Padang Pasir Gumuk Pasir
Berseluncur menaklukkan desir padang pasir Gumuk Pasir. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Hosh…hosh…hosh… dengan terengah-engah seorang remaja tanggung berjalan mendaki Gumuk Pasir sembari menenteng papan luncur untuk kesekian kalinya. Sesampainya di puncak, dia pun berdiri di atas papan dan kembali meluncur sembari melakukan jumping. Tepuk tangan meriah menjadi tanda penghargaan atas atraksinya yang memukau.

Angin sepoi-sepoi pantai selatan kembali memanggil. Membuat saya tidak peduli dengan terik matahari yang menyengat di sepanjang perjalanan menuju ke kawasan pesisir selatan Yogyakarta. Kali ini bukan pantai yang menjadi tujuan, akan tetapi sebuah hamparan padang pasir yang menggunung, membukit, dan menumpuk.

Padang Pasir Gumuk Pasir
Aksi sandboarder di Gumuk Pasir Parangtritis. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Ya, padang pasir. Terdengar sedikit ganjil memang, karena lokasi padang pasir identik dengan kawasan negara-negara di timur tengah. Padang pasir yang satu ini langka benar memang, letaknya bukan di timur tengah sana melainkan di kawasan Asia Tenggara, tepatnya di kawasan pesisir selatan Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Aksi Sanboarder Gumuk Pasir
Aksi sandboarder Gumuk Pasir Parangtritis. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Gumuk Pasir Parangtritis (Parangtritis Sand Dunes) merupakan satu-satunya padang pasir yang ada di kawasan Asia Tenggara. Hamparan padang pasir ini tercipta akibat proses geologi yang berasal dari material vulkanik Gunung Merapi di masa lampau, kemudian mengalir ke arah laut melalui Sungai Opak. Pasir yang terbawa ke lautan ini akhirnya dihempaskan ke tepi pantai. Setelah kering, butiran pasirnya terbawa oleh tiupan angin hingga membentuk gumuk yang dalam bahasa jawa berarti gundukan atau bukit-bukit pasir. Uniknya juga, Gumuk Pasir Parangtritis ini merupakan gurun pasir aktif yang terus bergerak sehingga posisinya dapat berubah karena tiupan angin.

Aksi Sanboarder Gumuk Pasir Parangtritis
Aksi sandboarder Gumuk Pasir Parangtritis. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Berbeda dengan biasanya, kali ini saya tidak datang untuk menyaksikan pemandangan sunset kosong dengan hamparan pasirnya saja, melainkan ingin melihat aksi para pemuda setempat berseluncur di atas papan seluncur. Bahkan jika memungkinkan saya juga ingin mencobanya. Olahraga ini dikenal dengan sebutan sandboard. Layaknya di Dubai, Uni Emirat Arab, kegiatan sandboarding ini dilakukan dengan menuruni gundukan pasir setingi 7-10 meter di hamparan gumuk pasir.

Papan Sandboarding
Papan sandboarding. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Awal mula terciptanya kegiatan sandboarding di Jogja ini terinspirasi oleh olahraga serupa tapi tak sama, yaitu snowboarding di Alaska. Karena Indonesia adalah negara beriklim tropis yang tentu saja tak memiliki daerah bersalju (kecuali di puncak Cartenz, Papua sana) untuk berseluncur, maka tercetuslah ide sandboarding alias berseluncur di atas pasir. Di luar negeri, sandboarding tak kalah populer dengan snowboarding. Malahan, olahraga sandboarding ini telah menjadi tren olahraga di beberapa negara yang memiliki hamparan padang pasir seperti Australia, Uni Emirat Arab, Mesir, dll.

Adalah Shidiq Hutomo, seorang pencetus olahraga ini sekaligus penggagas komunitas Sandboarding Indonesia. Komunitas pecinta selancar di atas pasir ini dibentuk pada tahun 2007 bersama kawan-kawannya yang tergabung dalam klub mahasiswa pecinta alam Universitas Gadjah Mada kala itu. Saking seringnya perosotan di atas pasir, aksinya sempat mengundang minat dari salah satu pabrik rokok untuk membuat iklan dengan tema sandboard. Setelah pembuatan iklan tersebut, kegiatan sandboard yang dicetusnya berangsur mulai dikenal masyarakat, terutama di kalangan para skater (anak skateboard) dan anak-anak muda yang bermukim di sekitaran gumuk pasir tersebut.

Suasana Gumuk Pasir Parangtritis
Suasana Gumuk Pasir Parangtritis

Selang beberapa tahun, komunitas Sandboarding Indonesia bentukan Shidiq ini menjadi pemicu terbentuknya sebuah komunitas sandboarding baru yang beranggotakan para pemuda lokal setempat. Komunitas tersebut bernama Sandboarding Parangtritis yang dibentuk pada awal tahun 2015. Komunitas sanboarder akamsi (anak kampung sini) itu mulai mendeklarasikan dirinya dengan aktif bermain dan berlatih sandboard hampir setiap sore. Angga, salah seorang anggotanya mengatakan bahwa setelah mencoba meluncur diatas papan dan jatuh berkali-kali, ia justru makin ketagihan dan makin lama menjadi candu. “Sejak awal saya mencoba dan terus mencoba hingga berhasil. Selain adrenalin terpacu, ada kepuasan tersendiri jika berhasil melakukan trik atau lompatan”, ujarnya di sela-sela bermain bersama kawan-kawan lainnya.

Sandboarder di Gumuk Pasir Parangtritis
Sandboarder Gumuk Pasir Parangtritis. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Seiring berjalannya waktu, keahlian mereka pun kian hari kian mumpuni. Hal itu terlihat ketika mereka mulai menggunakan semacam gap atau level berupa sebuah papan kayu yang digunakan sebagai pijakan untuk melakukan jumping. Tidak banyak yang dapat melakukan aksi lompatan tersebut, namun Angga dan beberapa kawannya terlihat cukup lihai bak seorang slider (sebutan lain bagi seorang sandboarder) profesional. Saya pun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan mengabadikannya dalam gambar. Berulangkali ia melakukan aksi tersebut dengan cantik dan membuat kagum tiap orang yang berada di tempat tersebut.

Tak sampai disitu saja, eksistensi komunitas Sandboarding Parangtritis dengan aksi-aksinya yang memukau membuat sejumlah stasiun televisi datang dan meliputnya. Salah satu program acara yang meliput dan mengambil gambar di tempat ini adalah My Trip My Adventure yang dibintangi mantan pebasket nasional, Denny Sumargo.

Silhouette Papan Sandboarding Gumuk Pasir Parang Tritis
Silhouette papan sandboarding Gumuk Pasir Parangtritis. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Jika kamu tertarik dan ingin ikut bergabung mencoba merasakan sensasi serunya bermain sandboarding ini dapat langsung menuju Gumuk Pasir Parangtritis yang terletak di Jl. Parangtritis, Kretek, Bantul, Yogyakarta. Tak sulit untuk menemukan lokasinya, cukup berkendara saja menuju Selatan selama kurang lebih 45 menit hingga melewati Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis. Lokasinya berada di barat jalan setelah melewati TPR tersebut.

Bila kamu beruntung, kamu tak hanya disuguhi oleh keseruan permainan sandboarding dan hamparan padang pasir yang luas saja, tetapi juga pemandangan sunset di sore hari yang memukau dan photogenic. Bagi kamu yang sedang berkunjung ke Jogja, amatlah sayang jika melewatkan kesempatan bermain sandboard di satu-satunya padang pasir di negeri ini. Penasaran untuk mencobanya?

Sandboarderdi Gumuk Pasir Parangtritis
Sandboarder Gumuk Pasir Parangtritis. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Traveller’s Note

  • Bagi kamu yang tak memiliki papan sandboard, kamu dapat menyewanya di lokasi dengan membayar Rp 70.000 yang bisa dipakai sepuasnya.
  • Waktu yang disarankan untuk bermain sandboard adalah sebelum jam 9 pagi dan setelah jam 3 sore, karena di luar jam tersebut pasir terasa panas akibat sengatan matahari.
  • Selain menyewa papan, kamu juga akan dikenai biaya retribusi di pintu masuk TPR sebesar Rp 5.000 / orang dan parkir kendaraan (roda dua) sebesar Rp 3000.
  • Disarankan memakai masker dan penutup mata untuk menghindari butiran pasir yang berterbangan tertiup angin.

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here