Pantai Parangkusumo
Dupa dan kembang di Pantai Parangkusumo. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)

Seperti halnya Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo juga sarat akan legenda. Pantai Parangkusumo ini menyimpan kisah cinta pertemuan antara Panembahan Senopati dan Ratu Kidul yang ditandai dengan keberadaan Batu Cinta di dalam Cepuri.

Sakral bahkan cenderung mistis. Itulah kesan yang pertama keluar saat menjejakkan kaki di Pantai Parangkusumo. Wewangian kembang tujuh rupa yang dijajakan di sekitar pantai menguar tajam menusuk indra penciuman kita. Apalagi ditambah dengan aroma sesajen atau kemenyan yang dibakar, kesan mistis itu semakin menguat. Namun tahukah kamu? Ternyata dibalik kesan mistisnya ini tersimpan legenda kisah cinta pemimpim Mataram, Panembahan Senopati dan penguasa Laut Selatan, Ratu Kidul.

Pantai Parangkusumo merupakan salah satu pantai yang disakralkan oleh penduduk di pesisir Selatan karena pantai ini dianggap sebagai gerbang utama untuk menuju istana Ratu Pantai Selatan. Sehingga tidak heran jika banyak dijumpai upacara atau ritual-ritual khusus di pantai ini. Di dalam kawasan Pantai Parangkusumo terdapat petilasan yang dipercayai sebagai jejak sejarah dari Panembahan Senopati sang penguasa Mataram. Menurut legenda, di tempat inilah untuk pertama kalinya Panembahan Senopati bertemu dengan Nyi Roro Kidul yang merupakan penguasa Laut Selatan. Petilasan tersebut dikenal dengan nama Puri Cepuri. Di dalam Cepuri terdapat Batu Cinta. Konon tempat ini merupakan titik pertemuan antara Panembahan Senopati dengan Nyi Roro Kidul dan berujung pada perjanjian yang dibuat keduanya.

Dikisahkan bahwa pada saat itu Panembahan Senopati sedang bertapa untuk menyempurnakan kesaktiannya. Ketika beliau sedang bertapa, tiba-tiba terjadi fenomena alam yang aneh seperti badai yang terjadi tiba-tiba hingga menyebabkan pohon-pohon tercerabut dari akarnya, serta air laut yang mendidih sehingga ikan-ikan terlempar ke daratan. Sebagai penguasa Laut Selatan, Ratu Kidul pun penasaran dengan apa yang sedang terjadi. Lantas Sang Ratu menampakkan diri ke permukaan laut dan melihat Panembahan Senopati untuk pertama kali, lantas jatuh cinta. Sejak saat itu terjadilah perjanjian dimana Ratu Kidul akan membantu Panembahan Senopati untuk menjadi pemimpin Mataram dengan imbal balik Sang Senopati dan semua keturunannya bersedia menjadi suami Sang ratu.

Perjanjian inilah yang menjadi dasar hubungan erat antara Keraton Yogyakarta dengan Laut Selatan dengan dibuktikan melalui adanya pelaksanaan upacara Labuhan Alit sebagai bentuk persembahan bagi Laut Selatan. Dalam prosesi Upacara Labuhan Alit ini ada tradisi penguburan ptotongan kuku dan rambut serta pakain dari Sri Sultan yang memipin Keraton Yogyakarta. Prosesi ini dilakukan di dalam area Puri Cepuri.

Legenda antara Panembahan Senopati dengan Nyi Roro Kidul ini juga menjadi dasar dari orang-orang yang percaya bahwa segala jenis permintaan akan terkabul apabila memanjatkan permohonan di sekitar Batu Cinta. Kepercayaan yang berkembang ini membuat ratusan orang tak terbatas kelas dan agama kerap mendatangi kompleks ini pada hari-hari yang dianggap sakral untuk berziarah ke Batu Cinta. Karena diyakini bahwa dengan berziarah ke petilasan ini dapat membantu melepaskan beban berat yang ada pada diri seseorang dan menumbuhkan kembali semangat hidup.

Terlepas dari semua legenda yang membalutnya, Pantai Parangkusumo tetap menyajikan pemandangan alam yang dapat dinikmati keindahannya. Di pantai ini kamu dapat menyaksikan sunset indah khas pantai di kawasan Bantul. Keindahan pantai ini juga dapat dieksplorasi dengan cara berkeliling pantai menggunakan kereta kuda. Dan tak perlu khawatir apabila sudah cukup lelah berkeliling, dapat dilanjutkan dengan beristirahat sembari menyantap makanan yang tersedia di warung-warung di sekitar pantai.

Pantai Parangkusumo
Pengunjung sedang menikmati Pantai Parangkusumo. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Pantai Parangkusumo

  • Wisata Legenda dan Spiritual
    Legenda tentang pertemuan antara Panembahan Senopati dengan Nyi Roro Kidul yang merupakan penguasa Laut Selatan diyakini terjadi di lokasi yang dinamakan Batu Cinta di dalam Puri Cepuri di kawasan Pantai Parangkusumo. Hal ini yang melatarbelakangi tradisi untuk memanjatkan permohonan di tempat tersebut supaya keinginannya terkabul, khususnya soal jodoh. Oleh karenanya banyak orang yang berziarah ke tempat ini. Setiap harinya tempat ini selalu dipenuhi dengan peziarah bahkan hingga malam hari. Dan tidak jarang ada peziarah yang menginap di pantai untuk memanjatkan doa.
  • Menyaksikan Upacara Labuhan
    Upacara Labuhan biasa diadakan saat memasuki bulan Ruwah dalam kalendar Jawa. Upacara ini bertujuan untuk mengucap syukur atas perlindungan yang diberikan kepada Keraton Yogyakarta. Upacara Labuhan sendiri sebenarnya dilakukan di Gunung Merapi. Sedangkan dipilihnya Pantai Parangkusumo sebagai tempat upacara Labuhan Alit ini dikarenakan pantai ini merupakan tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dengan Nyi Roro Kidul. Dalam upacara ini, sesaji yang dipersembahkan adalah barang-barang pribadi milik Sri Sultan selaku penguasa Keraton Yogyakarta. Benda-benda tersebut berupa jarik, surjan, kuku serta rambut. Hasil bumi dan makanan khas seperti apem biasanya juga dijadikan sesaji. Setelah didoakan di Kompleks Cepuri, sesaji ini diarak oleh para abdi dalem sampai ke bibir pantai untuk kemudian dilarung. Sesaji yang dilarung ini kemudian diperebutkan pengunjung yang mencari berkah.
  • Menyaksikan Upacara Melasti
    Upacara Melasti merupakan ritual keagamaan yang dilangsungkan oleh Umat Hindu sekitar tiga atau empat hari sebelum perayaan Nyepi. Acara yang dilangsungkan setahun sekali ini bertujuan untuk membersihkan diri dari segala keburukan supaya bisa menyambut tahun baru saka dengan jiwa yang baru. Biasanya Upacara Melasti di Pantai Parangkusumo akan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Ribuan orang dalam balutan busana khas Bali akan memadati pantai ini. Tari-tarian indah juga akan disuguhkan di tepi pantai sebelum acara larung sesaji.
  • Sunset Seeing
    Seperti halnya Pantai Parangtritis, di Pantai Parangkusumo ini kamu juga bisa menyaksikan senja tanpa terhalang apapun sebab Pantai Parangkusumo memiliki garis pantai yang sangat panjang. Di Pantai Parangkusumo kamu bisa menyesap secangkir senja dalam warna-warni yang berbeda mulai dari senja keemasan hingga senja merah. Waktu terbaik untuk mengabadikan senja di Pantai Parangkusumo adalah pada bulan Juni hingga Agustus.

Lokasi dan Akses Menuju Pantai Parangkusumo

Pantai Parangkusumo terletak di Kabupaten Bantul, berjarak sekitar 30 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Tepatnya berada di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Pantai Parangkusumo berdampingan dengan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Tidak terdapat pembatas yang jelas bila kita melihat dari bibir pantainya. Hanya di bagian tepi daratnya terdapat bangunan yang berbeda.

Untuk mencapai Pantai Parangkusumo ini kamu bisa naik kendaraan pribadi roda 2 ataupun 4 dengan rute Pojok Beteng Wetan lurus ke Selatan – Jalan Parangtritis. Kamu juga bisa naik kendaraan umum dari Terminal Giwangan atau Pojok Beteng Wetan menggunakan bus jurusan Jogja – Parangtritis dan turun di sub terminal Parangtritis.

Harga Tiket

Karena pantai ini masih satu kawasan dengan pantai Parangtritis maka retribusi masuk ke pantai Parangkusumo sudah menjadi satu dengan retribusi Pantai Parangtritis yakni sebesar Rp 5.000 per orang. Tarif ini sudah termasuk asuransi jiwa.

Tempat Wisata dan Lokasi Menarik di Sekitar Pantai Parangkusumo

  • Pantai Parangtritis
    Pantai Parangtritis berada dalam satu garis dengan Pantai Parangkusumo, bahkan kedua pantai ini menjadi satu dan tidak ada garis pembatasnya. Parangtritis merupakan pantai paling populer di Yogyakarta dan tidak pernah sepi pengunjung. Di Parangtritis kamu bisa merajut cerita romantis, menyaksikan senja nan eksotis, hingga mendengarkan legenda serta kisah mistis. Jangan lupakan juga beragam aktivitas seru yang bisa kamu jajal di pantai ini seperti naik ATV, menunggang kuda, naik bendi, hingga bermain layang-layang.
  • Gumuk Pasir / Sand Dune
    Gumuk Pasir yang ada di kawasan Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo ini merupakan fenomena alam yang hanya bisa dijumpai di Indonesia dan Meksiko. Fenomena alam ini berupa gundukan-gundukan pasir hasil bentukan angin. Sepintas lihat mirip padang pasir di kawasan Timur Tengah. Dulunya tempat ini hanya dikenal oleh para pehobi foto. Namun setelah marak aktivitas sandboarding alias berseluncur di atas gundukan pasir, kini tempat ini semakin ramai oleh pengunjung. Tertarik untuk sandboarding di tempat ini?
  • Pantai Depok
    Pantai Depok juga masih di dalam satu kawasan dengan pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo. Pantai ini dikenal akan sajian kulinernya, banyak restoran dan warung-warung yang menjual seafood segar. Dipantai ini juga terdapat pasar ikan hasil tangkapan nelayan. Pada waktu-waktu tertentu, di Pantai Depok digelar beragam acara seperti festival dirgantara, festival layang-layang, hingga Jogja Air Show yang seru abis.
  • Gardu Action
    Sesuai dengan namanya Garbage Care and Education alias Gardu Action, tempat ini merupakan lokasi pengolahan sampah sekaligus tempat belajar tentang tata kelola sampah yang baik. Meski merupakan tempat pengulahan sampah, kawasan ini tidaklah kumuh dan bau melainkan terkesan sangat nyeni. Di kawasan ini terpasang berbagai instalasi seni dari sampah dan barang bekas yang asyik dijadikan lokasi selfie. Gardu Action ini berada di sudut lain Pantai Parangkusumo.
  • Landasan Paralayang Watugupit
    Jika kamu melayangkan pandang ke arah timur Pantai Parangkusumo, maka kamu akan melihat jajaran tebing karst yang tinggi. Nah, tak jauh dari Tebing Parangndog ini terdapat sebuah tempat datar yang biasa digunakan sebagai lokasi landasan olahraga paralayang. Tempat ini bernama Watugupi. Dari ketinggian Watugupit kamu bisa menyaksikan lanskap pesisir selatan Jogja secara menyeluruh hingga batas cakrawala. Tempat ini juga menjadi spot asyik untuk melihat senja dari ketinggian.
Ritual Pantai Parangkusumo
Seorang pengunjung Pantai Parangkusumo sedang melakukan ritual. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Pantai Parangkusumo
Pintu selatan komplek Cepuri Pantai Parangkusumo. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Pantai Parangkusumo
Suasana siang hari di komplek Cepuri Parangkusumo. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Pantai Parangkusumo
Pengunjung Cepuri Parangkusumo. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Cepuri Parangkusumo
Pengunjung sedang berjalan di Cepuri Parangkusumo. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Pantai Parangkusumo
Masjid di komplek Cepuri Parangkusumo. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Arca Pantai Parangkusumo
Arca di komplek Cepuri Parangkusumo. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here