Gua Maria Sendang Jatiningsih, Sensasi Devosi di Tepi Kali

Dusun Jitar, Desa Sumber Arum, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Peziarah Berdoa di Gua Maria Sendang Jatiningsih
Seorang peziarah sedang berdoa di Gua Maria Sendang Jatiningsih. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Terletak tepat di tepi aliran Kali Progo, Gua Maria Sendang Jatiningsih menawarkan kedamaian yang menyatu dengan alam bagi para peziarah yang berkunjung. Di tempat ini kamu bisa berdevosi kepada Bunda Maria di bawah naungan pohon jati atau mengambil air sendang yang menyegarkan jiwa.

Gemerisik dedaunan yang bergoyang tertiup angin seolah menjadi sambutan selamat datang bagi peziarah yang berkunjung ke Gua Maria Sendang Jatiningsih. Sesekali terdengar derik serangga dan kicau burung yang bersahut-sahutan. Semakin jauh masuk ke kompeks gua maria ini, kamu akan mendengar gemericik aliran sungai yang merdu. Semua bebunyian ini menjadi harmoni alam yang indah untuk mengiringimu beribadah.

Gua Maria Jatiningsih atau yang juga biasa disebut dengan nama Sendang Jatiningsih merupakan salah satu tempat peribadatan sekaligus peziarahan umat Katholik yang ada di daerah Moyudan, Sleman. Sebelum dibangun menjadi Gua Maria, dulunya tempat ini bernama Sendang Pusung. Pusung sendiri merupakan singkatan dari kalimat bahasa Jawa “sing ngapusi busung” yang artinya siapa yang berbohong akan terkena tulah. Kemudian namanya diubah menjadi Sendang Jatiningsih yang berarti sumber air dari rahmat Tuhan yang mendatangkan kedamaian.

Dibangunnya kawasan ini sebagai tempat peziarahan juga melalui sejarah yang panjang. Diawali pada tahun 1952, ada warga Dusun Jitar yang memutuskan untuk dibabtis dan memeluk agama Katolik. Setahun kemudian jumlah warga yang memeluk Katolik semakin bertambah banyak, hingga akhirnya setiap jumat malam mereka mengadakan ibadah. Selain itu mereka juga kerap berlatih kesenian seperti karawitan, kethoprak, serta selawatan. Hal itu lantas menggerakkan hari seorang umat bernama Ignatius Purwidono untuk menghibahkan tanah miliknya yang berada di tepi Kali Progo sebagai tempat ibadah yang sekarang menjadi Gua Maria Sendang Jatiningsih.

Setelah dana swadaya dari umat terkumpul, maka dimulailah pembangunan Gua Maria Sendang Jatiningsih. Batu putih untuk dinding gua diambil dari Gunung Kidul, sedangkan patung Bunda Maria dibuat oleh seorang pematung asal Muntilan. Gua Maria ini diresmikan pada tahun 1986. Pada tahun 1999 dilakukan renovasi atas Gua Maria Jatiningsih dan dilakukan pemberkatan oleh Uskup Agung Semarang pada 17 Desember 2000. Kini Gua Maria Sendang Jatiningsih tidak hanya dijadikan tempat beribadah warga Jitar, namun sudah dijadikan sebagai tempat peziarahan oleh umat Kalotik dari berbagai tempat.

Devosi di Pinggir Kali (Gua Maria Sendang Jatiningsih)

Gua Maria Sendang Jatiningsih-5
Gua Maria Sendang Jatiningsih, Yogyakarta. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Sejak awal dibangun, Gua Maria Sendang Jatiningsih memang dikonsep terbuka dan menyatu dengan alam. Pohon-pohon jati berukuran besar dibiarkan terus tumbuh sehingga daunnya bisa memayungi umat yang berdoa di depan gua. Di tempat ini kamu bisa berdoa di bawah langit biru dan ditemani hembusan angin yang sejuk. Namun yang paling menyenangkan dari semuanya adalah bunyi gemericik air yang mengalir tiada henti.

Seperti yang sudah disebutkan di awal, Gua Maria Sendang Jatiningsih dibangun tepat di pinggir aliran Sungai Progo. Hal ini menjadikan kawasan Sendang Jatiningsih menjadi sejuk dan segar. Gemericik air bukan menjadi pengganggu namun justru menambah syahdu suasana. Namun saat banjir tiba, suara gemericik akan berubah menjadi gemuruh yang sedikit menciutkan nyali. Tapi kamu tak perlu takut, sebab air yang berwarna cokelat pekat itu tak akan sampai ke kawasan sendang. Di tempat ini kamu akan menemukan ketenangan jiwa dan raga.

Seperti layaknya Gua Maria pada umumnya, di tempat ini juga terdapat sebuah sendang atau mata air. Dulunya mata air ini terbuka, namun kini sudah ditutup dengan kaca dan airnya dialirkan melalui beberapa kran yang terpasang di dinding kapur. Air yang mengalir ini diberi nama Tirta Wening Banyu Panguripan atau yang bermakna air bening pemberi kehidupan. Kamu bisa membasuh wajah dan kaki di sumber air ini. Selain itu, banyak juga peziarah yang membawa pulang air suci ini sebagai oleh-oleh.

Kini Gua Maria Sendang Jatiningsih semakin berbenah. Tempat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang untuk mempermudah aktivitas para peziarah. Fasilitas tersebut antara lain toilet, kios souvenir dan makanan, tempat parkir yang luas, aula St. Aloysius yang bisa digunakan untuk berbagai acara, kapel terbuka, serta pendopo. Selain itu di tempat ini juga dibangun penginapan yang bisa dijadikan tempat retreat atau rekoleksi.

Lokasi dan Akses Gua Maria Sendang Jatiningsih

Gua Maria Sendang Jatiningsih terletak 17 km di barat Kota Yogyakarta, tepatnya di Dusun Jitar, Desa Sumber Arum, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman. Tempat peziarahan ini bisa ditempuh menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Untuk kendaraan pribadi kami tinggal menyusuri rute Tugu Joga – Perempatan Demak Ijo – Pasar Godean. Dari Pasar Godean kamu masih harus berkendara terus ke arah barat sekitar 6 km sampai menjumpai papan penunjuk Gua Maria Sendang Jatiningsih di kiri jalan. Jika sudah bertemu petunjuk arah tersebut kamu belok kiri dan ikuti jalan. Sendang Jatiningsih berada sekitar 900 meter dari jalan utama.

Sedangkan bagi kamu yang tidak membawa kendaraan pribadi, kamu bisa naik angkutan umum dari Terminal Giwangan. Silahkan naik bus Prayogo dengan tujuan Jogja – Ngapak atau bus Pemuda dengan rute Jogja – Girimulyo. Sesampainya di terminat satelit Ngapak kamu turun dan melanjutkan dengan berjalan kaki melewati Dusun Pingitan. Sekitar 10 menit menuju Gua Maria Sendang Jatiningsih.

Jadwal Misa di Gua Maria Sendang Jatiningsih

  • Malam Jumat pertama / Kamis minggu pertama di tiap bulan: Pukul 19.00 WIB
  • Rabu (kecuali Rabu pertama di tiap bulan): Pukul 17.30 WIB

Tips Berkunjung ke Gua Maria Sendang Jatiningsih

  • Selama berkunjung ke tempat ini harap untuk selalu menjaga ketenangan supaya tidak mengganggu umat lain yang sedang berdevosi.
  • Bagaimanapun juga Gua Maria Sendang Jatiningsih merupakan tempat untuk berdoa dan beribadah, jadi sebisa mungkin kenakan pakaian yang sopan dan tidak terlalu terbuka.
  • Jika ingin mendapatkan suasana yang khas, datanglah berkunjung selama bulan Mei dan Oktober dimana pada bulan-bulan tersebut jumlah peziarah mencapai puncaknya. Hal ini dikarenakan bulan tersebut bertepatan dengan bulan Maria dan bulan Rosario.
  • Jika kamu ingin hunting foto, pastikan tidak mengganggu kekhusyukan umat yang sedang beribadah di Gua Maria Sendang Jatiningsih. Jadilah fotografer dan pejalan yang beretika dan menghargai privasi orang lain.

Tempat Wisata dan Lokasi Menarik di Sekitar Gua Maria Sendang Jatiningsih

  • Sendangsono
    Jika kamu melanjutkan perjalanan terus ke arah barat, maka kamu akan menjumpai Sendangsono yang juga dikenal sebagai Lourdes-nya Indonesia. Tempat peziarahan yang bangunannya diarsiteki oleh Romo Mangun ini berada dalam pelukan Bukit Menoreh, tepatnya di di Dusun Semagung, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo. Di kawasan yang asri ini kamu bisa merasakan sejuknya udara perbukitan, menikmati keindahan rancangan arsitektur Romo Mangun, menyusuri jalan salib, hingga berdoa di bawah kaki Bunda Maria.
  • Puncak Suroloyo
    kalau kamu ingin menyaksikan Borobudur yang terlihat begitu mungil, maka Puncak Suroloyo adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Suroloyo merupakan puncak tertinggi dari Perbukitan Menoreh. Di kawasan ini terdapat beberapa puncak yang harus dicapai dengan cara mendaki ratusan anak tangga. Jika kamu datang pada saat yang cerah, kamu bisa melihat jajaran gunung gemunung seperti Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan gunung-gunung pendek lainnya. Saat malam tiba, tempat ini menjadi salah satu tempat terbaik untuk melihat milkyway. Salah satu yang terkenal dari Suroloyo adalah kopi dan duriannya. Jadi pastikan untuk tidak lupa mencicipi keduanya.
  • Studio Pembuatan Keris Empu Djeno Harumbrojo
    Terletak di Dusun Gatak, Desa Sumberagung, Moyudan, padepokan ini menjadi salah satu dari sedikit tempat pembuatan keris yang masih tersisa di Jogja. Di tempat ini kamu bisa menyaksikan sang empu yang membuat keris secara tradisional lengkap dengan sesaji dan laku tirakat. Ada beberapa tahapan pembuatan keris yang bisa kamu lihat seperti pemilihan pesi, penentuan pamor, pembakaran dan penempaan, pembuatan luk, pengikiran, dan penyepuhan. Kalau kamu penasaran dengan proses pembuatan keris yang rumit, maka kamu wajib bertandang ke tempat ini.
Peziarah Berdoa di Gua Maria Sendang Jatiningsih
Seorang peziarah sedang berdoa di Gua Maria Sendang Jatiningsih. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Gua Maria Sendang Jatiningsih
Patung Bunda Maria menggendong Yesus di Gua Maria Sendang Jatiningsih. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Jalan Salib di Gua Maria Sendang Jatiningsih-7
Selain gua, di Gua Maria Sendang Jatiningsih juga bisa melakukan jalan salib. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Kapel Adorasi Ekaristi Abadi di Gua Maria Sendang Jatiningsih
Kapel Adorasi Ekaristi Abadi di Gua Maria Sendang Jatiningsih, Yogyakarta. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Gua Maria Sendang Jatiningsih
Di Gua Maria Sendang Jatiningsih juga terdapat ilustrasi Yesus di salib dengan medium patung. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Patung Yesus di Salib di Gua Maria Sendang Jatiningsih
Di Gua Maria Sendang Jatiningsih juga terdapat ilustrasi Yesus di salib dengan medium patung. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here