Roda-roda Gila: Sajian Akrobatik Wahana Tong Setan

Atraksi Tong Setan Pasar Malam
Atraksi tong setan di Pasar Malam Solo. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Dari balik tong setan raksasa dua pria beraksi dengan motornya. Tanpa mengenakan helm dan pelindung tubuh mereka memperagakan atraksi ekstrim dengan nyawa sebagai taruhannya. Dalam kamus mereka kata takut sudah hilang, justru penontonlah yang dibuat takut dan was-was. Akankah mereka berhasil melakukan aksinya?

Awan mendung memayungi segala penjuru. Gemerlap cahaya lampu kota mulai berpendar menghiasi suasana senja di Kota Bengawan. Terasa ada yang mengusik hati kala itu, membuat saya ingin segera bergegas. Lantas seusai kumandang adzan magrib, dengan segera kaki ini melangkah menuju pusat keramaian di tengah kota untuk menebus risau hati akibat dihantui rasa penasaran.

Mengundang Penonton Tong Setan
Aksi salah satu penunggang kuda besi tong setan dalam mengundang penonton. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Malam itu tujuan saya adalah area pasar malam perayaan Sekaten di Alun-alun Kota Solo. Gaung irama wahana permainan mulai terdengar tepat di sisi utara Istana sang Raja Karesidenan, Keraton Kasunanan Surakarta. Sesaat mata ini terkesima. Komidi putar bermandikan lampu warna-warni berdiri menjulang di sudut kanan dan kiri. Lapak para pedagang tumpah ruah di pinggiran. Saya pun larut dalam riuh suasana pasar malam, hiburan akbar dan murah meriah bagi rakyat jelata.

Menilik lebih dalam, giliran telinga ini yang terganggu. Sejenak langkah kaki ini berhenti, mencoba menerka arah datangnya suara yang mengganggu itu. Dari suatu sudut terdengar bising suara knalpot sepeda motor. Tak ubahnya seperti kampanye partai politik, tuas gas sepeda motor itu ditarik berulang kali hingga menimbulkan suara gaduh yang memekakkan gendang telinga.

Penghuni Tong Setan Pun Mulai Beraksi

Persiapan Atraksi Tong Setan
Persiapan atraksi tong setan pasar malam. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Ternyata suara cempreng itu berasal dari satu wahana yang berdiri menjulang dengan gagah. Bentuknya bulat besar layaknya tong raksasa. Masyarakat yang gendang telinganya terganggu dan merasa penasaran pun mengerubunginya. Tampaknya, wahana ini merupakan wahana primadona pada perayaan Sekaten. Inilah wahana yang dikenal dengan sebutan “Tong Setan”. Tong raksasa yang menyuguhkan aksi akrobatik para pengendara motor mengelilingi trek berupa dinding melingkar di dalamnya.

Persiapan Atraksi Tong Setan
Persiapan atraksi tong setan pasar malam. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk dapat menyaksikan pertunjukan menantang maut ini. Cukup dengan selembar uang bergambar Sultan Mahmud Badarudin II atau dua lembar uang bergambar Tuanku Imam Bonjol untuk satu orang, lalu pengunjung akan menerima kembalian dua lembar uang bergambar Patimura atau selembar uang dengan wajah Pangeran Antasari. Apabila kocek sedang tipis dan tak bersahabat, buang jaung-jauh risau itu. Pada dasarnya, tak ada yang mahal di pasar malam perayaan Sekaten ini.

Tua-muda, pria maupun wanita, semua seakan terbius oleh aksi akrobatik motor yang dikendarai dua pria di dalamnya. Dinding vertikal menjadi landasan giling roda-rodanya. Meyek dan Sampir, yang menjadi aktor laga kala itu. Dua pria ini menjadi magnet ratusan pasang mata dalam pertunjukan malam itu. Apabila aksi kedua pria itu dirasa kurang gahar dan berbahaya, penonton spontan memberikan saweran sebagai pancingan bagi sang pengendara motor agar beraksi lebih ekstrim dan menantang maut.

Atraksi Tong Setan Pasar Malam
Atraksi tong setan di Pasar Malam Solo. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Aksi pertaruhan nyawa Meyek dan Sampir dalam menyuguhkan atraksi akrobatik itu membius semua orang yang menontonnya dari bibir tong. Tanpa mengenakan helm ataupun alat penunjang keselamatan lainnya, duo pembalap akrobat asal Ceper, Klaten, Jawa Tengah ini berputar-putar sambil melepaskan genggaman tangannya dari stang motor. Lajunya sangat cepat bagaikan angin topan. Sesekali, mereka menyempatkan diri untuk menyerobot saweran dari tangan para penonton. Saat ada tangan yang mengacungkan lembaran rupiah, secepat kilat pengendara roda-roda gila ini mengambilnya, seperti sergapan seekor hiu yang akan melahap mangsanya. Layaknya biduan dangdut koplo, semakin mereka disawer goyangan akrobatik dari roda-roda motor mereka pun kian menggila.

Tong Setan Pasar Malam
Atraksi tong setan di Pasar Malam Solo. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Gila benar roda-roda yang berputar di Tong Setan saat itu. Seolah-olah mereka tak mempedulikan nyawa. Asal penonton senang, mereka pasti puas. Sesekali Samir yang memiliki potongan rambut ala gondrong mburi ini memeriksa stang dan mesin motornya saat jeda. Sedangkan Meyek yang merupakan rekan sehidup sematinya menghitung rupiah yang didapat sembari mulutnya komat-kamit berceloteh ngalor-ngidul memanggil-manggil para pengunjung melalui microphone untuk masuk kedalam wahana tong setan yang didirikannya ini.

Aksi Gila Tong Setan
Salah satu aktifitas yang ada dalam roda-roda gila/tong setan. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Sambil beristirahat, Meyek sedikit bercerita tentang profesi berbahaya yang telah digelutinya sejak beberapa tahun silam ini. Jangankan terjatuh saat melakukan aksi akrobatik, patah tulang telah berulang kali ia alami. Bahkan menurut pria penggemar berat Valentino Rossi dengan nomor 46 yang terukir di tangan kirinya itu, kecelakaan adalah sebuah hal yang biasa bagi mereka. Seperti sebuah santapan sehari-hari sebagai resiko atas pilihan hidup yang mereka pilih. Meski begitu mereka tidak pernah takut. Di balik putaran roda-roda gila tersembunyi semangat untuk terus menjalani hidup guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga demi menafkahi keluarga.

Profesi pengendara motor akrobat ini jelas sangat membahayakan. Akan tetapi, aksi inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama pasar malam perayaan Sekaten. Tak hanya di Kota Solo saja, hampir di setiap perayaan pasar malam di seluruh penjuru daerah pasti terdapat wahana Tong Setan. Bahkan, atraksi akrobatik Tong Setan ini pun telah dikenal sejak lama di beberapa negara maju seperti Jepang, India, dan Amerika Serikat dengan sebutan Wheel of Death. Ketakutan nyaris musnah di benak Meyek dan Sampir.

Tim Penyelenggara Tong Setan
Salah satu tim pendukung (Sampir) memperlihatkan hasil saweran yang didapat seusai atraksi. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Usai menyaksikan atraksi duo penunggang motor itu saya pun lantas termenung. Mendadak ada begitu banyak hal yang berkelebat di kepala. Ya, apapun yang terjadi hidup harus dijalani sepenuh hati, tidak boleh berhenti. Roda-roda kehidupan harus terus berputar, seperti putaran roda-roda gila Tong Setan ini.

Traveller’s note

  • Bagi kamu yang belum pernah menyaksikan atraksi akrobatik Tong Setan, saya menyarankan untuk membawa penutup telinga. Jika tidak punya kamu bisa menggantinya dengan kapas. Kapas ini berfungsi untuk menutup gendang telinga kamu supaya getaran yang dihasilkan dari suara knalpot motor yang super cempreng itu teredam. Efek dari kapas ini memang tidak terlalu besar, tetapi setidaknya cukup membantu melindungi gendang telingamu.
  • Bawalah uang pecahan kecil. Uang ini akan berguna apabila tangan kamu gatal untuk memberi saweran saat menyaksikan atraksi akrobatik tong setan.
  • Selalu waspada terhadap barang bawaan seperti dompet, telepon selular, dan berbagai perangkat elektronik lainnya yang kamu bawa.
  • Ini pasar malam, pasar rakyat jelata, jadi jangan terlihat terlalu mencolok. Pakailah pakaian yang kalem, hindari menggunakan perhiasan berlebihan atau menenteng gawai canggih dan mahal dengan tangan yang bisa menarik para copet ulung saat kamu lengah.

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here