Pekik Merdeka Dari Dalam Gua Jlamprong

Upacara Bendera 17 Agustus 2017 di Upacara Bendera di Gua Jlamprong
Suasana upacara bendera 17 Agustus 2017 di Gua Jlamprong, Kecamatan Semanu, Gunungkidul sedang berlangsung dengan khidmat. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Bulan Agustus adalah bulan bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia. Di bulan ini pada tanggal tujuh belas tahun 1945 silam, kemerdekaan diraih dengan pengorbanan darah dan nyawa dari para pejuang. Untuk memperingatinya, bumi Ibu Pertiwi sejenak tertunduk khidmat. Setiap insan mencondongkan hormat pada sang saka merah putih dalam sebuah upacara sebelum diakhiri dengan selebrasi kebanggan akan cinta tanah air.

Di pelosok kawasan karst Gunungsewu Yogyakarta, sejumlah pemuda dari kelompok pecinta alam bersama masyarakat umum dan warga sekitar menggelar sebuah upacara dengan cara berbeda. Dengan dalih kejenuhan ketika menggelar upacara bendera di lapangan terbuka atau puncak gunung yang dirasa sudah terlalu mainstream, mereka para penggiat alam bebas bekerja sama dengan warga menginiasi upacara bendera di dalam perut bumi. Atas kesepakatan bersama dan persiapan yang sangat minim, maka dipilihlah Gua Jlamprong di Kecamatan Semanu, Gunungkidul, sebagai lokasi upacara bendera untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

Upacara Bendera 17 Agustus 2017 di Upacara Bendera di Gua Jlamprong
Tim upacara bendera 17 Agustus 2017 di Gua Jlamprong, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, sedang bersiap melakukan upacara di dalam perut bumi. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Dengan diawali briefing dan doa bersama serta pengecekan safety tools, seluruh peserta upacara di dalam perut bumi ini berjalan satu per satu menuruni mulut gua yang gelap. Sejauh mata memandang saat menyusuri mulut gua, hanya terlihat kelelawar yang bertengger di dinding stalaktit. Riuh desis para kerumunan kelelawar itu seperti menyambut kehadiran kami yang akan menggelar upacara di dalam Gua Jlamprong ini.

Upacara Bendera 17 Agustus 2017 di Upacara Bendera di Gua Jlamprong
Tim upacara bendera 17 Agustus 2017 di Gua Jlamprong, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, sedang bersiap melakukan upacara di dalam perut bumi. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Setelah berjalan sekitar lima menit, sampailah kami di sebuah venue upacara. Aku baru mengetahui bila di dalam Gua Jlamprong ini terdapat sebuah ruangan yang cukup besar dan memungkinkan untuk diadakan sebuah upacara bendera yang diikuti puluhan manusia. Untuk menghemat waktu mengingat ketersediaan oksigen di dalam gua sangat tipis, para peserta langsung berbaris rapi. Para perangkat upacara pun langsung bersiap diri di ‘lapangan upacara’ dadakan di dalam perut bumi ini.

Upacara bendera dimulai saat sang inspektur upacara berteriak lantang mengomandokan barisan. Seketika seluruh peserta terdiam menuruti instruksi sang pemimpin upacara. Tak lama berselang, sang saka merah putih akhirnya mulai dikibarkan perlahan secara horizontal. Seluruh peserta upacara mengiringinya dengan nyanyian kebangsaan lagu Indonesia Raya. Entah kenapa setiap kali telingaku mendengar lagu-lagu kebangsaan, jiwa ini selalu bergetar, pori-pori di permukaan kulit seperti membuka lebar. Aku hanya menyempatkan sedikit waktu untuk merekam dua atau tiga frame foto, setelah itu ikut memberi hormat dan menghanyutkan diri dalam lantunan kemerdekaan karya WR. Soepratman itu.

Upacara Bendera 17 Agustus 2017 di Upacara Bendera di Gua Jlamprong
Peserta upacara bendera 17 Agustus 2017 sedang menuruni pintu masuk Gua Jlamprong, Kecamatan Semanu, Gunungkidul. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Seusai pengibaran sang saka merah putih dilaksanakan, acara pun memasuki sesi pembacaan teks proklamasi oleh komdandan upacara kemudi dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang yang gugur di medan perang untuk meraih kemerdekaan. Semua peserta diinstruksikan untuk mematikan seluruh headlamp dan segala jenis penerangan baik dari senter, telepon seluler, atau lilin. Suasana menjadi gelap gulita di dalam gua tanpa ada cahaya yang menerangi. Yang ada hanya iringan lantunan tembang mengheningkan cipta yang diciptakan oleh mendiang Truno Prawit.

Layaknya upacara bendera pada umumnya, sebelum mengakhiri upacara bendera di perut bumi ini, mereka memanjatkan doa bersama. Saat doa dipanjatkan, beberapa pecinta alam dan penelusur gua tampak emosional. Mereka mengenang beberapa kawan seperjuangan yang sudah mendahului menghadap Tuhan.

Upacara Bendera 17 Agustus 2017 di Upacara Bendera di Gua Jlamprong
Suasana upacara bendera 17 Agustus 2017 di Gua Jlamprong, Kecamatan Semanu, Gunungkidul sedang berlangsung dengan khidmat. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Upacara Bendera 17 Agustus 2017 di Upacara Bendera di Gua Jlamprong
Upacara bendera 17 Agustus 2017 di Gua Jlamprong, Kecamatan Semanu, Gunungkidul. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Upacara tujuh belas agustusan di dalam perut bumi kali ini diakhiri dengan tepuk tangan meriah oleh seluruh peserta upacara. Seketika suasana menjadi riuh ramai oleh teriakan bangga. Satu persatu dari kami mulai berjalan keluar untuk mencari udara segar karena di dalam gua pasokan oksigen terasa makin tipis hingga membuat kepala pusing. Secara keseluruhan, upacara pengibaran bendera di dalam Gua Jlamprong ini berjalan sangat lancar.

Di bibir Gua Jlamprong, aku menyempatkan diri ngobrol ngalor-ngidul dengan Kirun, salah seorang warga dan yang menginisiasi ide upacara di dalam perut bumi ini. Ia bercerita bahwa sudah beberapa tahun belakangan ini para masyarakat dan penggiat wisata minat khusus berbasis petualangan dan alam di kawasan ini tidak menyelenggarakan upacara tujuh belas agustusan. Maka atas ide dan persiapan waktu yang sangat mepet, diselenggarakan lah upacara bendera di dalam perut bumi ini. Harapan mereka para warga dan para penggiat wisata di kawasan tersebut adalah makin dikenalnya Gua Jlamprong sebagai salah satu destiansi wisata alam di Gunungkidul, Yogyakarta, sekaligus membangun minat dan potensi wisata dalam balutan patriotisme dan semangat kemerdekaan. Merdeka!

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here