Museum Dirgantara Mandala, Jejak Sejarah Kedirgantaraan Nusantara

Jl. Kolonel Sugiono, Kompleks Lapangan Udara Adi Sucipto, Wonocatur, Daerah Istimewa Yogyakarta

Pesawat C - 47 Dakota di Museum Pusat TNI AU
Pesawat C - 47 Dakota ini pernah digunakan untuk penerobosan blokade Belanda dari dan ke Sumatra, Kalimantan dan luar negeri seperti Singapura, Philipina, India, Pakistan dan Birma. Selain memiliiki sejarah, pesawat ini juga bisa kamu naiki untuk sekedar mengetahui isi dalam pesawat. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Mengunjungi Museum Dirgantara Mandala TNI Angkatan Udara Yogyakarta akan membuka cakrawala pemikiran kita tentang sejarah dunia penerbangan di tanah air. Di dalam museum yang menjadi kebanggan para penggemar dunia kedirgantaraan dan aviasi militer ini wisatawan bisa menyaksikan koleksi alutista dan berbagai jenis pesawat.

Pilot alias penerbang adalah profesi yang banyak dijadikan cita-cita oleh kebanyakan anak-anak. Menjadi sosok dalam balutan seragam nan gagah dan mampu menerbangkan pesawat ke seluruh penjuru dunia adalah impian yang sempurna. Namun sayangnya untuk menjadi seorang pilot baik pilot sipil maupun militer bukanlah hal yang mudah, ada proses panjang dan sulit yang harus dilewati. Hingga akhirnya cita-cita menjadi penerbang kandas begitu saja. Meski mimpi menjadi penerbang sudah melayang, tak ada salahnya untuk mengunjungi Museum Dirgantara Mandala yang memiliki koleksi seputar dunia kedirgantaraan Indonesia.

Terletak di dalam kompleks TNI Angkatan Udara Yogyakarta, Museum Dirgantara Mandala menjadi satu-satunya museum di Yogyakarta yang memiliki koleksi lengkap tetang dunia kedirgantaraan dan aviasi militer. Dulunya museum dirgantara ini berada di Jakata, namun mengingat sejarah bahwa Yogyakarta merupakan tempat kelahiran TNI Angkatan Udara maka museum pun dipindahkan ke kompleks Lanud Adisucipto, Maguwo.

Display penataan ruangan Museum Dirgantara Mandala terbagi menjadi enam bagian berupa ruangan utama, kronologi 1 dan 2, paskhas, alutista, dan diorama. Setiap ruangan ditata secara runut dengan alur yang menarik sehingga pengunjung bisa menyimak sejarah penerbangan Indonesia dengan nyaman. Jika ingin mendapatkan informasi yang lebih detil, kamu bisa meminta jasa pemandu. Nantinya pemandu tur berseragam resmi angkatan udara siap mengawal pengunjung sembari membagikan informasi-informasi penting dan menerangkan tiap-tiap koleksi yang ada.

Koleksi utama yang paling menarik dari Museum Dirgantara mandalah adalah puluhan pesawat terbang, mulai dari pesawar angkut hingga pesawat tempur. Pesawat-pesawat ini jelas memiliki nilai sejarah yang panjang. Sebut saja pesawat terbang WEL–1 RI–X yang merupakan pesawat bermesin tunggal dengan tempat duduk tunggal serta sayap atas yang menjadi pesawat mesin pertama rakitan anak bangsa pada tahun 1948. Ada juga pesawat Bomber Tu-16 buatan rusia, terbesar dan paling ditakuti di masanya, pernah digunakan dalam pertempuran di Papua. Ada juga replika pesawat C-47 Dakota VT-CLA yang dulu pernah ditembak jatuh di daerah Ngoto, Bantul. Selain koleksi pesawat yang tertata rapi di ruang alutista, ada juga beberapa pesawat yang terparkir di halaman berumput hijau nan asri.

Koleksi lain yang ada di Museum Dirgantara adalah foto-foto dan torso para pejuang perintis TNI AU seperti Marsekal Muda TNI Anumerta Agustinus Adisutjipto, Marsekal Muda TNI Anumerta Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, Marsekal Muda TNI Anumerta Adi Sumarmo, Marsekal Muda TNI Anumerta Abdul Halim Perdanakusuma, dan lain-lain. Mereka adalah pemuda-pemuda pemberani yang menjadi saksi sekaligus pelopor berdirinya Angkatan Udara Indonesia. Tak hanya itu, kamu pun bisa melihat aneka koleksi foto, tanda kehormatan, pakaian dinas, buku, senjata api, , mesin pesawat, radar, bom atau roket, parasut, hingga diorama yang disusun berdasarkan kronologi peristiwa. Salah satu koleksi menarik adalah diorama Satelit Palapa dan pesawat ruang angkasa Challenger yang mengorbitkan pesawat tersebut.

Untuk kamu yang hobi narsis, kamu bisa menyewa kostum penerbang dan berfoto di dalam kokpit maupun di antara deretan pesawat nan terparkir. Sedangkan jika ingin menjajal pengalaman seru lainnya, kamu bisa masuk ke ruang simulator lantas mencoba menerbangkan pesawat Mustang P-51 yang legendaris. Tertarik mencoba?

Pesawat Tempur Taktis $-4 Skyhawk
Pesawat Tempur Taktis $-4 Skyhawk di Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Museum Dirgantara Mandala

  • Belajar Sejarah Kedirgantaraan Indonesia
    Hal pertama yang bisa kamu lakukan di Museum Dirgantara Mandala adalah belajar tentang sejarah kedirgantaraan di Indonesia melalui koleksi benda yang dimilikinya. Koleksi di museum ini sangat beragam mulai dari diorama, aneka pakaian seragam penerbang, foto, buku, alutista, pesawat sipil, pesawat tempur, hingga rudal TNI AU. Semua koleksi yang ada tertata rapi di dalam kotak kaca dan dilengkapi dengan papan informasi. Jadi kamu tidak akan bisa mengetahui langsung sejarah dari benda-benda tersebut. Sedangkan koleksi pesawat dan beberapa rudal ditempatkan di hangar yang berukuran cukup luas. Beberapa pesawat boleh dinaiki oleh pengunjung namun banyak juga yang tidak boleh dinaiki. Jadilah pejalan beretika yang tidak melanggar peraturan ya! Selain koleksi di dalam museum, di taman terbuka juga terdapat koleksi beberapa pesawat terbang dan kendaraan. Kamu pun bisa berpose di sekitar pesawat yang sedang parkir tersebut.
  • Berpose Ala Penerbang
    Ingin punya foto-foto kece ala penerbang alias pilot lengkap dengan seragamnya? Tenaaaang, di Museum Dirgantara kamu bisa melakukannya. Cukup membayar Rp 20.000, kamu sudah bisa menyewa kostum penerbang, overall dan helm. Dengan pakaian yang kece ini acara foto-foto di Museum Dirgantara pun semakin seru. Kapan lagi coba bisa foto dengan pakaian penerbang di hanggar yang dipenuhi pesawat atau di dalam kokpit kalau bukan di Museum Dirgantara.
  • Menerbangkan Pesawat P-51 Mustang
    Satu hal yang jangan kamu lewatkan saat mengunjungi Museum Dirgantara adalah menjajal simulator pesawat P-51 Mustang. Pesawat ini adalah pesawat petarung atau buru sergap jarak jauh yang sangat handal pada era perang dunia kedua. Pesawat Mustang buatan Amerika Serikat ini menjadi satu-satunya pesawat tempur yang mampu melangsungkan serangan secara mandiri maupun melaksanakan tugas pengawalan terhadap pesawat pengebom. Nah, di Museum Dirgantara ini kamu bisa mencoba menerbangkannya di ruang simulator. Tapi untuk menjajal simulator ini kamu wajib membayar bea tambahan ya!
  • Picnic Party
    Puas berkeliling di ruangan museum, kamu bisa melepas lelah dengan duduk-duduk di kursi kayu yang tersebar di halaman museum. Kursi-kursi panjang ini terletak di bawah pohon ketapang sehingga sejuk dan nyaman untuk bercengkerama. Pilihan lain adalah dengan menggelar tikar di rerumputan yang ada, lantas membuka bekal dan mengadakan piknik di samping pesawat yang terparkir di halaman. Sesekali akan terdengar dan terlihat pesawat yang terbang rendah menuju Bandara Adi Sucipto. Tapi ingat, jangan tinggalkan sampah apa pun di taman yang asri ini!
Museum Dirgantara Mandala TNI Angkatan Udara
Salah satu pesawat yang dipamerkan di luar ruangan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Lokasi dan Akses Museum Dirgantara Mandala

Museum Dirgantara Mandala terletak di Jalan Kolonel Sugiono, Kompleks Lapangan Udara Adi Sucipto, Wonocatur, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat ini sangat mudah dijangkau menggunakan moda transportasi apapun. Kamu bisa naik bus kota dan turun di SD Angkasa (setelah flyover Janti) kemudian berjalan kaki sekitar 200 meter. Sedangkan jika naik bus transjogja kamu turun di shelter Janti. Bagi kamu yang membawa kendaraan pribadi wajib lapor terlebih dulu kepada petugas jaga sembari menunjukkan identitas diri.

Harga Tiket dan Jam Buka Museum Dirgantara Mandala

  • Harga tiket: Rp 4.000 / orang
  • Jam buka: Senin – Minggu, pukul 08.30 – 15.00 WIB
  • Reservasi dan informasi: (0274) 484453

Tempat Wisata dan Lokasi Asyik di Sekitar Museum Dirgantara Mandala

  • Museum Affandi
    Berawal dari tempat tinggal sang maestro lukis, Affandi, kini bangunan yang terletak tepat di tepi kali Gajah Wong ini menjadi sebuah museum lukisan yang cukup diperhitungkan. Museum Affandi merupakan perwujudan dari mimpi dan obsesi sang maestro. Di museum yang memiliki atap menyerupai daun pisang ini kamu bisa melihat beragam koleksi lukisan dan barang-barang pribadi milik Afandi serta belajar melukis dari para pelukis kenamaan.
  • Gembira Loka Zoo
    Kebun binatang Gembira Loka atau yang kini lebih dikenal dengan nama Gembira Loka Zoo merupakan one stop recreation yang asyik dikunjungi oleh wisatawan segala wisata. Selain bisa menyaksikan koleksi satwa yang cukup lengkap, disini kamu juga bisa belajar banyak hal tentang botani maupun zoology. Sebagai tempat rekreasi, Gembira Loka Zoo dilengkapi dengan Tirta Mayang Café, aneka wahana permainan air, kapal kataraman, pertunjukan satwa terampil, dan masih banyak lagi. Berkunjunglah ke Gembira Loka Zoo sejak pagi supaya kamu bisa puas mengeksplorasi semua bagian yang ada.
Museum Dirgantara Mandala TNI Angkatan Udara Yogyakarta
Seorang wisatawan sedang memperhatikan jenis-jenis pakaian yang digunakan oleh beberapa divisi TNI Angkatan Udara. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Museum Dirgantara Mandala TNI Angkatan Udara
Bagian depan Museum Dirgantara Mandala TNI Angkatan Udara. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Museum Dirgantara Mandala TNI Angkatan Udara
Pengunjung sedang melewati bagian tanda-tanda pangkat TNI AU di Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Museum Dirgantara Mandala TNI Angkatan Udara Yogyakarta
Pesawat BT – 13 Valiant di ruang Alutsista. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Ruang Alutsista di Museum Dirgantara Mandala TNI Angkatan Udara
Beberapa koleksi pesawat yang dimiliki Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Museum Dirgantara Mandala TNI Angkatan Udara Yogyakarta
Pengujung sedang menaiki pesawat C- 47 Dakota di Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Museum Dirgantara Mandala TNI Angkatan Udara
Beberapa koleksi pesawat yang dimiliki Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Diorama di Museum Dirgantara Mandala
Salah satu diorama di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Monumen Perjuangan TNI AU Dirgantara Mandala
Monumen Perjuangan TNI AU Dirgantara Mandala. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

1 KOMENTAR

  1. Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala” adalah museum yang digagas oleh TNI Angkatan Udara untuk mengabadikan peristiwa bersejarah dalam lingkungan TNI AU, bermarkas di kompleks Pangkalan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Museum ini sebelumnya berada berada di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta dan diresmikan pada 4 April 1969 oleh Panglima AU Laksamana Roesmin Noerjadin lalu dipindahkan ke Yogyakarta pada 29 Juli 1978.

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here