Sendratari Ramayana Taman Balekambang
Penari mementaskan Sendratari Ramayana bertajuk Sayembara Mantili di Taman Balekambang. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Tak harus jauh-jauh ke Candi Prambanan, di Taman Balekambang, Solo, pagelaran Sendratari Ramayana dimainkan dengan indah. Di bawah taburan cahaya purnama, para penari berlenggak-lenggok dengan gemulai memainkan drama kisah cinta Rama dan Shinta. Busana nan anggun dan iringan gamelan nan merdu menjadi pelengkap pertunjukan.

Nong… nong… gong.. suara gamelan yang memecah kesunyian malam terdengar hingga di luar pintu masuk Taman Balekambang. Tak hanya gamelan, panggung terbuka yang berada di bagian utama Taman Balekambang sudah siap dengan lampu sorot dari empat penjuru. Tak ingin terlambat menyaksikan pertunjukan, saya pun segera memarkirkan kendaraan di halaman parkir yang terletak tepat di sebelah kanan Kantor UPTD Taman Balekambang.

Sendratari Ramayana Taman Balekambang
Penari mementaskan Sendratari Ramayana bertajuk Sayembara Mantili di Taman Balekambang. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Berbeda dengan malam-malam biasanya, kali ini Taman Balekambang nampak ramai dengan orang-orang yang hendak menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana. Meskipun tanah masih basah sisa hujan sesorean dan udara terasa dingin menusuk, para penonton tetap semangat mencari tempat duduk di panggung terbuka. Saya pun berusaha mencari tempat duduk paling nyaman untuk melihat pertunjukan Sendratari Ramayana yang dipentaskan tiap bulan di minggu ketiga tersebut.

Taman Balekambang memang menjadi salah satu venue pertunjukan seni di kota Bengawan. Berbagai pertunjukan seni dari tari tradisional, tari modern, pergelaran musik, hingga festival nasional maupun internasional kerap dilangsungkan di taman warisan Mangkunegaran ini. Di Taman Balekambang terdapat panggung terbuka yang dilengkapi dengan satu pendopo sebagai tempat gamelan dan sinden atau penyanyi jawa untuk mengiringi para penari di tengah panggung. Panggung beton juga dilengkapi dengan bangku penonton membentuk setengah lingkaran mengitari panggung.

Sendratari yang dimainkan apik oleh siswa siswi sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Solo malam ini mengusung lakon “Sayembara Mantili”. Dengan pengetahuan cerita Ramayana yang tak banyak, saya beruntung duduk bersama seorang penari dari sebuah sanggar tari di Solo yang menjelaskan alur cerita dari Kerajaan Mantili itu.

Sendratari Ramayana Taman Balekambang
Penari mementaskan Sendratari Ramayana di Taman Balekambang. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

“Sayembara Mantili dilakukan untuk memperebutkan hati Putri Shinta dari kerajaan Mantili. Siapa yang bisa mengangkat keris akan menikah dengan Shinta,” jelas Putri, seorang penonton yang sempat memainkan lakon tersebut.

Dalam lakon “Sayembara Mantili”, dikisahkan seorang raja bernama Prabu Janaka yang merupakan ayahanda Dewi Shinta memiliki sebuah senjata sakti bernama Gandewa Debya pemberiaan Betara Siwa. Konon, tak ada seorang pun ksatria yang mampu mengangkat senjata yang dikenal sangat berat. Hingga akhirnya Prabu Janaka mengadakan sayembara. Siapa ksatria yang bisa mengangkat senjata tersebut akan dijadikan menantunya, yang berarti menjadi suami Dewi Shinta.

Pertunjukkan dimulai dari dua orang penari yang memerankan tokoh Rama dan Laksmana berlenggak lenggok sambil memamerkan senjata mereka kepada penonton. Gerakan keduanya sungguh lincah dan mengundang kegaguman bagi saya yang baru pertama kali menyaksikan Sendratari Ramayana.

Sendratari Ramayana Taman Balekambang
Penari mementaskan Sendratari Ramayana bertajuk Sayembara Mantili di Taman Balekambang. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Gerakan dua ksatria Ayodya mulai melambat ketika datang seorang penari bertubuh tambun dengan mahkota kerajaan, ia diketahui sebagai Prabu Dasarata, ayahanda Rama dan Laksmana. Prabu Dasarata memberikan restu kepada kedua putranya untuk mengikuti sayembara yang dilakukan oleh Kerajaan Mantili. Dialog keduanya dilakukan oleh para pemusik dan penyanyi yang berada di belakang para penari.

Panggung sesaat sepi, para tokoh kembali ke belakang panggung. Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari barisan penonton yang membuat suasana malam itu riuh. Sekelompok penari laki-laki yang berpakaian serba merah dengan gigi taring serta rambut tebal menyerupai raksasa bergerombol menuju panggung dan membentuk sebuah tarian yang menunjukkan kekuatan mereka.

Kui Rahwono! (Rahwana) ,” teriak seorang penonton.

Kethoke klambine ora mirip Rahwono,” timpal penonton lain.

Para penonton bertanya-tanya siapa sebenarnya lima penari yang berpakaian seperti penjahat dalam cerita Ramayana. Cukup lama saya menunggu dan menebak siapa lakon yang sedang mereka mainkan. Dengan rambut tebal dan gigi taring kuat, kelima penari itu memberikan sebuah tarian yang menunjukkan kegagahan dan kekuasaan dari kelimanya. Sesekali kelima penari itu melakukan hal-hal konyol yang membuat suasana makin ramai dan hangat.

Sendratari Ramayana Taman Balekambang
Penari mementaskan Sendratari Ramayana bertajuk Sayembara Mantili di Taman Balekambang. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Suara gamelan mulai melambat diiringi gerakan kelima penari yang berbaris menghadap Prabu Janaka dan Dewi Shinta. Pertanyaan saya dan para penonton Sendratari Ramayana terjawab sudah. Kelima penari tersebut merupakan para ksatria yang ingin memenangkan Sayembara Mantili. Namun, tak ada yang berhasil mengangkat senjata milik Prabu Janaka. Hingga dua ksatria Ayodya, Rama dan Laksmana datang untuk mengikuti sayembara tersebut.

Rama dan Laksamana mengikuti Sayembara dengan gerakan-gerakan yang menyentuh rasa kekaguman saya yang awam dengan kesenian tradisional. Dengan lincah, Rama berhasil mengangkat senjata Prabu Janaka dan meminang Dewi Shinta sebagai istrinya. Kemenangan ini dirayakan oleh Kerjaaan Ayodya setibanya Rama, Laksmana, dan Dewi Shinta ke Kerajaan Ayodya.

Sendratari Ramayana Taman Balekambang
Penari mementaskan Sendratari Ramayana di Taman Balekambang. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Perayaan kemenangan Rama, disambut hangat tepuk tangan penonton. Pertunjukan ditutup dengan tarian kreasi dari salah satu sanggar seni di Solo. Meskipun Sendratari Ramayana yang dilangsungkan di Taman Balekambang ini hanyalah bagian awal dari keseluruhan kisah Ramayana seperti yang biasa di pentaskan di Candi Prambanan, saya dan penonton lain tetap menikmatinya dengan sukacita. Anak-anak muda di Solo yang memiliki rasa cinta dengan kebudayaan tradisionalnya mampu menghipnotis tiap pasang mata yang hadir di Open Stage Taman Balekambang.

Berbeda dengan Sendratari Ramayana Prambanan yang dilangsungkan seminggu tiga kali, Sendratari Ramayana di Taman Balekambang ini hanya dipentaskan sebulan sekali pada minggu ketiga. Seluruh pementasaan akan diakhiri dengan pemberian award untuk penampilan terbaik setiap tahunnnya. Hal inilah yang membuat sejumlah sekolah maupun sanggar tari antusias dalam setiap pertunjukkan Sendratari Ramayana.

Sendratari Ramayana Taman Balekambang
Penari mementaskan Sendratari Ramayana di Taman Balekambang. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Traveler’s Notes

  • Sendratari Ramayana Taman Balekambang dilaksanakan setiap bulan pada Jumat ketiga, tepatnya pukul 19.30 WIB di panggung terbuka Taman Balekambang.
  • Pertunjukan ini terbuka untuk umum dan gratis. Kalian hanya perlu membayar biaya parkir di Taman Balekambang.
  • Parkirlah di tempat parkir yang disediakan UPTD Taman Balekambang, tepatnya di dalam area taman.
  • Pakailah pakaian yang nyaman, seperti kaos dan celana jeans saja. Hal ini karena pementasan dilakukan di panggung terbuka, jadi tidak perlu menggunakan pakaian yang berlebihan.
  • Sebaiknya menggunakan flat shoes untuk memudahkan gerakmu.
  • Datang lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk tepat di depan panggung, sehingga dapat menikmati pertunjukkan dari awal sampai akhir
  • Bawalah bekal secukupnya saja, seperti air minum atau makanan kecil. Jika kamu tidak sempat membawa bekal, tak perlu khawatir karena ada beberapa stan makanan dan minuman.
  • Jika kamu ingin hunting foto, persiapkan peralatanmu dengan baik. Panitia tidak mengijinkan mengambil gambar menggunakan flash selama pertunjukkan, jadi kamu harus mempersiapkan amunisi untuk memperoleh gambar terbaik.

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here