Candi Ijo, Menghalau Risau di Ketinggian Bukit Hijau

Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Ijo di Malam Hari, Yogyakarta
Candi Ijo adalah candi di Yogyakarta yang terletak paling tinggi. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Menyembul di antara pepohonan yang menghiasi puncak bukit, Candi Ijo menjadi candi dengan lokasi pembangunan tertinggi dibandingkan candi-candi lain di Yogyakarta. Selain bisa menikmati keagungan budaya masa lalu, dari ketinggian Candi Ijo kamu juga bisa menyaksikan lanskap alam yang indah hingga duo Merapi Merbabu beserta senja yang epic.

Jika Kabupaten Gunungkidul kaya dengan deretan pantai berpasir putih nan indah, maka Kabupaten Sleman merupakan rumah bagi candi-candi megah. Candi baik yang beraliran Hindu maupun Budha ini menyebar mulai dari kaki Merapi di utara hingga perbukitan Batur Agung di sisi selatan. Setiap candi memiliki kekhasan dan pesonanya tersendiri. Nah, dari sekian banyak candi-candi tersebut ada satu candi yang menarik untuk dikunjungi, yakni Candi Ijo.

Candi Ijo terletak pada ketinggian 410 mdpl sehingga ditahbiskan sebagai candi dengan lokasi tertinggi di Yogyakarta. Kompleks Candi Ijo merupakan kompleks percandian yang berada di atas puncak Bukit Hijau atau Gumuk Ijo. Situs candi ini berupa lahan berteras-teras yang dikelilingi tebing. Lahan yang menjadi darat peletakan bangunan terdiri atas tanah cadas. Tanah tersebut terbilang labil. Saat musim penghukan sangatlah becek, namun ketika musim kemarau tiba tanahnya menjadi sangat kering dan retak-retak.

Kompleks Candi Ijo terdiri dari 17 struktur bangunan pada 11 teras berundak. Di teras puncak atau teras paling atas terdapat candi induk dan tiga candi perwara alias candi pendamping. Halaman candi dipenuhi rumput yang hijau segar sehingga asyik dijadikan tempat piknik. Berada disini kamu akan merasakan suasana yang tenang dan damai. Kamu juga bisa menikmati panorama alam di bawah candi berupa teras-teras seperti di daerah pertanian dengan kemiringan yang curam. Jika cuaca cerah, kamu bisa melihat pesawat yang mendarat di Bandara Adisucipto, juga Gunung Merapi Merbabu yang berdiri dengan gagah.

Baca juga: Gunung Merapi, Menggapai Puncak Gunung Paling Aktif di Indonesia

Berdasarkan temuan arca-arca di Candi Ijo, dapat diketahui bahwa candi ini merupakan candi Hidu dan dibangun antara tahun 850 – 900 Masehi. Dengan fakta tersebut maka Candi Ijo memiliki hubungan dengan raja-raja yang berkuasa pada tahun tersebut, yakni Rakai Pikatan dan Rakai Kayuwangi. Dari penelitian dapat diketahui bahwa bangunan candi ini dulunya merupakan bangunan pemujaan. Hingga kini proses penelitian tentang Candi Ijo masih terus berlanjut.

Jika kamu tertarik untuk berkunjung ke candi nan cantik ini, waktu terbaik yang bisa kamu pilih adalah saat pagi atau sore hari, dan tentu saja keduanya menawarkan pemandangan yang berbeda. Jika kamu datang pagi-pagi, kamu bisa menikmati suasana candi yang sedikit mistis dan dingin akibat embun yang belum sepenuhnya menguap. Namun paparan sinar mentari pagi di atas bebatuan candi akan menampilkan warna batuan yang cemerlang. Jika beruntung kamu juga bisa melihat lautan kabut yang menyelimuti daerah kaki bukit.

Kamu akan menjumpai pemandangan yang berbeda jika datang pada sore hari. Pada saat itu rumput hijau di halaman candi terasa hangat dan nyaman untuk diduduki. Kamu pun bisa menyaksikan pesona matahari terbenam di ufuk barat serta langit yang berubah menggelap. Tapi pastikan kamu hati-hati saat pulang, sebab jalannya berupa turunan tajam.

wisata Candi Ijo, Yogyakarta
Para pengunjung Candi Ijo, Sleman, Yogyakarta. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Aktivitas yang Bisa di Lakukan di Candi Ijo

  • Menikmati Kemegahan Candi
    Kompleks Candi Ijo terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi ke dalam 11 teras berundak. Pada teras ke 11 terdapat bangunan candi utama. Di dalam bilik candi induk terdapat lingga yoni yang melambangkan Dewa Siwa yang menyatu dengan Dewio Parwati. Sedangkan di dinding luarnya terdapat relung-relung untuk menempatkan arca Agastya, Ganesa, dan Durga. Di depan candi induk terdapat tiga candi perwara yang menghadap ke timur. Selain bangunan candi yang masih utuh ini, di kompleks ini juga terdapat banyak puing-puing bebatuan yang belum selesai disusun ulang. Menikmati kemegahan candi yang berada di lereng bukit ini akan menjadi hal yang mengasyikkan.
  • Picnic Party
    Kalau kamu berencana ingin mengadakan picnic party, Candi Ijo adalah lokasi yang tempat untuk menyelanggarakan acara tersebut. Di kompleks Candi Ijo terdapat hamparan tanah lapang berumput hijau yang bisa dijadikan tempat menggelat tikar atau karpet. Suasananya yang masih sepi dibandingkan dengan Candi Prambanan atau Candi Ratu Boko membuat acara piknikmu lebih nyaman dan tidak terlalu terganggu dengan aktivitas pengunjung lain. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan bonus berupa pemandangan indah yang terhampar jauh hingga ke batas cakrawala. Lokasinya yang jauh dari jalan besar membuat tempat ini tergolong sepi dan bebas dari hiruk pikuk kendaraan maupun polusi udara. Jadi jangan ragu untuk segera mengemasi tikarmu, mempersiapkan aneka bekal, lantas piknik ceria di Candi Ijo.
  • Sunset Seeing
    Letaknya yang berada di lereng Perbukitan Batur Agung menjadikan kompleks Candi Ijo ini memiliki pemandangan yang indah. Dari ketinggian candi kamu bisa menyaksikan panorama alam di bawahnya berupa teras-teras seperti di daerah pertanian dengan kemiringan yang curam. Pandanganmu pun akan bebas hingga menumbuk batas cakrawala. Saat senja datang, kamu bisa menyaksikan semesta yang meredup perlahan, lantas bulatan mentari menghilang di garis horizon. Biasanya pada saat senja seperti ini warna langit menjadi begitu semarak. Burung-burung pun akan terbang bergerombol pulang kembali ke sarangnya. Menikmati senja sembari duduk di hamparan rumput hijau Candi Ijo adalah pilihan yang tepat.

Lokasi dan Akses ke Candi Ijo

Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Untuk mencapai Candi Ijo kamu harus menempuh tanjakan yang cukup terjal, karena itu pastikan kendaraanmu dalam kondisi prima supaya tidak macet di tengah jalan. Dari arah Yogyakarta kamu bisa menempuh rute Jalan Solo (Jl. Adi Sutjipto) – Kalasan – Terminal Prambanan (belok kanan) – Ratu Boko – setelah itu belok kiri dan terus mendaki hingga tiba di kompleks candi. Tidak ada angkutan umum yang melayani trayek hingga tempat ini, sehingga satu-satunya cara menuju kesini adalah membawa kendaraan sendiri.

Harga Tiket Candi Ijo

Untuk menikmati kemegahan Candi Ijo kamu tidak perlu membayar tiket masuk alias gratis. Yang perlu kamu lakukan adalah membayar bea parkir kendaraan lantas lapor kepada penjaga yang bertugas.

Obyek Wisata dan Lokasi Asyik di Sekitar Candi Ijo

  • Tebing Breksi
    Kalau Semarang memiliki Brown Canyon, maka Sleman pun tak mau kalah dengan memiliki White Canyon alias Tebing Breksi. Tempat ini dulunya merupakan area penambangan kapur, namun oleh pemerintah Sleman kawasan ini dipoles sedemikan rupa hingga menjadi destinasi menarik. Tempat yang berada di sisi jalan menuju Candi Ijo ini diresmikan pada tahun 2015 dan dilengkapi dengan amphiteater. Dari Taman Wisata Tebing Breksi ini kamu bisa melayangkan pandangmu jauh ke bawah hingga melihat Candi Prambanan, Candi Sojiwan, serta Candi Barong.
  • Desa Teletubbies / Kompleks Rumah Dome
    Kampung yang memiliki nama resmi New Nglepen Village ini dikenal sebagai Desa Teletubbies karena rumah-rumahnya berbentuk dome alias setengah lingkaran yang menyerupai rumah teletubbies. Rumah tersebut merupakan rumah tahan gempa yang dibangun tahun 2006 sesaat setelah gempa besar meluluhlantakkan Yogyakarta. Karena bentuknya yang unik, tempat ini pun dikembangkan menjadi desa wisata. Kamu bisa berkunjung ke Desa Teletubbies ini guna mencicipi rasanya tinggal di rumah dome serta naik kereta kelinci mengitari desa.
  • Istana Ratu Boko
    Kompleks Istana atau Candi Ratu Boko ini merupakan cagar budaya yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra sekitar tahun 792 M. Kompleks istana ini bernama Abhyagiri Vihara yang berarti biara di bukit penuh kedamaian. Hal ini dikarenakan lokasi Ratu Boko yang berada di atas bukit setinggi 196 mdpl. Meski yang tersisa saat ini hanya puing-puingnya, Istana Ratu Boko tetap menarik untuk dikunjungi. Dari sela-sela gapura candi yang berdiri gagah, kamu bisa menyaksikan salah satu senja terbaik di Yogyakarta.
  • Candi Barong
    Situs budaya ini terletak di di Dusun Candisari, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, tak jauh dari Istana Ratu Boko. Candi yang terletak agak jauh dari jalan utama ini memiliki hiasan kala barong yang tersenyum di tiap sisinya. Konon Candi Barong dibangun sebagai tempat petani memuja Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Candi Barung cukup unik, karena terletak di atas teras batu yang menyerupai punden berundak. Waktu terbaik untuk mengunjungi Candi barong adalah di kala senja.
wisata Candi Ijo, Yogyakarta
Para pengunjung Candi Ijo, Sleman, Yogyakarta. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Sunset Candi Ijo, Yogyakarta
Para pengunjung Candi Ijo sedang menikmati sunset. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Sunset Candi Ijo, Yogyakarta
Para pengunjung Candi Ijo sedang menikmati sunset. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Sunset Candi Ijo, Yogyakarta
Para pengunjung Candi Ijo sedang menikmati sunset. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Sunset Candi Ijo, Yogyakarta
Para pengunjung Candi Ijo sedang menikmati sunset. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

4 KOMENTAR

  1. Seius saya baru denger ada Candi Ijo di Yogyakarta. Padahal 6 taun di sana.
    BTW itu, poto paling atas bukan HANTU kan?? kog kayaknya gag nginjek bumi yaa.. #gagalFokus
    Foto silhouette-nya AJIB. Keren!

    • Ah… Masa mas baru denger Candi Ijo yang populer itu? Hehehe…
      Itu bukan hantu maa, manusia beneran itu. Hehehe.. Foto jaman levitasi sedang booming di Indonesia itu Mas.

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here