Serunya Atraksi Surfing di Pantai Parangtritis

Surfing Parangtritis
Siluet seorang peselancar DPSC di Pantai Parangtritis. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Ombak bergulung-gulung menerjang bibir, membuat wisatawan berlarian menuju tepian. Namun bagi Pesek, ombak tinggi itulah yang selama ini dia nanti. Dengan gembira dia menyambut kedatangan ombak, lantas menunggangginya menggunakan papan seluncur. Tak berapa lama dia pun terlihat asyik surfing di Pantai Parangtritis.

Kawasan pesisir selatan Yogyakarta selalu menyuguhkan atraksi wisata yang baru. Baik dari pantai-pantainya yang mempesona, budayanya yang selalu dihidupi, hingga tantangan yang menguji adrenalin. Kali ini lagi-lagi si pantai paling populer, Pantai Parangtritis, menyuguhkan petualangan baru yakni sensasi menari di atas gulungan ombak alias surfing atau selancar.

Sore itu, suara debur ombak menggelegar seirama dengan angin kencang khas pantai selatan. Di saat yang bersamaan, para peselancar tengah beraksi di atas papan selancar mencumbu ombak Pantai Parangtritis. Ombak ganas yang sangat terkenal di Pantai Parangtritis rupanya tak menciutkan nyali para peselancar lokal di kawasan ini. Malahan, gulungan ombak tinggi tersebut mereka jadikan panggung utama untuk menari diatasnya.

Anggota Dolphin Parangtritis Surf Community
Anggota Anggota Dolphin Parangtritis Surf Community atau biasa disebut DPSC. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Pada awal kemunculannya, aktivitas surfing di Pantai Parangtritis menjadi sebuah fenomena baru di kalangan masyarakat Jogja. Sejak terbentuknya sebuah komunitas beranggotakan para peselancar lokal Pantai Parangritis pada 9 April 2012 yang diberi nama Dolphin Parangtritis Surf Community (DPSC), surfing Pantai Parangtritis langsung menggema di telinga masyarakat Kota Gudeg. DPSC pun langsung ramai diperbincangkan dan menjadi sorotan publik karena menjadi tren wisata dan olahraga baru di Yogyakarta.

Munculnya aktivitas selancar yang diprakarsai komunitas selancar DPSC di Pantai Parangtritis pada tahun 2012 memang terbilang terlambat jika dibandingkan Bali, Lombok, atau Mentawai yang telah lebih dahulu dikenal sebagai surga peselancar. Namun hal tersebut bukanlah sebuah masalah yang berarti. Berangkat dari sebuah papan selancar bekas yang tergeletak tak terpakai, munculah sebuah inisiatif dan keberanian dari para pemuda setempat untuk memberanikan diri mencobanya.

Persiapan Surfing di Parangtritis
Para anggota DPSC sedang mempersiapkan peralatan dan fisik mereka sebelum melakukan kegiatan surfing. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Paryanta atau yang lebih dikenal dengan sapaan “Pesek” adalah peselancar lokal pertama yang berinisiatif mencoba olahraga surfing di Pantai Parangtritis ini. Karena dianggap sebagai pemraksra aktivitas surfing Pantai Parangtritis, Pesek pula lah yang didaulat menjadi ketua komunitas selancar DPSC tersebut.

Berbekal sebuah papan selancar yang tak terpakai di posko Search And Rescue (SAR) Lumba-lumba Parangtritis, Pesek yang juga merupakan salah satu anggota tim SAR setempat nekat mencobanya untuk menembus gulungan ombak Pantai Parangtritis. Dengan berbekal pengalamannya sebagai anggota tim penyelamat, Pria berkulit gelap ini tak menemui kesulitan berarti saat berhadapan melawan terjangan ombak ganas Pantai Prangtritis.

Surfing di Pantai Parangtritis
Dua peselancar DPSC sedang surfing di Pantai Parangtritis. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Pantai Parangtritis memang sudah lama dikenal masyarakat luas akan keindahan panorama sunsetnya. Terjangan ombak ganasnya juga kerap kali memakan korban jiwa. Dan yang tak kalah menarik adalah mitos yang melekat dimana menurut cerita rakyat setempat, Pantai Parangtritis merupakan t singgasana Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul. Posisi Pantai Parangtritis juga berada dalam garis lurus dengan Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, Tugu Pal Putih atau Tugu Jogja, dan Gunung Merapi di ujung Utara.

Seluruh mitos mistis dan filosofis tentang Pantai Parangtritis tersebut sepertinya tak menggoyahkan semangat dan keberanian Paryanta dan kawan-kawannya dari komunitas selancar DPSC untuk terus bergelut dengan ombak. Secara rutin, hampir setiap pagi atau sore hari mereka bercumbu dengan ombak hingga seakan menyatu dengan deburannya.

Surfing di Pantai Parangtritis
Seorang peselancar DPSC sedang surfing di Pantai Parangtritis. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Surfing Parangtritis
Seorang peselancar DPSC sedang surfing di Pantai Parangtritis. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Sebelum beraksi di atas ombak, Paryanta beserta kawan-kawan DPSC lainnya selalu melakukan pemanasan untuk menghindari kram otot. Kemudian dilanjutkan dengan mempersiapkan papan selancarnya, mulai dari mengecek foot pad atau pijakan kaki pada papan selancar, foot string atau tali pengaman kaki, fin (sirip papan), hingga mengolesi wax atau lilin untuk melicinkan papan selancar dan menghindari lumut. Setelah itu, satu demi satu para peselancar bergegas terjun ke laut mencari spot ombak yang terbaik.

Sesampainya di laut, paddling dan duck dive mulai mereka lakukan untuk menembus ombak agar dapat sampai ke tengah. Perlahan-lahan, mereka menunggu ombak sambil membaca arah hembusan angin untuk mendapatkan spot ombak yang ciamik untuk beraksi. Tak berselang lama, ombak pun didapat. Dengan lihainya mereka menari di atas gulungan ombak tanpa rasa takut. Walaupun sesekali terjatuh, mereka berusaha meraih papannya dan bangkit kembali, kemudian beraksi lagi, lagi, dan lagi.

Surfing di Pantai Parangtritis
Aksi seorang peselancar DPSC di tengah ombak Pantai Parangtritis. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Gulungan ombak Pantai Parangtritis yang datang secara bertubi-tubi diakui cukup menyulitkan mereka. Saya yang mencoba mengabadikan aksi para peselancar DPSC ini dari tepian pantai cukup dibuat geleng kepala. Walaupun bukan seorang peselancar professional, tapi aksi surfing Pantai Parangtritis yang mereka suguhkan di depan mata saya saat itu cukup seru dan menegangkan. Kadang secara reflek saya bertepuk tangan ketika ada salah satu atau beberapa dari mereka berhasil melakukan trik-trik atau gaya di atas gulungan ombak.

Walau merupakan spot baru untuk olahraga selancar, namun Pantai Parangtritis cukup menjanjikan sebagai destinasi olahraga selancar. Bahkan, Dede Suryana yang merupakan seorang peselancar nasional terkenal di Indonesia pun pernah mencoba berselancar di pantai ini. Dari komunitas selancar DPSC inilah surfing Pantai Parangtritis hidup. Dari mereka pula lah olahraga selancar lahir dan menjadi daya tarik segar di bumi Mataram.

Surfing di Pantai Parangtritis
Aksi seorang peselancar DPSC di tengah ombak Pantai Parangtritis. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Traveller’s Note

  • Bagi kamu yang ingin mencoba, pastikan bahwa kamu sudah mahir berenang. Selain itu kamu wajib membawa papan selancar sendiri (entah pinjam, sewa, atu beli).
  • Jika kamu masih pemula, disarankan untuk bermain di pinngir, tak jauh dari bibir pantai dan tentunya dengan pendampingan dari orang yang berkompeten dibidang ini.
  • Biasanya, bagi pemula disarankan untuk menggunakan papan selancar jenis long board terlebih dahulu. Hal ini untuk latihan awal berdiri di atas papan, kemudian menyesuaikan keseimbangan dan mengikuti arus ombak.
  • Bila kamu ingin belajar selancar disini dan butuh pendampingan, silahkan kontak atau berkomunikasi dengan para anggotanya. Cukup datangi posko SAR Lumba-lumba Prangtritis dan tanyalah informasi tentang DPSC di posko SAR tersebut.
  • Komunitas selancar DPSC dapat kamu hubungi di sosial media dan nomor berikut:
    Twitter : @parangtritisurf || Instagram: @dpscboys @danangsurf @bimasepiawan @dadangbiyantoro @irawan_dani23 || Facebook: https://www.facebook.com/Dpscboys || CP :Paryanta (Pesek) – 085747980767 || Danang – 0818272654

1 KOMENTAR

  1. Surfing tuh emang olahraga air paling ekstrim kalo menurut ane, gak bosen2 deh kalo ngelakuin kegiatan ini

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here