Gunung Bromo, Dari Pasir Berbisik Hingga Panorama Sunrise Terbaik

Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang

Gunung Bromo From Penanjakan
Lenskap Gunung Bromo dari Penanjakan. (Sepdes Sianaga/Maioloo.com)

Lanskap yang unik dan indah menjadikan Gunung Bromo sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Selain dikenal karena pesona sunrise yang eksotis, Gunung Bromo juga dikenal dengan lautan pasir dan bukit Teletubbiesnya. Tak hanya itu, wisatawan yang berkunjung ke tempat ini pun dibuat terbuai dengan ritus budaya Yadnya Kasada.

Gunung Bromo merupakan salah satu objek wisata di Jawa Timur yang menjadi primadona dan magnet kuat penarik kunjungan wisatawan. Gunung Bromo menyajikan panorama indah bagi siapapun yang datang untuk sekedar menyaksikan terbit dan tenggelamnya sang surya di ufuk jauh atau menggali kearifan budaya lokal. Meski bukan satu-satunya gunung yang indah di Jawa Timur, Gunung Bromo tetap menjadi destinasi primadona wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sebagai salah satu gunung berapi yang masih aktif, Gunung Bromo memiliki sebuah kawah di puncak gunung. Kawasan yang masuk dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini dikelilingi dengan lembah atar ngarai lengkap dengan lautan pasir yang sangat luas. Bahkan lautan pasir ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri di kawasan Gunung Bromo.

Di sini ada satu spot yang biasa disebut oleh penduduk lokal ataupun tourist guide setempat dengan istilah pasir berbisik. Hal ini dikarenakan di spot tersebut terdapat pasir yang sangat halus dan apabila tersapu oleh hembusan angin maka pasir-pasir itu akan menciptakan bebunyian tersendiri seolah-olah pasir tersebut berbisik di telinga kita.

Sebenarnya Bromo tidak hanya terdiri dari lautan pasir yang luas saja, tetapi jika kita mau sedikit ke selatan, di balik Gunung Bromo terdapat padang rumput atau sabana yang sangat luas dan indah dan kontras dengan pemandangan kering di sebaliknya. Ada sebutan unik untuk menggambarkan bukit-bukit hijau di selatan Gunung Bromo ini, yakni bukit Teletubbies. Pemandangan disini mirip dengan gundukan-gundukan bukit yang menjadi rumah Teletubbies. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah bukit elok yang berselimutkan rumput hijau dan bunga liar.

Selain pemandangannya yang eksotis, di kawasan Gunung Bromo juga menyuguhkan legenda yang menarik. Konon pada jaman dahulu ketika kerajaan Majapahit mengalami serangan dari kerajaan lain, penduduk asli Majapahit kebingungan dan memutuskan untuk melarikan diri serta mencari tempat tinggal baru. Mereka terpecah menjadi beberapa bagian, ada yang melarikan diri ke Bali, ke Banyuwangi (Osing), serta ke kawasan Gunung Bromo. Itulah yang menjadi alasan kenapa masyarakat Tengger memeluk agama Hindu, yang merupakan agama warisan nenek moyang mereka bangsa Majapahit.

Bagi penduduk sekitar, Bromo dianggap sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada yang dilaksanakan pada tanggal 14 bulan Kasada dalam penanggalan Jawa kuno. Dalam upacara tersebut diadakan pemberkatan umat Hindu dan melarung sesaji di kawah Gunung Bromo. Pada saat upacara tersebut, adalah saat dimana puncak kepadatan wisatawan di Gunung Bromo.

Sunrise Gunung Bromo
Panorama matahari terbit Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Gunung Bromo

  • Bromo – Tengger – Semeru Adventure
    Bromo – Tengger – Semeru Adventure adalah kegiatan petualangan yang mengajak wisatawan untuk menjelajahi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan menaiki kendaraan 4WD. Kalian akan dimanjakan dengan pemandangan khas pegunungan lengkap dengan hutan dan areal perladangan yang indah. Lautan pasir dan padang sabana turut menjadi teman seperjalanan. Rasakan sensasi adrenalin yang mulai naik tatkala mobil 4WD yang kamu tumpangi mulai melewati rute-rute ekstrim. Di kawasan Gunung Bromo ada banyak operator yang menawarkan paket tur ini. Kamu tinggal memilih sesuai dengan keinginanmu.
  • Menikmati Pesona Matahari Terbit
    Sunrise Gunung Bromo merupakan salah satu sunrise terbaik di Indonesia dan tersohor hingga mancanegara. Bahkan dalam buku Lonely Planet disebutkan bahwa kawasan Gunung Bromo merupakan tempat dengan pemandangan laksana di bulan. Menikmati matahari terbit di kawasan Gunung Bromo akan menjadi pengalaman yang sangat menakjubkan. Beberapa tempat yang bisa digunakan untuk melihat sunrise adalah di Bukit Penanjakan serta di Bukit B29. Pastikan saat menyaksikan sunrise kamu mengenakan jaket tebal karena udara subuh sangatlah dingin.
  • Mengunjungi Pura Luhur Poten
    Untuk sampai ke Gunung Bromo, kamu harus menyeberangi lautan pasir yang terhampar luas. Nah, di tengah lautan pasir tersebut terdasap sebuah pura yang bernama Pura Luhur Ponten. Pura ini merupakan tempat sakral dan tempat peribadatan suku Tengger. Bangunan pura yang dipakai untuk memuja Dewa Brahma ini terdiri dari tiga zona yang bisa digunakan sebagai tempat sembahyang maupun tempat persiapan sebelum melangsungkan upacara adat dan upacara Yadnya Kasada. Sebelum mendaki anak tangga Gunung Bromo, kamu bisa singgah sejenak ke pura ini untuk mengambil gambar atau beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
  • Bermain di Bukit Teletubbies
    Bukit-bukit di sisi selatan atau di balik Gunung Bromo merupakan tempat yang tidak boleh kamu lewatkan saat berkunjung ke Bromo. Hamparan padang sabana yang luas akan memanjakan matamu setelah melewati lautan pasir yang penuh debu. Berada disini juga akan membangkitkan sedikit kenangan masa kecil kita tentang serial Teletubbies dengan bukit-bukit indah berwarna hijau yang menjadi tempat tingga mereka. Di sini kamu bisa berfoto sepuasnya dan bersantai sambil menikmati bekal yang dibawa. Kalau ingin mencari inspirasi maupun berkontemplasi, Bukit Teletubbies merupakan tempat yang tepat untuk melakukan itu semua. Lansekap alam yang indah mampu merangsang imajinasi liar kita untuk dituangkan dalam sebuah karya.
  • Berkuda
    Untuk menyeberangi lautan pasir di kawasan Gunung Bromo ada beberapa cara yang bisa digunakan. Cara tercepat adalah dengan menyewa mobil Jeep. Tetapi jika ingin menikmati suasana sekitar dengan lebih santai, kamu bisa mencobanya dengan naik kuda tunggang. Tarif sewa kuda pun jauh lebih terjangkau dibanding dengan menyewa Jeep. Meski tidak bisa menunggang kuda kamu tak perlu khawatir, sebab sang pemilik akan mengantarmu hingga ke titik terakhir. Jika sedang tidak tergesa dan ingin lebih menikmati pesona Bromo dengan desiran angin yang menyapu lautan pasir dan merasakan udara sejuk khas pegunungan, maka berkuda adalah pilihan yang tepat untuk menikmati keindahan Bromo.
  • Menyaksikan Upacara Yadnya Kasada
    Tidak hanya memiliki bentang alam yang indah, Gunung Bromo juga memiliki pesona budaya yang unik. Pada hari ke 14 bulan Kasada dalam penanggalan Jawa atau sekitar bulan Agustus – September, di Bromo selalu dilangsungkan ritual Yadnya Kasada. Upacara adat ini dilangsungkan oleh umat Hindu Tengger untuk memberikan persembahan kepada Sang Hyang Widhi dan para leluhur. Upacara yang berpusat di Pura Luhur Poten dimulai sejak tengah malam. Kemudian pada dini hari warga Tengger akan berduyun-duyun menuju ke puncak kawah untuk melemparkan beragam sesajen seperti sayuran, ayam, dan bahkan uang ke kawah Gunung Bromo. Upacara ini bersifat terbuka dan para wisatawan diijinkan untuk melihat dan bergabung dalam ritual tersebut. Namun pastikan kamu menjadi pejalan yang beretika dan tidak mengganggu umat yang sedang melakukan ritual.
  • Menyaksikan Pagelaran Jazz Gunung
    Tiap pertengahan tahun (biasanya bulan Juni), di panggung terbuka Java Banana Bromo, Desa Wonotoro selalu dilangsungkan pagelaran Jazz Gunung. Festival musik setahun sekali yang dilangsungkan selama dua hari berturut-turut ini merupakan salah satu pagelaran jazz favorit di tanah air. Musisi jazz papan atas akan mempertunjukkan kebolehan mereka di tengah dinginnya udara Bromo. Meski terkurung gigil, festival ini selalu dipenuhi pecinta musik jazz yang datang dari seluruh penjuru nusantara. Kalau kamu ingin merasakan sensasi mendengarkan musik jazz yang berkolaborasi dengan pertunjukan semesta, maka kamu wajib datang ke Jazz Gunung.

Lokasi dan Akses Gunung Bromo

Gunung Bromo terletak di Provinsi Jawa Timur dan berada dalam 4 wilayah, yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Oleh karenanya ada beberapa jalur untuk sampai ke Gunung Bromo.

Jalur pertama melewati pintu barat yaitu Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Medan lumayan curam dan berat jadi dianjurkan untuk menyewa kendaraan 4WD untuk sampai ke Bromo.

Jalur kedua yang paling mudah adalah melalui Kabupaten Probolinggo. Meski rutenya menanjak dan berliku, kondisi jalan sudah bagus sehingga bisa dilewati segala jenis kendaraan. Jalur Probolinggo ini merupakan jalur paling populer di kalangan wisatawan.

Jalur yang ketiga yaitu dari Malang kemudian menuju ke Tumpang lalu melewati cagar alam Taman Nasional Bromo Semeru Tengger. Jalur ini menyajikan pemandangan yang sangat memukau dengan rute yang tidak terlalu curam. Namun kekurangannya adalah jalur ini sepi dan jarang dilewati. Selain itu di sepanjang jalan tidak ada persinggahan maupuan penerangan jalan. Karena itu kalau kamu tertarik untuk melewati jalur ini disarankan tidak berangkat pada malam hari.

Harga Tiket

  • Wisatawan domestik: Rp 27.500 (hari biasa), Rp 32.500 (hari libur)
  • Wisatawan asing: Rp 217.500 (hari biasa), Rp 317.500 (hari libur)
  • Kendaraan roda 4: Rp 10.000
  • Kendaraan roda 2: Rp 5.000

Tempat Wisata dan Lokasi Menarik di Sekitar Gunung Bromo

  • Puncak Gunung Pananjakan
    Gunung Pananjakan adalah lokasi favorit para wisatawan yang ingin melihat keindahan matahari terbit atau sunrise di Gunung Bromo. Lokasi Pananjakan ada di sebelah barat Gunung Bromo dan berada di wilayah Kabupaten Lumajang. Dari puncak ini kamu bisa menyaksikan sunrise Bromo yang epic berlatar gunung gemunung di sekitarnya.
  • Air Terjun Madakaripura
    Madakaripura termasuk ke dalam jajaran air terjun yang paling tinggi di Pulau Jawa dan terletak di desa Negorejo, Kecamatan Lumbang. Jika ke gunung Bromo melalui jalur Probolinggo, kamu akan menemukan petunjuk arah menuju air terjun ini dengan mudah. Air terjun berada dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini selain menawarkan keindahan serta eksotisme alamnya, juga mempunyai nilai historis yang kuat. Konon pada jaman dahulu kawasan ini digunakan sebagai tempat pertapaan maha patih Gajah Mada dari Majapahit.
  • Bukit B29
    Terletak di desa Argosari kawasan Lumajang, Bukit B29 menjadi camping ground yang banyak digemari oleh traveler. Rute ke bukit 29 dari Gunung Bromo masih satu arah menuju desa Ranu Pane, kemudian di kawasan Bantengan ambil jalan menuju lokasi B29. Dari puncak bukit ini kamu bisa menikmati keindahan Bromo dari ketinggian. Pada pagi hari saat matahari terbit kamu bisa menyaksikan hamparan awan yang berarak pelan.

Tips Berwisata ke Gunung Bromo

  • Pilihlah jalur Probolinggo apabila ingin berlibur bersama keluarga dengan santai dan perjalanan yang lebih mudah ditempuh.
  • Apabila anda berjiwa petualang, disarankan melalui jalur Malang melewati cagar alam, dengan rute yang menantang tetapi memiliki pemandangan yang luar biasa menakjubkan.
  • Jika ingin menikmati sunrise dari bukit Pananjakan terlebih dahulu dan baru ke Gunung Bromo, maka lebih baik berangkat dari Kabupaten Lumajang.
  • Jika kamu backpacker atau wisatawan dengan budget minim, sangat disarankan untuk pergi ke Gunung Bromo pada hari biasa dan bukan pada saat liburan. Karena pada saat itu harga sewa homestay dan penginapan lebih murah dan dapat ditawar dengan harga rendah.
  • Untuk mengikuti ritual Yadnya Kasada kamu bisa datang pada bulan Agustus-September (tanggal 14 bulan Kasada).
  • Udara di kawasan Gunung Bromo cukup dingin, karena itu gunakanlah pakaian yang sesuai. Jika ingin menginap di Bromo jangan lupa untuk membawa jaket tebal, penutup kepala, kaos kaki, dan sarung tangan.
  • Saat melewati lautan pasir di kawasan Gunung Bromo, pastikan kamu memakai kacamata dan penutup kepala untuk menghindari butiran pasir maupun debu yang berterbangan ke segala penjuru.

Pemandangan Gunung Bromo Dari Bukit Cinta

Erupsi Gunung Bromo
Wisatawan sedang mengabadikan kemolekan erupsi Gunung Bromo. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Bukit Cinta di area tempat wisata Gunung Bromo. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Bukit Cinta di area tempat wisata Gunung Bromo. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Desa Ngadisati, Gunung Bromo. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Desa Ngadisati, Gunung Bromo. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Pemandangan di Gunung Bromo
Lanskap Desa Ngadisati dilihat dari spot penanjakan Gunung Bromo. (Tanzie Umira/Maioloo.com)
Wisatawan Gunung Bromo
Wisatawan sedang mengabadikan kemolekan erupsi Gunung Bromo. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Gunung Bromo & Gunung Batok
Pemandangan Gunung Batok dan kawah Gunung Bromo. (Tanzie Umira/Maioloo.com)
Wisatawan sedang menaiki kuda di Gunung Bromo. Ini adalah salah satu menikmati lanskap Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Wisatawan sedang menaiki kuda di Gunung Bromo. Ini adalah salah satu menikmati lanskap Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)

4 KOMENTAR

    • Iya Kak… Di Taman Nasional Gunung Bromo Semeru benar-benar indah sekali tempatnya. 😀

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here