Museum Gunung Merapi, Meneroka Merapi Mini dan Sejarah Gunung Api

Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman

Area Parkir Museum Gunung Merapi
Area parkir yang cukup luas di Museum Gunung Merapi. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Tak hanya bisa melihat Merapi mini yang selalu mengeluarkan asap dan gelegar gemuruhnya, kamu juga bisa belajar mengenai sejarah kegunungapian dan mitigasi bencana di Museum Gunung Merapi. Selain itu, “Mahaguru Merapi” juga menjadi film dokumenter yang layak ditonton di museum ini.

Jika ada gunung yang dimuseumkan, itu adalah Gunung Merapi. Berdiri menjulang hingga 2.968 meter di atas permukaan laut, Gunung Merapi merupakan gunung berapi paling aktif di Indonesia. Nyaris 4 tahun sekali gunung yang terletak di dua provinsi ini erupsi dan mengeluarkan material vulkanik yang meluluhlantakkan kawasan di sekitarnya. Oleh karena kedahsyatannya, maka dibangunlah Museum Gunung Merapi. Selain menjadi pusat studi tentang ilmu kebencanaan gunung api, gempa bumi, dan bencana alam lainnya, museum yang dikenal dengan nama MGM ini juga dirancang sebagai wahana edukasi dan konservasi berkelanjutan.

Diresmikan pada 1 Oktober 2009, Museum Gunung Merapi memiliki bentuk bangunan yang cukup unik yakni trapesium dengan salah satu puncaknya mengerucut membentuk segitita. Rupanya arsiterktur MGM memiliki filosofi tersendiri. Pintu utama dan pelataran museum merepresentasikan bentuk candi, puncak bangunan merepresentasikan tugu Jogja, denah bangunan yang sentripetal (memusat di tengah) merepresentasikan keraton sebagai citra dunia, dan bangunan keseluruhan sebagai representasi Gunung Merapi. Saat cuaca cerah, Gunung Merapi yang kokoh akan terlihat dari pelataran museum.

Memasuki lobby utama museum, kamu akan disambut dengan maket Gunung Merapi berukuran cukup besar. Jika kamu menekan salah satu tombol yang bertuliskan angka tahun 1969, 1994, dan 2006 maka akan terdengar suara gemuruh erupsi. Puncak Merapi mini ini kemudian mengepulkan asap dan terlihat sebaran lava pijar di lereng-lerengnya menyerupai kejadian erupsi sesungguhnya. Kamu juga bisa mendengarkan narasi mengenai sejarah letusan Merapi dalam dua bahasa.

Meninggalkan area lobby Museum gunung Merapi, kamu bisa masuk ke ruang display di lantai 1 yang terbagi menjadi beberapa zona. Display yang menarik, foto-foto yang bagus, serta keterangan yang lengkap pada masing-masing koleksi menjadi daya tarik museum ini. Keberadaan alat peraga yang interaktif juga membuatmu tidak mudah bosan. Naik ke lantai 2 kamu akan disambut dengan display dan koleksi yang lebih menarik. Tak hanya menarik untuk diamati, namun juga asyik dijadikan lokasi selfie. Selain tentang gunung api, kamu juga bisa mencoba alat peraga simulasi gempa dan tsunami. Jika tidak terburu-buru, kamu bisa melanjutkan kunjunganmu dengan menyaksikan film “Mahaguru Merapi”.

Bangunan Museum Gunung Merapi
Bagian depan dari Museum Gunung Merapi. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Museum Gunung Merapi

  • Belajar Tentang Gunung Merapi dan Gunung Api
    Museum Gunung Merapi asyik dikunjungi baik olehmu yang ngaku anak gunung maupun kamu yang tidak suka dengan gunung. Di tempat ini kamu bisa mendapatkan banyak informasi mengenai gunung-gunung berapi di dunia dan khususnya informasi tentang Gunung Merapi. Informasi-informasi tersebut disajikan dengan sangat informatif dalam bentuk foto-foto yang menawan, gambar ilustrasi, replika, hingga tayangan yang diputar di LCD. Di zona Gunung Api, kamu bisa menekan tombol di samping nama-nama gunung. Lantas sebuah lampu kecil yang menandai lokasi gunung tersebut di peta dunia dan peta Indonesia akan menyala. Kamu juga bisa memainkan alat peraga simulasi tsunami dan simulasi gempa bumi. Desain interior yang bagus membuatmu tidak mudah bosan saat berada di tempat ini. Bahkan di lantai 2 terdapat lorong cincin api yang menjadi lokasi wajib selfie saat berada di museum.
  • Menyaksikan Film Mahaguru Merapi
    Di lantai 2 Museum Gunung Merapi terdapat teater mini yang menayangkan sebuah film pendek berdurasi 24 menit. Film berjudul “Mahaguru Merapi” ini mengisahkan tentang dua sisi yang berbeda dari Gunung Merapi. Saat Merapi tertidur, keberadaannya menjadi berkah tersendiri bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Tanah nan subur, mata air dan sungai yang mengalir dari lereng-lerengnya, serta pasir dan bebatuan yang bisa ditambang menjadi sumber penghidupan bagi warga. Namun tatkala Merapi bergolak dia mampu mengancurkan semuanya tanpa sisa. Keberadaanya menjadi ancaman tersendiri. Meski begitu orang-orang tetap mencintai Merapi dan memilih tinggal didekatnya. Dengan melihat film ini kamu jadi tahu dan mengenal lebih dekat sosok Merapi nan agung.

Lokasi dan Akses Museum Gunung Merapi

Museum Gunung Merapi terletak di kawasan Kaliurang, tepatnya di Dusun Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Dari pusat kota Yogyakarta museum ini bisa ditempuh sekitar 30 – 45 menit berkendara.

Harga Tiket

  • Tiket masuk: Rp 5.000 / orang
  • Tiket mini theater: Rp 5.000 / orang

Jam Buka Museum Gunung Merapi

Museum Gunung Merapi ini buka hari Selasa – Minggu pukul 08.00 – 15.30 WIB.

Obyek Wisata dan Lokasi Asyik di Sekitar Museum Gunung Merapi

  • Museum Ullen Sentalu
    Museum yang menjadi museum terbaik di Indonesia pilihan wisatawan di website Trip Advisor ini memiliki koleksi bermacam-macam batik serta benda-benda kepunyaan Kraton Jogja dan Solo. Arsitektur museum yang unik juga menjadi daya tarik sendiri. Selain ruang koleksi, di Ullen Sentalu juga terdapat Restoran Beukenhof yang menyajikan aneka hidangan lezat. Museum Ullen Sentalu buka setiap hari Selasa – Minggu pukul 09.00 – 15.00 WIB.
  • Taman Rekreasi Kaliurang
    Taman rekeasi ini menyajikan aneka wahana permainan buat anak-anak seperti jungkat-jungkit, ayunan, perosotan, jembatan titian, halang rintang, taman lalu lintas, dan lain-lain. Lokasinya yang teduh dan dipenuhi pepohonan menjadikan asyik dijadikan tempat piknik bersama keluarga. Di taman ini juga terdapat kolam renang.
  • Tlogo Putri
    Kawasan wisata ini menjadi satu dengan terminal Kaliurang dan juga lokasi pemberangkatan wisata Merapi Lava Tour. Di area ini terdapat embung atau danau buatan, panggung hiburan, serta hutan wisata Prono Jiwo. Tiap hari minggu maupun tanggal merah, di panggung hiburan akan ada berbagai pertunjukan seni seperti jathilan, campursari, dangdut, ketoprak, dan masih banyak lagi. Bagi kamu penyuka kuliner, kamu bisa menjajal Sate Kelinci dan tongseng kopyok di kawasan ini.
  • Hutan Wisata Tlogo Nirmolo
    Hutan wisata ini sudah masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Di dalam kompleks hutan wisata terdapat 22 gua yang dibuat oleh tentara Jepang tatkala menduduki wilayah Yogyakarta. Gua-gua tersebut lantas dikenal dengan nama Gua Jepang.
  • Gardu Pandang Boyong
    Gardu pandang ini tidak terlalu jauh dari Museum Ullen Sentalu. Dari gardu pandang kamu bisa menyaksikan jurang Boyong yang membelah bukit Turgo dan Plawangan. Jika cuaca sedang cerah dan bersahabat, kamu bisa menyaksikan kegagahan Merapi dari tempat ini. Di kawasan Gardu Pandang Boyong juga terdapat banyak simbok-simbok yang menjual kuliner khas Kaliurang, jadah tempe.
Miniatur Gunung Merapi di Museum Gunung Merapi
Miniatur peraga di Museum Gunung Merapi. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Pengunjung Museum Gunung Merapi
Seorang pengunjung sedang melihat papan informasi tentang sejarah Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta dan Pantai Parangtritis. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Pengunjung Museum Gunung Merapi
Seorang pengujung sedang memperhatikan panel informasi yang membahas tentang Mitos Gunungapi Bromo “Rara Anteng & Joko Seger”. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Berfoto di Museum Gunung Merapi
Para pengunjung sedang berfoto di lokasi lorong lantau dua Museum Gunung Merapi. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Lorong Peraga Simulasi Museum Gunung Merapi
Lorong Peraga Simulasi Museum Gunung Merapi. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Ruangan Sejarah di Museum Gunung Merapi
Ruangan Sejarah di Museum Gunung Merapi. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Ruangan Sejarah di Museum Gunung Merapi
Ruangan Sejarah di Museum Gunung Merapi. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Miniatur Gunung Merapi
Miniatur peraga di Museum Gunung Merapi. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Pintu Masuk Museum Gunung Merapi
Pintu Masuk Museum Gunung Merapi. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Museum Gunung Merapi
Museum Gunung Merapi. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here