Bukit Bintang Jogja, Panggung Pertunjukan Orkestra Cahaya Lampu Kota

Bukit Bintang-Jogja
Warung-warung di Bukit Bintang Jogja, Gunungkidul. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Perpaduan kemilau gemintang yang membedaki angkasa serta pendar lampu kota nun jauh di lembah menciptakan lautan cahaya nan megah. Tak heran jika Bukit Bintang Jogja ini menjadi tempat terbaik untuk menikmati Jogja citylight sekaligus tempat hangout asyik bersama sahabat.

Cahaya mentari makin meredup, seiring dengan mega yang berubah warna. Perlahan sang raja pun beristirahat dari singgasanya dan angkasa berubah menjadi gelap. Namun jauh di bawah sana, pendar cahaya baru mulai bermunculan. Awalnya hanya berupa titik-titik kecil. Tapi semakin malam cahaya itu semakin benderang dan meluas. Kini seluruh kota berubah menjadi lautan cahaya yang berkilau terang.

Fragmen tersebut bukanlah penggalan dongeng pengantar tidur, melainkan pemandangan yang bisa kamu jumpai jika kamu bertandang ke Bukit Bintang. Terletak di ketinggian Pegunungan Sewu, Bukit Bintang Jogja atau yang juga dikenal dengan nama Hargo Dumilah menjadi tempat terasyik untuk menikmati panorama Jogja di malam hari. Dari tebing yang terletak tepat di pinggir jalan, kamu bisa melayangkan pandang jauh ke depan dan melihat warna-warni cahaya yang berkilauan. Selain cahaya yang berasal lampu rumah dan lampu jalan, kamu juga bisa melihat cahaya bergerak yang berasal dari lampu kendaraan.

Awalnya Bukit Bintang yang berada di Jogja ini hanyalah punggungan bukit biasa yang merupakan jalan utama Yogyakarta – Wonosari. Saat malam tiba, orang-orang yang berkendara dari Jogja ke Wonosari atau sebaliknya bisa melihat lampu kota. Beberapa orang kerap berhenti sejenak untuk melepas lelah sekaligus menikmati panorama tersebut. Lambat laun tempat itu pun semakin ramai. Tak hanya dijadikan tempat pemberhentian orang-orang yang melakukan perjalanan namun juga didatangi muda-mudi dari Jogja dan sekitarnya untuk nongkrong. Akhirnya kawasan Bukit Bintang pun menjadi ramai dan dikembangkan menjadi destinasi wisata.

Selain kursi beton yang panjang, di tempat ini kini terdapat banyak warung dan restaurant sebagai tempat nongkrong, hingga losmen untuk menginap. Di warung-warung yang tersebar di pinggir jalan itu kamu bisa menikmati wedang jahe, kopi, teh hangat, atau es kelapa muda dan jagung bakar. Sambil menikmati makanan dan obrolan hangat bersama kawan, kamu bisa melihat lansekap Jogja di malam hari yang mempesona.

Bukit Bintang Jogja biasanya mulai dipadati pengunjung saat sore hari. Mereka adalah orang-orang yang baru pulang dari berwisata ke kawasan pantai atau memang mengkhususkan diri datang ke tempat ini guna mencari udara segar. Dari tempat ini kamu bisa melayangkan pandang ke segala penjuru. Saat cuaca cerah, kamu bisa melihat Gunung Merapi yang gagah. Pesawat yang landing maupun take off di Bandara Adisucipto pun bisa terlihat dengan jelas. Pada malam tahun baru, Bukit Bintang juga menjadi spot yang strategis untuk melihat pesta kembang api dari kejauhan.

Bukit Bintang-Jogja
Suasana malam di Bukit Bintang Jogja, Gunungkidul. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Bukit Bintang Jogja

  • Melihat Kerlip Gemintang dan Lautan Lampu Kota
    Kalau kamu suka dengan pemandangan kerlip lampu kota di malam hari, maka Bukit Bintang Jogja adalah tempat yang cocok untuk kamu kunjungi. Dari warung-warung atau kursi beton panjang yang berbatasan dengan tebing, kamu bisa melihat gemerlap Jogja di malam hari. Jutaan pendar cahaya lampu yang menghiasi bangunan serta lampu-lampu kendaraan yang lalu lalang akan menjadi pemandangan indah. Jika kamu sudah lama tinggal di Jogja, kamu bisa saja bermain tebak-tebakan dengan sahabatmu tentang kawasan mana yang terlihat sangat benderang. Dari Bukit Bintang Jogja ini kamu juga bisa melihat Jalan Solo yang melintang dari barat ke timur. Selain gebyar lampu kota, kamu juga bisa menyaksikan gemintang yang bertaburan di langit gelap laksana bubuk cahaya. Meski pendarnya kalah oleh sinar lampu kota, tetap saja bintang-bintang itu terlihat indah.
  • Menikmati Langit Senja
    Katanya senja itu momen yang romantis. Tak heran jika akhirnya banyak penyair, musisi, penulis, dan seniman yang karyanya terinspirasi oleh senja. Menikmati kemegahan langit senja bersama orang tercinta memang terdengar klise. Tapi percayalah, terkadang yang klise itu justru akan selalu dikenang sepanjang masa. Dari Bukit Bintang Jogja kamu pun bisa menyaksikan pertunjukan orkestra senja. Langit yang tadinya biru cerah perlahan akan berganti warna menjadi merah muda, merah sepang, lantas jingga. Terkadang senja berwarna ungu, kuning keemasan, hingga biru megah. Jika cuaca cerah, kamu juga bisa menyaksikan Gunung Merapi yang berdiri gagah. Selepas mentari tenggelam diperaduannya, satu persatu lampu mulai menyala dan akhirnya berubah menjadi lautan cahaya. Epic!
  • Makan Malam Romantis
    Tak ada salahnya sesekali mengajak pasangan untuk dinner di tempat yang tidak biasa. Di Bukit Bintang Jogja terdapat beberapa restaurant yang bisa dijadikan lokasi dinner romantis. Bahkan beberapa restaurant menyediakan venue outdoor sehingga kalian bisa langsung melihat lampu kota sembari menunggu makanan tiba. Dibawah guyuran cahaya rembulan dan pendar lilin, acara makan malam kalian pasti akan berlangsung seru.
  • Nongkrong Bareng Sahabat
    Kalau sedang suntuk dan bosan nongkrong di tengah kota, langsung saja geber kendaraanmu menuju Bukit Bintang Jogja. Tak sampai satu jam, kamu sudah bisa tiba di tempat yang asyik untuk hangout bersama kawan-kawanmu. Kalau kursi beton di pinggir jalan sudah dipenuhi orang, kamu bisa melipir ke warung-warung yang bertebaran di kawasan ini. Secangkir kopi panas atau teh hangat serta jagung rebus akan membuat acara nongkrongmu dengan sahabat semakin seru. Jika masih punya energi lebih, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke pantai atau ke Gunung Nglanggeran dan menikmati sunrise dari tempat tersebut.
  • Membuat Video Timelapse
    Kalau kamu lagi suka banget bikin video timelapse, kamu wajib membuat timelapse dari tempat ini. Kenapa harus? Karena dari Bukit Bintang Jogja ada obyek kece yang bisa kamu bidik. Salah satu yang utama tentu saja mengabadikan langit senja yang berubah warna lengkap dengan awan yang berarak pelan. Setelah itu kamu bisa melanjutkan dengan membuat timelapse Jogja cityscape, dari yang langitnya masih terang hingga satu persatu lampu rumah penduduk dinyalakan dan akhirnya daerah bawah berubah menjadi lautan cahaya. Belum lagi kendaraan yang lalu-lalang di jalanan. Dijamin hasil video timelapse-mu bakalan ciamik!

Lokasi dan Akses Bukit Bintang Jogja

Kawasan Bukit Bintang Jogja terletak di perbatasan Bantul – Gunungkidul. Tepatnya di daerah Patuk, di tepi jalan utama yang menghubungkan Kota Yogyakarta dan Wonosari. Dari Kota Jogja kamu cukup menyusuri Jalan Wonosari, Piyungan, lantas tiba di Bukit Patuk Gunungkidul. Di kanan jalan kamu akan melihat deretan warung-warung serta kursi beton panjang yang menghadap langsung ke Kota Jogja, itulah lokasi Bukit Bintang Jogja.

Berhubung terletak di tepi jalan raya, akses menuju Bukit Bintang Jogja sangatlah mudah. Jika tidak membawa kendaraan sendiri kamu bisa naik bus jurusan Jogja – Wonosari dari perempatan Ringroad atau dari Terminal Giwangan, kemudian turun tepat di Bukit Bintang Jogja. Namun jam operasional bus kota ini terbatas hanya sampai sore hari. Jadi jika kamu ingin menikmati keindahan Jogja di malam hari kamu tetap harus membawa kendaraan pribadi atau naik taksi maupun ojek.

Retribusi di Bukit Bintang Jogja

Tidak ada retribusi yang perlu dibayarkan untuk nongkrong di kawasan ini. Paling kamu hanya perlu menyiapkan uang untuk membayar parkir kendaraan serta membeli makanan atau minuman.

Obyek Wisata dan Lokasi Asyik di Sekitar Bukit Bintang Jogja

  • Gunung Api Purba Nglanggeran
    Kalau kamu ingin mendaki gunung dalam durasi waktu yang singkat, maka Gunung Nglanggeran adalah pilihan yang tepat. Gunung yang terdiri dari susunan batu-batu raksasa ini memiliki trek yang bervariasi dan cukup menantang, mulai dari jalan coblock, tangga batu, jalan makadam, jalan setapak, hingga lorong sempit diapit tebing batu. Dengan durasi antara satu hingga 2 jam perjalanan, kamu sudah bisa menjejakkan kaki di Puncak Gede yang merupakan puncak utama. Namun jika kamu hanya ingin melihat Kota Jogja dari ketinggian, kamu bisa saja berhenti di pos 1 dan tidak perlu melanjutkan pendakian ke puncak. Sebagai salah satu kawasan wisata unggulan di Yogyakarta, Gunung Nglanggeran telah dilengkapi dengan beragam fasilitas yang memudahkan wisatawan.
  • Embung Nglanggeran
    Masih satu kawasan dengan Gunung Nglanggeran, embung atau telaga buatan ini memiliki fungsi ganda yakni sebagai sarana irigasi kebun buah serta sebagai destinasi wisata. Jika kamu datang di sore hari dan cuaca cerah, kamu bisa melihat senja yang indah dari Embung Nglanggeran. Lokasinya yang tinggi menjadikanmu bisa melihat matahari terbenam di cakrawala dengan jelas tanpa terhalang apa pun. Saat pagi hari, kamu bisa jogging di tepian embung dan melihat bias sinar matahari pagi di permukaannya.
  • Gunung Ireng
    Gunung Ireng merupakan destinasi wisata baru yang mulai bersinar pamornya. Terletak di kawasan Pengok, Patuk, Gunungkidul, Gunung Ireng menjadi salah satu tempat menikmati panorama fajar yang menyegarkan. Meski bernama gunung, sejatinya Gunung Ireng hanyalah sebuah bukit berbatu dengan puncak yang gundul. Topografinya mirip dengan Gunung Nglanggeran. Di atas Gunung Ireng ini kamu bisa melihat lautan kabut yang menyelimuti lembah dan perbukitan di bawah, serta matahari yang merangkak naik. Retribusi tempat ini cukup murah, hanya Rp 3.000 per orang.
  • Candi Abang
    Meski bernama Candi Abang, kamu tidak akan menemukan bangunan candi berwarna merah jika mengunjungi tempat ini. Sebaliknya, kamu akan menemukan gundukan tanah yang dilapisi rumput hijau laksana bukit telletubies. Bangunan candi yang terbuat dari susunan batu bata berwarna merah dan berbentuk seperti piramida telah tertutup oleh tanah dan rumput tebal. Meski begitu kamu tidak perlu kecewa, sebab kamu bisa menikmati pemandangan padang rumput nan indah lengkap dengan kupu-kupu yang berterbangan di atasnya. Candi Abang ini terletak di Dusun Sentonoreji, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman.
Bukit Bintang-Jogja
Para wisatawan sedang menikmati air mancur yang terledak di area Bukit Bintang Jogja, Gunungkidul. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Bukit Bintang-Jogja
Warung-warung di Bukit Bintang Jogja, Gunungkidul. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here