Mengintip Aksi Atlit Sepeda Downhill Di Desa Turgo

Sepeda Downhill Menuruni Gap Jump Jalur Turgo
Rekan Mas Nur sedang melompati jalur yang sengaja dibendung oleh warga agar tidak terjadi erosi. (Bendictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Kencangnya putaran roda sepeda downhill milik Mas Nur dan kawan-kawannya menyisakan hembusan angin yang menggoyangkan ilalang dan membuat debu berterbangan. Pada turunan terakhir sepeda-sepeda tersebut seolah terbang dan hendak menerkam saya yang mengintip dari balik viewfinder kamera.

Beberapa hari sebelumnya saya memang sudah membuat janji dengan para pecinta olahraga ekstrim, khususnya olahraga menuruni gunung atau bukit dengan menggunakan sepeda downhill. Bukan sekedar pehobi saja, beberapa dari mereka ada yang pernah mendapatkan medali emas dalam ajang PON XVIII di Riau 2012. Nurwarsito atau yang akrab saya panggil Mas Nur. Dia adalah atlit yang mendapatkan medali emas tersebut.

Atraksi Sepeda Downhill di Dusun Turgo, Yogyakarta
Aksi atlit sepeda downhill di Turgo Bike Park. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Pagi itu kami bersiap untuk memulai perjalanan menuju kawasan Turgo Bike Park, Dusun Turgo, Puwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Tim Mas Nur mulai memasukkan sepeda downhill mereka ke dalam mobil pick-up hitam. Saya pun tak mau kalah, dengan dibantu seorang teman saya mempersiapkan peralatan perekam untuk mengabadikan aksi atlit handal ini. Setelah menempuh satu jam perjalanan melewati Jalan Palagan, kami pun tiba di lokasi.

Kawasan Dusun Turgo ini masih asri dan bisa dijadikan alternatif wisata selain Kaliurang. Ladang-ladang warga ditumbuhi beraneka tanaman seperti salak, bambu, palawija dan tumbuhan berbatang besar seperti akasia, nangka, dan lain sebagainya. Di sepanjang jalan juga banyak ditemukan perkebunan salak pondoh milik warga yang dikembangkan menjadi kawasan agro wisata.

Sesampainya di lokasi Turgo Bike Park, tim Mas Nur pun bergegas menurunkan sepeda downhill mereka serta mempersiapkan piranti penunjang keselamatan dalam melakukan olehraga ekstrim ini. Helm full face, pelindung dada serta tulang belakang, kacamata (google) dan sarung tangan. Tak lupa mereka pun melakukan pemanasan sebelum melakukan aksinya menggunakan sepeda downhill.

Terbang Menggunakan Sepeda Downhill

“Kami duluan ke lokasi tikungan tajam pertama, ya mas,” pamit saya ke pada tim Mas Nur yang masih melakukan peregangan otot saat itu.

Jalur Sepeda Downhill Turgo Bike Park
Tikungan pertama yang cukup tajam. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Berhubung saya sudah pernah bermain di sini sebelumnya dan Mas Nur mengerti lokasi yang saya maksud, maka kami pun bergerak menuju lokasi pertama tersebut. Sebuah spot yang menurut saya akan menarik jika diabadikan menggunakan medium foto. Menurut prediksi saya, ketika seorang downhiller melewati tikungan ini dengan kecepatan yang cukup kencang, posisi mereka akan miring sekali dan nyaris menyentuh tanah.

Saat itu saya dan teman saya memang tidak ikut serta dalam menuruni jalur Turgo Bike Park menggunakan sepeda downhill. Kami hanya ingin melihat atraksi para downhiller profesional melakukan aksinya yang mendebarkan tersebut. Tak lama kami menunggu mereka. Tiba-tiba salah satu tim dari Mas Nur menghampiri saya memberitahukan bahwa Mas Nur dan satu kawannya telah siap untuk merayapi jalur mempesona ini. Dengan peralatan fotografi yang minimalis, saya pun mulai mengambil ancang-ancang karena saya tahu bahwa Mas Nur dan temannya itu akan sangat cepat di tikungan ini.

Lintasan Sepeda Downhill Turgo Bike Park
Aksi atlit sepeda downhill di Turgo Bike Park. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

“Priiittt….!” Terdengar suara nyaring peluit yang ditiup oleh tim Mas Nur sebagai tanda dimulainya pertunjukan.

Saya pun merapal dalam hati, “One shoot, one kill. One shoot, one kill. One shoot, one kill”. Sebuah sugesti yang coba saya bangun untuk diri saya sendiri supaya tidak melewatkan momen krusial tatkala Mas Nur melewati spot ini.

“Ben…!!!” seru Reza, teman saya yang saat itu membantu memegangi lampu flash memberitahukan bahwa Mas Nur dan temannya akan melewati tikungan.

Sesuai dengan prediksi saya, tiga penunggang sepeda downhill tersebut benar-benar memiringkan badan serta sepeda mereka ketika melewati tikungan. Kami pun berlari menyusul ketiga downhiller tadi menuruni bukit menuju spot berikutnya.

Sepeda Downhill Menuruni Gap Jump Jalur Downhill di Dusun Turgo
Mas Nur sedang melompati jalur yang sengaja dibendung oleh warga agar tidak terjadi erosi. (Bendictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Spot berikutnya adalah sebuah turunan yang cukup curam. Pada jalur ini terbentang setapak yang sering di gunakan oleh warga lokal untuk mencari rumput dan makanan ternak. Bentuknya menyerupai perempatan. Di bawahnya diberi penahan berupa karung yang diisi tanah sekitar satu meter agar ketika hujan tidak terjadi longsor dan menutupi jalan setapak tersebut. Saya pun standby di posisi. Mas Nur sebagai leader memulai terlebih dahulu untuk melakukan aksinya di spot ini dan di lanjutkan oleh kedua temannya.

Karena spot tersebut memiliki ketinggian yang berbeda dengan jalan setapak di depannya, para penunggang sepeda downhill dengan sepenuh tenaga memacu kecepatan sepeda mereka agar bisa terbang terhempas melewati tanah yang dibendung tersebut. Setelah mereka selesai beratraksi pada spot kedua ini, kami pun sempat berhenti dan beristirahat sebentar karna adzan dzuhur akan segera berkumandang.

Desiran angin dan suara gesekan daun menemani istirahat kami. Sembari duduk di bawah pohon rindang beralaskan dedaunan kering, Mas Nur dan kawan-kawannya bercerita tentang olahraga ekstrem yang telah dilakukan termasuk perjalanannya menjadi seorang atlit profesional. “Tidak jarang rasa sakit kami rasakan untuk bisa menjadi seorang downhiller profesional. Jatuh itu biasa dan luka itu sebagai hiasan tubuh kami,”cerita Mas Nur.

Gap Jump Jalur Downhill Dusun Turgo
Gap jump dekat lapangan milik warga Dusun Turgo. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

“Nanti aksi yang akan kami lakukan lebih asik lagi, mas. Karena ada sebuah turunan yang lebih curam dari ini dan di depannya ada dua gap jump yang sengaja dibuat. Di sana kami bisa terbang dan bergaya lebih tinggi dan asik,” ujar Mas Nur kepada saya sambil tertawa kecil.

Saya dan Reza pun berjalan mendahului menuju lokasi tersebut dengan rasa penasaran karena cerita Mas Nur tadi. Tak lama berjalan, kami menemukan lokasi gap jump. Lokasinya dekat dengan lapangan kosong milik dusun tersebut.

Gap Jump Terahir Jalur Sepeda Downhill Dusun Turgo
Gap jump teralhir sebelum finish di jalur downhill Dusun Turgo. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Suara peluit pun terdengar sebagai isyarat bahwa Mas Nur dan dua teman lainnya akan melaju dengan cepat menuruni turunan tajam dan sesekali melewati sela-sela tumbuhan perdu. Dan benar cerita Mas Nur ketika kami istirahat tadi. Ujung jalur downhill Turgo Bike Park ini sangat lah bagus dan benar-benar menantang. Sembari mengamati mereka melakukan aksinya di atas sepeda downhill melalui viewfinder kamera, saya tidak mau ketinggalan untuk merekam atraksi mereka di spot terakhir dengan cara menekan tombol shutter kamera secara bertubi-tubi.

Sebuah akhir lintasan downhill yang menarik karena bisa membuat para pesepeda terbang dengan sepeda downhill mereka. Jadi, apakah kamu ingin mencoba jalur sepeda downhill di Dusun Turgo ini?

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here