kerennya spearfisherman untuk dapat menyaksikan dan merekam aksinya dengan bermodalkan sebuah action cam.

Pemburu Ikan/Spearfishing Karimunjawa
Gotho, salah seorang penembak ikan tradisional Karimunjawa. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Adalah Rifki Tri Agusta atau yang akrab disapa Gotho dan Khairudin atau biasa dipanggil Menyon, dua penembak ikan (spearfisherman) tradisional asli Kepulauan Karimunjawa berdarah Bugis. Gotho dan Menyon adalah dua di antara beberapa penembak ikan tradisional yang masih eksis menekuni aktivitas menembak ikan di perairan Kepulauan Karimunjawa. Bukan hanya sekedar hobi, aktivitas spearfishing  yang hampir setiap hari mereka lakukan ini kerap kali dijadikan profesi sampingan untuk menambah pundi-pundi pendapatan harian mereka demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dalam sehari saja, 20 kg ikan segar dapat mereka bawa pulang untuk dijual ke pasar atau pengepul ikan.

Penembak Ikan Karimunjawa
Gotho, salah seorang penembak ikan tradisional Karimunjawa mengayuh sampan saat berangkat menuju ke tengah laut untuk berburu ikan di dasar laut. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Dari Pondok Bunga Jabe, kami pun berangkat menuju sebuah pantai tak bernama di Desa Telaga, Pulau Kemujan, Kepulauan Karimunjawa. Hanya bermodalkan sampan kecil dan speargun atau pistol tembak tradisional rakitan sepanjang dua meter, kami bertolak ke laut. Spot yang kami tuju adalah area terumbu karang yang berada di tengah laut dengan kedalaman antara 5 hingga 10 meter, tak jauh dari lokasi bangkai kapal karam pada era perang dunia ke – II bernama Indonor ship wreck. Perlu diketahui bahwa terumbu karang yang sehat adalah habitat favorit beragam jenis ikan laut.

Sesampainya di tengah laut, Gotho dan Menyon pun langsung beraksi. Perlahan mereka turun dari sampan, berenang di permukaan laut sembari mengongkang speargun atau senapan tradisionalnya. Dengan tekhnik duck dive, Gotho dan Menyon pun turun ke dasar laut memburu ikan sasaran. Setelah itu pandangan mereka tertuju ke dasar laut, mencoba menerawang ke bawah untuk mencari spot karang tempat bermukim ikan yang menjadi sasaran tembak mereka. Begitu ada ikan yang melintas, tangan mereka langsung bergerak secepat kilat menembak ikan tersebut. Lantas satu persatu hasil tangkapan dibawa ke permukaan dan dinaikkan ke dalam sampan.

Penembak Ikan Karimunjawa
Gotho, salah seorang penembak ikan tradisional Karimunjawa bersiap menembak ikan di celah terumbu karang. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Sayangnya, tingkat visibility di dalam air saat itu kurang begitu jernih. Saya sempat kewalahan saat turun menyelam ke dasar laut mengikuti mereka. Selain karena stamina yang kurang terlatih, menahan napas di kedalaman lima hingga sepuluh meter dengan durasi 5 – 10 menit lebih membuat saya kesulitan. Maklum, saya sudah lama tidak menyelam. Beda cerita dengan mereka berdua yang menjadikan kegiatan ini sebagai aktivitas harian. Dengan leluasa mereka melenggak-lenggokkan tubuh di kedalaman layaknya ikan sambil sesaat berdiam di dasar laut menunggu ikan sasaran melintas di depan mereka.

Penembak Ikan Karimunjawa
Aksi Gotho, salah seorang penembak ikan tradisional Karimunjawa saat berburu ikan di celah terumbu karang. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Apabila dirunut dari sejarahnya, aktivitas spearfishing telah dilakukan oleh manusia sejak ribuan taun silam. Menembak ikan merupakan kegiatan tradisional yang telah dilakukan para nelayan pada jaman dahulu. Perbedaannya, dahulu spearfishing dilakukan dengan cara menusuk ikan menggunakan tombak dari atas perahu tanpa melakukan penyelaman ke dasar laut. Namun seiring berkembangnya zaman, sekitar tahun 1920-an kegiatan menembak ikan menjadi cukup populer di kawasan Mediterania, tepatnya di kawasan perairan Perancis dan Italia. Lambat laun, aktivitas olahraga spearfishing kian berkembang diiringi penggunaan peralatan penunjangnya seperti masker, snorkel, dan fin atau kaki katak.

Penembak Ikan Karimunjawa
Gotho, salah seorang penembak ikan tradisional Karimunjawa menunjukan hasil tangkapannya berupa ikan kakaktua. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Aktivitas pencarian ikan dengan teknik spearfishing di masa kini tergolong legal dan ramah lingkungan. Namun dengan catatan tetap mematuhi etika, yakni hanya memburu ikan-ikan konsumsi dengan ukuran yang layak saja seperti kerapu, kakap, tongkol, tengiri, dsb. Tak heran jika kini aktivitas menembak ikan tak hanya ditekuni oleh masyarakat pesisir untuk menambah penghasilan, namun juga diminati oleh para pecinta olahraga selam khususnya selam bebas tanpa menggunakan alat bantu pernapasan atau freedive.

Aktivitas spearfishing tak hanya sekedar tren yang berkembang saat ini, melainkan sebuah bentuk kearifan lokal nenek moyang khususnya di kawasan pesisir sejak puluhan tahun yang lalu. Dari kawasan pesisir Indonesia inilah aktivitas spearfishing berkembang dan menghasilkan para penembak jitu di bawah laut, tak hanya di Kepulauan Karimunjawa saja, tapi di seluruh kawasan pesisir nusantara.

Tips Untuk Mencoba Tekhnik Spearfishing

Sejatinya, aktivitas menembak ikan sangat tidak dianjurkan bagi orang-orang yang awam, apalagi yang tidak bisa berenang. Bagi kamu yang belum bisa berenang dan belum menguasai teknik penyelaman yang aman, jangan sekali-kali mencoba melakukan kegiatan spearfishing ini. Apalagi jika kamu seorang diri. Sekali lagi, jangan!

Penembak Ikan Karimunjawa
Menyon, salah seorang penembak ikan tradisional Karimunjawa berhasil mendapatkan ikan. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Spearfishing saat ini telah dikategorikan sebagai salah satu bentuk olahraga ekstrem. Oleh sebab itu, bagi kamu yang ingin mencoba aktivitas spearfishing ini ada beberapa persyaratan yang wajib kamu kuasai. Dalam hal ini, menguasai teknik berenang saja belum cukup. Wajib hukumnya bagi kamu untuk meguasai teknik penyelaman bebas atau freedive. Jika kamu belum bisa freedive, setidaknya kamu sudah bisa teknik penyelaman dangkal yang dikenal dengan istilah skin dive dengan ditunjang peralatan selam yang sesuai standar seperti masker, snorkel, dan fin. Tak hanya sampai di situ saja. Selain harus menguasai teknik penyelaman yang aman, baik, dan benar, seorang spearfisherman harus dapat menahan napas selama mungkin ketika berada di dasar laut dan naik ke permukaan secara perlahan dan tenang.

Seperti olahraga ekstrem lainnya, aktivitas spearfishing  dengan menggunakan teknik penyelaman bebas ini memiliki resiko tinggi. Mulai dari kehilangan kesadaran saat di bawah air atau shallow water blackout (SWB), kram otot, suhu ekstrim, terseret derasnya arus air laut, hingga gangguan predator laut  seperti ikan hiu yang dapat mencium darah yang keluar dari tubuh ikan sasaran tembak. Sedangkan resiko tertinggi adalah kematian.

Oleh karena itu, aktivitas spearfishing ini dikategorikan sebagai salah satu olahraga ekstrem. Dan ingat, jangan pernah mencoba aktivitas spearfishing atau segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan teknik menyelam bebas ini seorang diri tanpa pengawasan seorang rekan atau buddy yang kompeten! Never Dive Alone!

Penembak Ikan Karimunjawa
Menyon, salah seorang penembak ikan tradisional Karimunjawa bersiap menembak ikan di celah terumbu karang. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here