Puncak Becici, Terpikat Rona Senja di Atas Hamparan Pucuk Pinus

Dusun Gunung Cilik, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta

Romantisme Puncak Becici
Romantisme sore di Puncak Becici. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Hangatnya sinar mentari yang tak sabar ingin kembali ke peraduannya mengiringi langkah kaki menuju Puncak Becici. Dari ketinggian gardu pandang dan bertudungkan pucuk pinus, kamu bisa menyaksikan panorama senja yang memikat.

Dalam budaya Korea, pohon pinus melambangkan cinta abadi alias everlasting love. Pohon yang tumbuh menjulang tinggi melambangkan cinta sejati yang tidak bercabang-cabang, lurus, sekaligus kokoh. Karena itu beberapa drama Korea seperti Winter Sonata dan My Sassy Girl menjadikan pohon pinus sebagai simbol kisah mereka. Nah jika kamu sedang PDKT dengan seseorang, tak ada salahnya kamu ajak dia jalan-jalan ke hutan pinus. Selain bisa memenukan suasana yang nyaman, kamu pun bisa berkisah tentang filosofi cinta ala pohon pinus.

Di Yogyakarta terdapat banyak hutan pinus, salah satu yang paling populer adalah Hutan Pinus Mangunan, Imogiri, Bantul. Namun tahukah kamu? Bahwa tak jauh dari Hutan Pinus Mangunan terdapat hutan pinus lainnya yang tak kalah indah. Bahkan dari hutan pinus ini kamu bisa menyaksikan senja yang indah sekaligus romantis. Tempat tersebut bernama Puncak Becici.

Tak jauh berbeda dengan Hutan Pinus Imogiri, hutan pinus yang dikenal dengan nama Hutan Sudimoro I atau Becici Asri ini merupakan hutan lindung yang dikelola oleh RPH Mangunan. Tanaman pinus yang ada di hutan ini diambil getahnya untuk dijadikan terpentin. Namun karena memiliki panorama yang elok di puncaknya, maka orang-orang berbondong-bondong datang ke Puncak Becici. Akhirnya Puncak Becici dikelola oleh warga setempat dan dijadikan salah satu destinasi wisata baru.

Perjalanan dari Yogyakarta menuju Puncak Becici terbilang menyenangkan dan memanjakan mata. Jalanan yang halus, semilir angin, deretan pohon yang berdiri dengan rapat mampu membuat siapa saja yang melewatinya tersenyum sumringah. Desiran angin yang menggoyangkan ranting-ranting pohon membuat kaki tak merasa lelah. Rimbunnya hutan pinus inilah yang mengakibatkan kamu tidak merasakan beratnya jalan kaki. Selain itu, kamu juga akan menjumpai kursi-kursi panjang dari kayu yang bisa kamu gunakan beristirahat. Gardu pandang yang dibangun diatas pohon juga menambah nyaman suasana.

Puncak Becici ini dikenal dengan panormanya yang indah. Kamu bisa melihat deretan pepohonan hijau yang tumbuh rapat-rapat dari ketinggian dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Tidak hanya itu, jika cuaca sedang cerah kamu akan melihat goresan air yang memanjang lurus, itulah garis pantai selatan. Keelokan lukisan Tuhan ini akan kamu jumpai setelah berjalan kaki sekitar 15 menit.

Kawasan Bantul lantai dua ini juga menyuguhkan hal yang spesial ketika sore menjelang. Sinar keemasan mewarnai langit dengan perpaduan gumpalan awan putih. Momen yang pas ketika kamu berada di atas gardu pandang ketika melihat sunset tiba. Puncak Becici ini menyediakan beberapa gardu pandang yang dapat kamu gunakan untuk melihat keindahan itu. Menikmati senja di hamparan hutan pinus bersama orang terkasih akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Mengabadikan Lenskap Puncak Becici
Seorang wisatawan sedang mengabadikan lenskap di salah satu sudut Puncak Becici. (Benedictus Oktviantoro/Maioloo.com)

Aktivitas Yang Bisa Dilakuakan di Puncak Becici

  • Sunset Seeing
    Bagi para pemburu senja, menikmati pergantian hari di Puncak Becici adalah hal yang seharusnya dimasukkan dalam daftar kunjungan. Spot terbaik menikmati senja tentu saja dari ketinggian gardu pandang. Dari bangunan bambu tersebut kamu bisa melayangkan pandang ke berbagai penjuru mata angin. Jika hari cerah, kamu bisa melihat sinar emas matahari senja menyapu puncak gunung-gemunung, pucuk-pucuk pepohonan, hingga garis pantai selatan. Meski terlihat menyilaukan, namun pemandangan yang berlangsung singkat ini sayang untuk dilewatkan.
  • Duduk di atas Gardu Pandang
    Ciri khas yang ada di Puncak Becici adalah gardu pandang yang dibangun oleh warga setempat. Kamu bisa naik ke gardu ini dan menikmati hembusan angin yang menerpa wajahmu. Tataplah ke depan, maka kamu akan menemukan bentang alam yang indah. Hamparan hutan menghijau, puncak gunung yang berjajar, dan garis pantai selatan yang lurus memanjang menjadi pemandangan yang tersaji secara Cuma-cuma. Namun saat berada di atas gardu pandang kamu wajib berhati-hati, karena di ketinggian ini tidak ada alat pengaman khusus seperti sit harnest dan tali kernmantle layaknya di obyek wisata Kalibiru, Kulon Progo.
  • Hammocking dan Bermain Ayunan
    Tiduran diatas hammock sembari berselaras dengan alam bisa menjadi relaksasi dan terapi bagi kamu berkunjung kesini. Bawalah hammock dari rumah, karena disini tidak menyediakannya. Namun jika tidak memiliki hammock kamu tak usah terlalu khawatir. Kamu tetap bisa merasakan sensasi berayun diantara pohon-pohon pinus, karena pengelola telah menyediakan ayunan yang bisa kamu gunakan di kawasan Puncak Becici ini.
  • Camping
    Menikmati konser derik serangga malam dibawah bayangan pucuk pinus akan menjadi pengalaman yang seru. Jika kamu ingin merasakannya, kamu bisa camping di kawasan Puncak Becici. Di tempat ini telah tersedia camping ground yang cukup luas dan bisa digunakan untuk mendirikan banyak tenda. Untuk camping di tempat ini kamu cukup membayar Rp 5.000 per orang. Murah kan?
  • Photo Hunting
    Banyak yang memanfaatkan keeksotisan pohon pinus disini untuk mengabadikan momen bersama, terlebih ketika sunset tiba. Dari tempat ini kamu bisa menangkap indahnya warna jingga dari pancaran matahari yang hendak tenggelam. Kamu juga bisa menciptakan foto landscape yang indah atau memotret siluet sahabat-sahabatmu. Selain asyik sebagai tempat selfie dan groufie, tempat ini juga salah satu alternatif untuk pemotretan model hingga pre wedding selain di Hutan Pinus Mangunan. Untuk melakukan pemotretan pre wedding disini kamu wajib membayar biaya sebesar Rp 30.000.

Lokasi dan Akses Menuju Puncak Becici

Puncak Becici terletak di Dusun Gunung Cilik, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, dan masih termasuk dalam kawasan Hutan Lindung RPH Mangunan. Destinasi wisata ini mudah dicapai. Jika kamu dari arah Yogyakarta, kamu dapat menyusuri Jalan Imogiri Timur lurus hingga menemukan petunjuk arah ke Kebun Buah Mangunan. Ikuti saja jalan tersebut hingga menemukan pertigaan, kemudian belok kiri ke arah hutan pinus. Setelah melalui hutan pinus ini, kamu akan menemukan pertigaan pertama kemudian ambilah jalan kekiri. Dari sini kamu akan mendapati papan penunjuk arah menuju Puncak Becici.

Sementara itu jika kamu lewat Jalan Jogja – Wonosari, maka rute yang harus kamu ambil adalah menyusuri rute Piyungan – Bukit Bintang – Perempatan Patuk. Dari perempatan silahkan belok kanan ke arah Dlingo dan ikuti jalan utama hingga bertemu dengan Hutan Pinus Sudimoro 1. Setelah melewati hutan pinus kamu akan menemukan petunjuk arah menuju ke Puncak Becici.

Retribusi

  • Tiket masuk: gratis
  • Parkir motor: Rp 3.000,00
  • Parkir mobil: Rp 10.000,00
  • Parkir bus: Rp 20.000,00
  • Camping: Rp 5.000,00/orang
  • Gardu pandang: Rp 2.000,00/orang

Untuk info lanjut mengenai perijinan camping, foto pre-wedding, dan kegiatan dengan jumlah peserta masif bisa menghubungi koordinator pokdarwis setempat, Gandi (0896 7544 4972).

Tempat Wisata dan Lokasi Asik di Sekitar Puncak Becici

  • Kebun Buah Mangunan
    Jika Puncak Becici indah dengan sunsetnya, lain lagi dengan Kebun Buah Mangunan. Tempat yang tak jauh dari Puncak Becici ini justru lebih dikenal dengan panorama paginya yang fenomenal. Dari kawasan gardu pandang kamu bisa melihat hamparan kabut yang merangkak naik dari lembah. Aliran Sungai Oyo yang meliuk membelah kawasan Pegunungan Sewu menjadi pemandangan yang teramat indah. Tak heran jika banyak orang yang menjuluki tempat ini sebagai spot terbaik untuk melihat “Amazonnya Jogja”.
  • Hutan Pinus Mangunan
    Deretan pinus merkusii yang tumbuh dengan lebat menjadikan suasana disini layaknya setting film-film luar negeri, bedanya tak ada salju di hutan pinus ini. Rimbunnya dedaunan seakan menahanmu untuk tidak bergegas pergi. Pohon-pohon yang tertata rapi dan hamparan daun pinus kering menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta fotografi untuk menghampiri dan mengabadikannya. Cukup membayar parkir 3.000 untuk motor dan 10.000 untuk mobil, kamu bisa menikmati setiap sudut di hutan ini dengan puas.
  • Gua Cerme
    Keindahan ornamen gua seperti stalagtit, stalakmit, pilar, sodastraw, dan flowstone dapat kamu jumpai ketika menyusuri gua bawah tanah di kawasan Selopamioro ini. Gua sepanjang 1,2 km ini menyajikan keindahan negeri bawah tanah yang selama ini terkesan misterius. Berhubung Cerme adalah gua basah alias dialiri sungai di dalamnya, maka kamu wajib membawa baju ganti. Menyusuri Gua Cerme ini membutuhkan tenaga yang ekstra, jadi lebih baik kamu mengisi perut dulu ketika hendak melakukan caving. Dipandu oleh guide setempat, kamu akan menemukan air terjun di dalam gua atau yang juga dikenal dengan nama Grojogan Sewu.
  • Air Terjun Lepo
    Di Dusun Pokoh I, Dlingo, Bantul terdapat Air Terjun Lepo yang unik karena terbagi menjadi beberapa tingkatan. Di tingkat pertama terdapat kolam air alami di tengah-tengah sungai. Air ini berwarna kebiruan dan sangat jernih dengan dasar sungai batuan karst.nTingkatan kedua terdapat air terjun berukuran sedang yang turun langsung ke dalam kolam alami. Kolam ini dibangun rapi oleh masyarakat setempat tanpa mengurangi kealamiannya. Sementara itu di tingkatan ketiga terdapat air terjun lagi dengan ukuran yang lebih tinggi. Untuk merasakan sensasi kesegarannya, kamu dapat berenang di kolam alami ini.
Pemandangan di Puncak Becici
Pemandangan di Puncak Becici. Jika cuaca bersahabat dengan kamu, kamu akan dapat melihat Gunung Merapi dari lokasi ini. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Menikmati sore di Puncak Becici
Seorang pasangan muda sedang menikmati sore di atas gardu pandang Puncak Becici. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Wisatawan Puncak Becici
Wisatawan Puncak Becici. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Gardu Pandang Puncak Becici
Menikmati sore di atas gardu pandang Puncak Becici. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Suasana Puncak Becici
Suasana gardu pandang di Puncak Beicici. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Seorang wisatawan sedang mengabadikan sunset di salah satu sudut wisata alam Puncak Becici. (Beneditus Oktviantoro/Maioloo.com)
Seorang wisatawan sedang mengabadikan sunset di salah satu sudut wisata alam Puncak Becici. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Sunset Puncak Becici
Menikmati sunset Puncak Becici. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Romantisme Rona Senja Puncak Becici
Romantisme rona senja Puncak Becici. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

2 KOMENTAR

    • Jelas dong kak.. Jogja akan selalu istimewa dengan lanskap, budaya dan keseniannya. Amin. 😀

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here