Kuda Pustaka, Cerita Tentang Perpustakaan Kuda di Lereng Gunung Slamet

Kuda Pustaka, Cerita Tentang Perpustakaan Kuda di Lereng Gunung Slamet
Ridwan Sururi dan Germanis si Kuda Pustaka berpose di depan rumahnya. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Fajar baru saja muncul di kaki Gunung Slamet. Hangatnya pancaran sinar mentari mengiringi aktivitas pagi di kandang kuda milik Ridwan Sururi yang berada di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Sambil sedikit bergetar kedinginan, saya mengikuti bapak tiga anak tersebut mengeluarkan si ‘Germanis’ dari kandang kuda yang ada di belakang rumah.

Germanis yang merupakan kuda pemberian dari seorang berwarga negara Jerman itu adalah seekor kuda kesayangan Ridwan yang didaulat mengemban tugas berkeliling desa sebagai Kuda Pustaka atau perpustakaan berjalan menggantikan si ‘Luna’ yang terkenal itu karena tengah bunting.

Dengan lembut dan penuh perasaan, Ridwan menuntun Germanis keluar kandang untuk dimandikan setelah sebelumnya diberi makan. Germanis pun tampak sangat menikmati waktu mandi pagi itu. Usapan demi usapan tangan Ridwan tampak begitu memanjakan si Germanis. Wajar saja, Ridwan menganggap semua kuda peliharaanya itu seperti anaknya sendiri.

Perpustakaan Kuda Keliling di Lereng Gunung Slamet
Saat pagi hari, Ridwan Sururi selalu memandikan Germanis sebelum diajak berkeliling menjalankan Kuda Pustakanya. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Usai memandikan si Germanis, barulah giliran Ridwan membasuh diri. Hari itu dia berencana untuk pergi ke sebuah sekolah dasar tak jauh dari rumahnya untuk menjalankan perpustakaan berjalannya.

Usai mandi, Ridwan mulai memilih koleksi buku yang ada di rak, dikeluarkan, lantas ditumpuk di teras rumahnya. Buku-buku yang dipilih selalu disesuaikan dengan tempat tujuan keliling si Kuda Pustaka. Apabila ke sekolah dasar, koleksi buku bacaan bagi anak-anak pasti mendominasi rak kayu bertuliskan Kuda Pustaka Gunung Slamet yang ada di punggung Germanis.

Perpustakaan Kuda Keliling di Lereng Gunung Slamet
Ridwan Sururi memlih buku yang akan dibawa. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Setelah semua buku-buku dimasukan ke dalam kotak kayu tersebut, barulah Ridwan berangkat menuju ke sekolah yang dituju. Matahari yang sudah naik agak tinggi menemani sepanjang perjalanan melewati jalanan perdesaan yang sejuk. Sesekali senyum ramah dan sapa para tetangga mengiringi di sisi kanan dan kiri. Topi koboi ala tokoh kartun Lucky Luke pun tak pernah luput dari kepala Ridwan Sururi.

Sesampainya di sekolah, para siswa menyambut kedatangan Ridwan dan Germanis si Kuda Pustaka dengan amat meriahnya. Ekspresi kebahagian dan antusiasme jelas terpancar kuat dari rona wajah anak-anak sekolah dasar di kaki Gunung Slamet tersebut.

Perpustakaan Kuda Keliling di Lereng Gunung Slamet
Ridwan Sururi menuntun Germanis sang Kuda Pustaka menuju sekolah. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Tak habis disitu saja, mata saya dibuat takjub, rona bibir ini dipaksa melemparkan senyum selebar-lebarnya saat menyaksikan ratusan siswa satu sekolah keluar dari kelas dan langsung mengerubungi Si Koboi Gunung Ridwan dan Germanis sang Kuda Pustaka.

Tak lama kemudian sang guru sekolah bersama Ridwan menginstruksikan para siswa untuk membuat antrean. Instruksi tersebut dengan cepat dipatuhi para siswa yang kemudian menciptakan antrean yang mengular cukup panjang di halaman sekolah tersebut.

Perpustakaan Kuda Keliling di Lereng Gunung Slamet
Setibanya di sekolah, Ridwan dan Germanis si Kuda Pustaka disambut antusias oleh siswa. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Dengan teliti Ridwan mencatat satu demi satu buku yang dipinjam oleh para siswa sekolah dasar pagi itu. Para siswa pun berucap dengan lirih menyebutkan judul buku yang dipinjamnya. Ridwan pun mengiyakan sambil melempar senyuman hangat ke arah siswa sambil sesekali menenangkan Germanis si Kuda Pustaka yang terlihat agak risih karena digoda dan dibelai kagum oleh tangan-tangan mungil para murid.

Selama ini, Ridwan tak pernah memungut biaya sepeserpun dari koleksi buku-buku yang dipinjamkan. Bagi Ridwan, melihat para siswa, anak-anak, dan warga kampung gemar membaca sudah merupakan kebahagian tersendiri baginya. “Melihat minat baca para warga desa menjadi tinggi adalah sebuah cita-cita bagi saya, bukan merupakan sebuah profesi untuk mengais ladang rezeki”, ujarnya kala itu.

Tentang Kuda Pustaka

"Kuda Pustaka", Perpustakaan Kuda Keliling di Lereng Gunung Slamet
Antrean panjang para siswa yang berebut ingin meminjam buku. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Kuda Pustaka adalah sebuah inisiasi perpustakaan berjalan dengan menggunakan seekor kuda sebagai kendaraan pengangkutnya. Kuda Pustaka ini secara rutin berkeliling ke setiap sudut perkampungan di lereng Gunung Slamet. Bersama sang pemiliknya, Ridwan Sururi, Kuda Pustaka menawarkan buku bacaan bagi warga setempat dan juga anak-anak kampung untuk dibaca di tempat atau dipinjam secara cuma-cuma.

Sebuah ide dan gagasan tentang perpustakaan berjalan ini berawal dari hobi dan kecintaan Ridwan dengan kuda. Pada suatu ketika Ridwan bertemu dengan seorang budayawan dan juga seorang anggota pustakawan asal Jakarta bernama Nirwan Arsuka.

Perpustakaan Kuda Keliling di Lereng Gunung Slamet
Ridwan Sururi mencatat buku bacaan yang dipinjam anak-anak saat berkliling desa. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Dari perkenalan Ridwan dengan Nirwan tersebut muncullah ide membuat sebuah perpustakaan keliling yang dijalankan dengan menggunakan kuda. Kemudian atas jasa Nirwan lah koleksi buku-buku bacaan tersedia. Beliau mengirim koleksi buku-buku bacaan dari Jakarta kepada Ridwan pada saat awal ide ini direalisasikan.

Seiring berjalannya waktu, aktivitas Ridwan dan Kuda Pustakanya ini menarik minat seorang fotografer dokumenter asal Bali bernama Putu Sayoga. Menurut pengakuan Ridwan Sururi, Putu Sayoga lah orang pertama yang mendokumentasikan dan mempublikasikannya ke berbagai media massa.

Perpustakaan Kuda Keliling di Lereng Gunung Slamet
Dengan adanya Kuda Pustaka, anak-anak sekolah di seluruh penjuru desa menjadi gemar membaca. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Ridwan menceritakan pada awalnya ia hanya memposting foto kegiatan Kuda Pustaka keliling kampungnya di akun Facebook miliknya, hingga akhirnya ada seseorang yang menandai postingan fotonya di akun milik Putu. Tak lama berselang, Putu pun mendatangi rumah Ridwan lalu memotret kegiatan sehari-hari Ridwan selama beberapa hari.

Setelah foto-foto Kuda Pustaka Ridwan Sururi karya Putu ini beredar luas di berbagai media nasional maupun media asing, secara silih berganti media-media massa yang lainnya pun turut mendatangai dan mewawancarai Ridwan dan Luna si Kuda Pustaka. Tercatat Ridwan telah dimuat di berbagai media bergengsi seperti BBC, Al-Jazeera, dan klimaksnya saat diundang tampil di program acara Mata Najwa di Jakarta.

Perpustakaan Kuda Keliling di Lereng Gunung Slamet
Salah satu ekspresi seorang siswa yang kagum dengan perpustakaan Kuda Pustaka. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Setelah tampil di banyak media bergengsi dalam dan luar negeri, Ridwan pun langsung menerima segudang dampak postifnya. Berbagai bantuan dan sumbangan buku-buku bacaan mendarat rapi di rumahnya. Tercatat USAID pun pernah memberinya sumbangan buku, ada pula Bupati Purbalingga yang turut menjanjikan memberi sumbangan seekor kuda, dan yang paling nyata adalah Germanis pemberian warganegara Jerman yang saat ini menggantikan tugas Luna karena tengah hamil.

Buku-buku koleksi Ridwan pada satu tahun awal berjalannya ide Kuda Pustaka ini hanya berjumlah ratusan, namun setelah namanya dikenal khalayak secara luas, koleksinya kini melonjak hingga sekitar 5000-an buku. Atas jasa menumbuhkan dan mengembangkan minat baca masyarakat di Desa Karangreja, Kabupaten Purbalingga di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah ini, akhirnya Ridwan Sururi dengan Kuda Pustaka nya mendapat penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka 2016 sebagai tokoh nasional dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Perpustakaan Kuda Keliling di Lereng Gunung Slamet
Ridwan Sururi menata koleksi buku bacaan yang akan dibawa berkeliling. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Selain menjalankan Kuda Pustaka, Keseharian lain Ridwan adalah merawat kuda-kuda titipan orang yang ada di kandangnya. Selain itu, pada hari Sabtu dan Minggu Ridwan menyewakan kuda-kudanya di lokasi wisata Lembah Asri Serang, tak jauh dari lokasi wisata Baturaden. Dari situlah Ridwan mengais rezeki untuk keluarganya. Dia tak pernah sekalipun mengais rezeki dari kegiatan Kuda Pustaka yang digagasnya.

Kehadiran Ridwan Sururi dan Kuda Pustaka bagaikan dawat dengan kertas, mereka merupakan satu kesatuan dan tak terpisahkan. Selain bermimpi bahwa anak-anak di seluruh penjuru negeri gemar membaca, ia selalu berharap di luar sana ada orang-orang seperti dirinya yang mendedikasikan hidupnya untuk menumbuhkembangkan minat baca dengan cara unik.

Perpustakaan Kuda Keliling di Lereng Gunung Slamet
Ridwan Sururi mencium Germanis, Kuda pemberian soerang berkebangsaan Jerman. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

“Andai saja ada perpustakaan keliling menggunakan perahu atau kapal terbang bagi warga yang tinggal di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau”, timpalnya saat menjelang kepamitan saya di teras rumahnya yang sejuk.

Traveller’s Note

  • Kediaman Ridwan Sururi berada di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Akses ke desa ini dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari Purwokerto atau Kota Banyumas.
  • Pak Ruri, biasa beliau dipanggil, menerima segala bentuk sumbangan buku-buku bacaan segala genre, terutama buku-buku bacaan bagi anak-anak sekolah.
  • Pada awalnya, kuda yang digunakan untuk perpustakaan berjalan Kuda Pustaka adalah Luna, seeokor kuda poni putih betina yang sangat jinak. Namun, karena saat ini Luna tengah hamil, posisi Luna sebagai sang ‘Kuda Pustka’ digantikan oleh Germanis, seekor kuda jinak pemberian orang berkewarga negaraan Jerman.
  • Sebelum lahir gagasan Kuda Pustaka ini, Ridwan Sururi adalah seorang perawat dan penunggang kuda yang handal. Banyak piala kejuaraan berkuda yang telah didapatnya.
  • Sosok Pak Ruri dan keluarganya sangatlah hangat, dengan senang hati Pak Ridwan Sururi sekeluarga menyambut kedatangan saya dan siapapun yang datang kerumahnya.
  • Bagi kamu yang hendak datang ke kediamannya, bawalah cindera mata atau buku untuk disumbangkan.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here