Telaga Warna, Pesona Alam di Tanah Para Dewa

Kecamatan Kejajara, Kabupaten Wonosono, Jawa Tengah

Telaga Warna, Dieng
Pemandangan Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari area Batu Ratapan Angin. (Benedictus Oktaviantoto/Maioloo.com)

Berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut (mdpl), Telaga Warna menjadi satu dari sekian banyak citra anggun pariwisata dataran tinggi Dieng. Posisinya yang berdampingan dengan Telaga Pengilon membuat tempat ini sebagai sanggraloka penyejuk mata sekaligus lokasi yang cocok untuk berselaras dengan alam. Mengawali hari di telaga kembar ini menjadi pembuka hari yang sempurna di tanah para dewa.

Kabut pagi mengiringi sepanjang perjalanan. Udara dingin pegunungan khas dataran tinggi Dieng menyelimuti sekujur tubuh. Pancaran sinar matahari masih bersembunyi malu di balik awan mendung. Di sekeliling belum tampak genap aktivitas para warga sekitar. Maklum saja, jarum jam belum tepat mengarah pada pukul tujuh.

Dalam perjalanan kali ini, kami mencoba menuju telaga kembar bekas letusan Gunung Api purba ratusan tahun silam. Telaga tersebut tersohor namanya ke seantero Nusantara karena keunikan warnanya yang sering berubah-ubah. Oleh masyarakat setempat, dinamakanlah Telaga Warna. Sedangkan si pasangan kembarnya dinamakan Telaga Pengilon yang dalam bahasa Jawa berarti tempat bercermin (Pengilon / ngilo atau berkaca) karena saking jernihnya air yang ada di telaga tersebut.

Menurut cerita rakyat setempat, Telaga Warna ini merupakan tempat tetirah Dewi Nawang Wulan, salah satu dari tujuh dewi cantik dari kahyangan. Karena memancarkan lima warna yang berbeda-beda, Telaga Warna dipercaya oleh para penghuni kahyangan sebagai telaga penuh makna yang dapat membentuk jati diri para dewa dan dewi penghuni langit. Kelima warna air yang memancar dari Telaga Warna diartikan sebagai lima wujud karakter manusia.

Karena letak geografisnya yang berada di ketinggian dan dikelilingi gunung dan perbukitan, dataran tinggi Dieng menjadi tempat yang cocok untuk berkontemplasi dan melakukan ritual semedi. Apabila merujuk dari arti penamaan dataran tinggi Dieng sendiri, Dieng berasal dari kata Adi dan Hyang. Kedua kata tersebut memiliki pemaknaan tempat bersemayamnya para dewa-dewi. Pantas saja bila legenda setempat menyebutkan bahwa Telaga Warna di dataran tinggi Dieng ini menjadi telaga indah tempat bersemayam para dewa dewi kahyangan.

Namun, lain halnya dari cerita yang terdapat pada catatan prasasti peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Kuno pada masa Rakai Warak Dyah Manara, keturunan keempat dari Wangsa Sanjaya sang pendiri Kerajaan Mataram Kuno. Disebutkan bahwa pada masa itu, tanah di dataran tinggi Dieng dipilihnya menjadi pusat aktivitas masyarakat serta pusat peribadatan umat Hindu kuno di tanah Jawa. Hal itu didukung oleh jejak peninggalannya dinasti sebelumnya (Dinasti Sanjaya) berupa Candi Arjuna sebagai candi hindu yang dibangun pertama kali di Pulau Jawa apda awal abad ke-9.

Dari kisah legenda para dewa dan catatan prasasti bersejarah peninggalah Kerajaan Mataram Kuno tersebut sebenarnya dapat kita tarik benang merah tentang hubungan kedua ceritanya. Kerajaan Mataram Kuno dengan seluruh penduduknya yang menganut agama Hindu Kuno adalah para manusia penyembah para dewa. Oleh sebab itu, peradaban Kerajaan Mataram Kuno di masa lalu dimulai dari tanah ini. Bermula dari Telaga Warna, kemudian berlanjut ke peradaban manusia dengan ditandai berdirinya kompleks Candi Arjuna di dataran tinggi Dieng.

Baca juga: Candi Arjuna, Pesona Mahakarya Mataram Kuno di Dataran Tinggi Dieng

Berkunjung ke Telaga Warna belum lengkap bila tak menyusuri bukit-bukit yang mengelilinginya. Harmonisasi alam dan udara sejuk khas pegunungan berpadu serasi di sini. Kesemuanya itu membuat Telaga Warna semakin memikat dan membekas di dalam benak setiap pejalan yang singgah.

Pemandangan Telaga Warna, Dieng
Pemandangan Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari area Batu Ratapan Angin. (Benedictus Oktaviantoto/Maioloo.com)

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Telaga Warna

  • Trekking
    Trekking atau berjalan kaki menyusuri jalan setapak menaiki perbukitan menjadi keharusan bagi kamu yang ingin menyaksikan lansekap pesona alam Telaga Warna dari sudut pandang yang berbeda. Ada dua spot puncak bukit yang dapat kamu tuju, pertama adalah spot puncak Bukit Sidengkeng. Tak memerlukan waktu lama untuk mendaki bukit ini, dipuncaknya telah disediakan sebuah gardu pandang yang photogenic untuk memandang lepas Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari ketinggian. Spot yang kedua adalah puncak bukit batu pandang ratapan angin. Spot yang terakhir ini tak kalah photogenic dari spot sebelumnya. Dari puncak batu ratapan angin ini, kamu bisa berfoto dengan latar dua telaga kembar yang berdampingan di kanan dan kiri.
  • Menikmati Taman Bunga
    Apabila kamu akan melakukan trekking melalui jalur Bukit Sidengkeng, kamu pasti akan melintasi taman bunga yang berada tepat di depan gerbang bertuliskan Bukit Sidengkeng. Taman bunga tersebut bernama Wana Wisata Petak Sembilan Bukit Sidengkeng. Ada sekitar 75 jenis tanaman bunga yang tumbuh di taman ini, salah satunya yang menjadi primadona adalah bunga pancawarna yang bernama latin bunga Hortensia. Wujud bunganya memang hanya Nampak berwarna putih, namun bunga tersebut bisa berubah warnanya jika PH tanahnya diubah.
  • Menikmati Lansekap Telaga
    Menikmati lansekap Telaga Warna dan Telaga Pengilon di pagi hari menjadi pembuka hari yang sempurna. Berselaras dengan alam di pagi hari saat embun mulai ditimpa hangatnya sinar matahari semakin menambah kesan magi yang membekas dalam perjalanan wisatamu di Telaga Warna ini. Selain itu, sunyinya suasana di kawasan ini dapat menyegarkan kembali segala kepenatan yang ada di kepalamu. Sejenak, beban dan permasalahan di keseharian hidupmu akan terasa hilang saat berada di sini.
  • Photo Hunting
    Melakukan aktivitas yang satu ini adalah hal wajib yang ada di kamus setiap pejalan di masa kini. Terasa hampa rasanya bila dalam setiap perjalanan wisatamu tak dapat membawa pulang kenangan dalam sebuah bingkai foto. Apalagi, Telaga Warna di dataran tinggi Dieng disebut-sebut sebagai salah satu telaga eksotik di Indonesia selain Gunung Semeru dengan Danau Ranu Kumbolo, Gunung Rinjani dengan Danau Segara Anaknya, Danau Kalimantan Timur dengan Labuan Cermin, dan masih banyak lagi. Di kawasan wisata Telaga Warna ini, banyak spot photogenic yang dapat kamu eksplore, asal kan cuaca cerah, langit biru bakal mempercantik tiap frame fotomu.

Lokasi dan Akses Menuju Telaga Warna

Kawasan wisata Telaga Warna berada di Kecamatan Kejajara, Kabupaten Wonosono, Jawa Tengah. Untuk dapat menuju kawasan wisata Telaga Warna di Dataran Tinggi Dieng ini cukup mudah. Bila kamu berangkat dari Yogyakarta, jarak dan waktu tempuh antara tiga hingga empat jam perjalan darat dengan jarak kurang lebih sekitar 25 kilometer. Jika ingin irit ongkos, kamu bisa menggunakan moda angkutan umum. Rute keberangkatan dari terminal bus Jombor, Sleman, Yogyakarta naiklah bus umum jurusan Jogja-Semarang dan turun di terminal Magelang. Dari Terminal Magelang lanjut naik bus kecil jurusan Wonosobo. Setelah mendarat di Terminal Mendolo, Wonosobo, carilah bus jurusan Dieng Plateau atau jurusan Batur dan langsung turun di Terminal Dieng. Dari terminal Dieng menuju Telaga Warna, kamu bisa gunakan jasa ojek yang ada di sana.

Harga Tiket dan Jam Buka Telaga Warna, Dieng

Senin s/d Jumat: Rp 5.000

Sabtu – Minggu (weekend/musim liburan): Rp 7.500

Jam Buka: pukul 07.00 s/d 16.00 WIB

Tempat Wisata dan Lokasi Asik di Sekitar Telaga Warna

  • Telaga Pengilon
    Telaga Pengilon merupakan “saudara kembar” dari si cantik Telaga Warna. Lokasinya berada di samping atau persis di sisi utara dari Telaga Warna. Selain menjadi pendamping Telaga Warna, Telaga Pengilon menjadi pelengkap pesona keindahan kawasan taman wisata alam ini. Untuk dapat menikmati telaga ini, kamu bisa menyusuri jalur dari pintu gerbang retribusi dan mengambil jalan ke kiri, lalu seterusnya mengikuti jalan setapak.
  • Candi Arjuna
    Kompleks Candi Arjuna adalah kumpulan bangunan candi hindu yang berdiri berjajar di kawasan wisata dataran tinggi Dieng, Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Menurut catatan sejarah yang ada, Candi Arjuna merupakan candi tertua di Pulau Jawa yang dibangun pada masa dinasti Wangsa Sanjaya pada awal abad ke-9. Dari seluruh informasi tersebut, Kompleks Candi Arjuna seperti menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang tengah berwisata di dataran tinggi Dieng.
  • Candi Bima
    Candi Bima adalah salah satu kelompok candi yang kisahnya masih memiliki benang merah dengan sejarah Candi Arjuna sebagai candi utama di dataran tinggi Dieng sekaligus candi pertama di Pulau Jawa. Jika kamu akan atau telah mengunjungi kawasan Kawah Sikidang, pasti kalian akan melihat bangunan kompleks Candi Arjuna saat sebelum memasuki gapura retribusi. Karena lokasinya yang berdekatan, tidak ada salahnya bila kamu menyempatkan diri untuk singgah sebentar di candi terbesar yang ada di kawasan wisata dataran tinggi Dieng ini.
  • Kawah Sikidang
    Berada tak jauh dari kompleks Candi Arjuna, Kawah Sikidang merupakan kawah belerang aktif dan menjadi salah satu mascot destinasi wisata di dataran tinggi Dieng. Bagi kamu yang hendak mengunjungi tempat ini, disarankan membawa masker untuk menutupi saluran pernapasanmu karena di area kawah ini mengandung kandungan belerang yang cukup tinggi dan berbahaya bagi kesehatan.
  • Puncak Sikunir
    Bukit Sikunir adalah sebuah bukit yang mengelilingi dataran tinggi Dieng dengan ketinggian 2300 mdpl. Dari puncak Bukit Sikunir inilah merupakan spot terbaik untuk menyaksikan atau mengabadikan sunrise atau matahari terbit yang menawan di kawasan dataran tinggi Dieng.
  • Gunung Prau
    Belum lengkap petualanganmu bila beriwisata ke dataran tinggi Dieng tak menyempatkan mendaki Gunung Prau. Gunung Prau ini terletak di perbatasan tiga kabupaten, yakni Kabupaten Wonosobo, Batang, dan Kendal. Gunung setinggi 2565 mdpl ini tergolong cukup mudah untuk didaki semua kalangan usia. Selain mudah, panorama sunrise di puncaknya pun dinilai sebagai spot primadona bagi para pendaki gunung maupun penggiat fotografi dan videografi.
Pengunjung Telaga Warna, Dieng
Wisatawan Telaga Warna, Dieng. (Benedictus Oktaviantoto/Maioloo.com)
Wisatawan di Telaga Warna, Dieng
Sekelompok wisatawan sedang berfoto di Telaga Warna, Dieng. (Benedictus Oktaviantoto/Maioloo.com)
Wisatawan Telaga Warna, Dieng
Wisatawan Telaga Warna Dieng. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Taman di Telaga Warna, Dieng
Taman buatan yang terletak di atas bukit Telaga Warna, Dieng atau jalan menuju Batu Ratapan Angin. (Benedictus Oktaviantoto/Maioloo.com)
Batu Ratapan Angin, Telaga Warna, Dieng
Seorang pengunjung Telaga Warna, Dieng sedang swafoto di Batu Ratapan Angin. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here