Keraton Surakarta, Sejenak Bertandang ke Istana Raja

Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah

Keraton Kasunanan Surakarta, Solo, Jawa Tengah
Halaman depan Keraton Surakarta, Solo, Jawa Tengah. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Keraton Kasunanan Surakarta atau yang lebih dikenal dengan nama Keraton Solo merupakan pusat dari pemerintahan kerajaan Surakarta di masa lalu dan menjadi cikal bakal Kota Solo. Di tempat ini kamu bisa menyaksikan aneka peninggalan bersejarah serta bangunan istana dengan arsitektur yang indah.

Tak lengkap rasanya bila berkunjung ke Solo tanpa mampir ke Keraton Surakarta/Keraton Solo, sebuah bangunan megah dimana seluruh pusat pemerintahan Surakarta di masa lalu berjaya. Bagi pencinta sejarah dan budaya, bangunan megah dengan warna dominan biru itu akan menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib disambangi.

Sebelum memasuki Keraton Surakarta/Keraton Solo, para pengunjung akan disuguhi dengan kemewahan Museum Keraton Surakarta sekaligus menjadi pintu masuk utama para Keraton. Museum Keraton Surakarta memiliki beragam koleksi seperti kursi, payung, senjata, foto-foto raja, arca kuno, wayang, gamelan, diorama upacara-upacara adat, dan masih banyak lagi.

Di dalam museum ini, kamu bisa menemukan Canthik (hiasan) dan dayung perahu Kyai Rajamala pada jaman Paku Buwono IV. Tak hanya berukuran super besar, Canthik dan dayung perahu Keraton Surakarta ini dibuat dalam berbagai macam bentuk, seperti naga, bebek, dan kepala rasaksa. Konon, perahu tersebut kerap digunakan oleh Paku Buwono IV menemui Bupati Cakraningrat di Madura melalui Bengawan Solo

Museum Keraton Surakarta juga memiliki koleksi kereta kuda milik Kyai Gerudo yang dibuat VOC sebagai persembahan untuk Paku Buwono II. Dua kereta jenazah pada masa Paku Buwono X juga ada di museum ini. Setelah puas menyusuri sejarah melalui Museum Keraton Surakarta, kamu akan menyaksikan sebuah pintu besar yang dikenal dengan Kori Sri Manganti Kidul yang menjadi pintu masuk Keraton Surakarta.

Sasana Handrawina yang berada di bagian paling selatan Keraton Surakarta merupakan joglo berdinding kayu dan kaca yang dibangun pada masa Paku Buwono V (1820-1823). Bangunan ini digunakan untuk tempat perjamuan makan bagi para tamu kerajaan. Patung-patung bergaya Eropa yang memesona menghiasi Sasana Handrawina. Beranjak ke sisi utara, berdiri megah Pendhopo Ageng Sasana Sewaka yang digunakan sebagai tempat berlangsungnya upacara-upacara kerajaan. Tepat di tengah pendopo, diantara empat tiang soko guru, tergantung lampu Kristal besar dengan sebutan Kyai Remeng.

Halaman Keraton Surakarta berupa tanah pasir yang diambil dari Pantai Selatan dan Gunung Merapi. Deretan pohon sawo kecik yang tumbuh di halaman ini menjadikan suasana rindang dan asri. Sawo kecik yang ditanam pada masa pemerintahan Paku Buwono X (1893-1939) ini berjumlah 76 batang, konon merupakan sebuah ramalan tentang Kemerdekaan Republik Indonesia menurut hitungan jawa.

Di utara pelataran Keraton Surakarta/Keraton Solo, terdapat sebuah bangunan bernama Panggung Songgo Buwono. Menara berketinggian lebih kurang 30 meter tersebut berbentuk segi delapan dengan tutup saji diatasnya. Paku Buwono III (1749-1788) mendirikannya sebagai tempat meditasi raja dengan Ratu Pantai Selatan. Sebenarnya fungsi menara tersebut sebagai tempat mengintai gerak gerik Belanda yang berpusat di Benteng Vastenburg dan sekitarnya.

Bagian lain Keraton Surakarta/Keraton Solo yang tak kalah bersejarah adalah Sitihinggil. Berasal dari kata siti yang artinya tanah, dan inggil/hinggil yang berarti tinggi. Dilihat dari struktur dan letak bangunannya, Sitihinggil memang terlihat lebih tinggi dari bangunan di area Keraton Surakarta. Beberapa bangunan yang ada di kompleks Sitihinggil adalah Bangsal Sewayana yang merupakan bangsal terdepan berbentuk aula besar sebagai tempat para bupati dan punggawa kerajaan menghadap raja-raja Surakarta. Tepat di tengah, terdapat pendopo kecil dengan 4 tiang penyangga berukir yang disebut Bangsal Manguntur Tangkil, dimana tempat dhampar kencono atau dhampar keprabon diletakan, sekaligus sebagai tahta raja pada upacara-upacara kebesaran.

Beberapa titik lain yang bisa dinikmati dari Keraton Surakarta/Keraton Solo adalah nDalem Kepangeranan yang merupakan kediaman para Pangeran Kasunanan Surakarta, Sasana Mulya, Sasama Narendro, Sasana Putro yang merupakan tempat tinggal resmi raja yang bertahta saat ini, Paku Buwono XIII. Namun, kawasan tersebut tidak untuk wisatawan, sehingga kamu hanya bisa mengamati dari luar tempat itu.

Melangkah ke barat, tempat lain yang menarik di dalam Keraton Surakarta adalah nDalem Suryohamijayan, yang merupakan kediaman GPH Suryohamijoyo (Putra ke-35 dari Paku Buwono X). Terdapat lapangan tenis yang masih digunakan hingga sekarang. Lapangan inilah yang menjadi tempat berlangsungnya Pekan Olahrga Nasional (PON) I di Solo. Lapangan ini juga menjadi saksi berkembangnya Sendratari Ramayana.

Kawasan lain yang menarik di Keraton Surakarta lainnya adalah nDalem Purwodiningratan. Sesuai dengan namanya, nDalem ini merupakan kediaman Pangeran Purwodiningrat. Konon, nDalem ini usianya lebih tua dari keberadaan Keraton Surakarta, namun versi lain mengatakan, nDalem ini dibangun oleh Paku Buwono IV (1788-1820). Meskipun kejayaan Keraton Surakarta sudah tak lagi bersinar seperti dulu, namun semua sudut Keraton Surakarta telah menjadi saksi bagaimana Surakarta pada masa itu mampu mempertahankan eksistensinya.

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Keraton Surakarta

  • Photo Session
    Keraton Surakarta merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menyisakan banyak cerita. Setiap sudut dari Keraton Surakarta bisa dijadikan Spot foto yang menampilkan Solo pada masa lampau. Halaman depan Keraton Surakarta menjadi primadona wisatawan yang ingin mengabadikan kenangan di sana. Biasanya, ada dua prajurit keraton lengkap dengan pakaian kebesarannya yang menjaga pintu masuk Keraton Surakarta. Kamu bisa mengajak mereka berfoto bersama. Tak hanya bagian luar, area keraton yang terdiri dari banyak bangunan tua juga bisa menjadi lokasi fotomu.
  • Mengunjungi Museum Keraton Surakarta
    Museum Keraton Surakarta menjadi pintu masuk wisatawan yang hendak memasuki kawasan tempat tinggal Raja Solo tersebut. Puluhan benda-benda antik peninggalan Keraton Surakarta siap bercerita tentang masa lalu. Barang antik peninggalan Paku Buwono IV pun masih bisa disaksikan di dalam museum. Kereta milik Keraton Surakarta juga masih lengkap di sana. Selain berwisata kamu juga bisa belajar sejarah dan kebudayaan Jawa melalui Museum Keraton Surakarta.
  • Mengunjungi Sasana Mulya, Sasana Narendro, dan Sasana Putro
    Tempat ini merupakan tempat tinggal resmi Paku Buwono XIII dan masih digunakan hingga saat ini. Sebelum melewati tempat ini, kamu akan menemukan semacam pintu cadangan yang bernama Kori Talang Paten di Masjid Paromosono di Kampung Suronatan. Di sana juga terdapat sebuah tempat bernama Gedong Kreto yang merupakan tempat penyimpanan kereta Keraton Surakata. Sasana Mulya juga dilengkapi dengan gazebo dan lojen-nya.
  • Mengunjungi Pamardi Putri
    Jika berkunjung ke Keraton Surakarta, kamu bisa melihat sebuah gedung kuno bergaya indis, yaitu Sekolah Kejuruan Kesatriyan. Sekolah ini masih aktif digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Dulunya sekolah yang bernama Pamardi Putri ini merupakan sekolah khusus putri Keraton Surakarta dan kerabatnya yang dibangun oleh Paku Buwono X pada 1927. Sekolah ini masih memiliki model bangku sekolah tempo dulu, wastafel antik, dan sebuah lukisan Gusti Pembayun yang berada di ruang guru.
  • Pendhopo Magangan
    Pendhopo Magangan merupakan salah satu kompleks Keraton Surakarta yang dilapisi dua pintu besar dan tebal. Pintu pertama disebut Kori Gadhung Melati dan pintu kedua disebut Kori Saloka. Pendhopo tersebut dulunya digunakan sebagai tempat berlatih para prajurit Keraton Surakarta. Di tempat ini terdapat peralatan khitan putra raja, peralatan membuat gunungan, dan berbagai senjata keprajuritan.

Lokasi dan Akses Keraton Surakarta

Keraton Surakarta terletak tak jauh dari Alun-alun utara Surakarta yang berada di ujung Jl. Slamet Riyadi, Solo, tepatnya di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Jika kamu berkunjung ke Solo dan berada di daerah kuliner, Gladag, Solo, kamu bisa berjalan kaki menyusuri alun-alun utara sekitar 10 menit atau naik becak dari Pusat Grosir Solo.

Jika kamu naik kereta api, kamu bisa menggunakan Batik Solo Trans (BST) baik dari Stasiun Purwosari maupun Stasiun Balapan dengan tujuan Halte Gladag, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki atau naik becak. Jika kamu datang dari arah Alun-alun Selatan atau di Jl. Veteran arah Sukoharjo, kamu bisa mengikuti jalan melingkar di alun-alun, kemudian melewati area keraton atau Baluwarti dan menuju ke Keraton Surakarta.

Jam Buka Keraton Surakarta

  • Senin – Jumat pukul 09.00 WIB – 14.00 WIB
  • Sabtu – Minggu pukul 09.00 WIB – 15.00 WIB

Harga Tiket Keraton Surakarta

  • Wisatawan domestik : Rp 10.000
  • Wisatawan mancanegara : Rp 15.000
  • Guide : Rp 30.000

Kuliner di Sektiar Keraton Surakarta

  • Nasi Liwet
    Nasi Liwet merupakan makanan khas Solo yang paling terkenal. Suguhan makanan dari beras yang dimasak dengan kaldu ayam membuat nasi ini terasa gurih dan beraroma sedap. Penyajiannya nasi tersebut dicampur dengan sayur labu siam pedas, telur pindang rebus, daging ayam suwir, kumut atau makanan yang terbuat dari kuah santan yang dikentalkan. Nasi Liwet ini disajikan dengan daun pisang yang dipincuk. Sebenarnya banyak sekali yang menjual penganan ini, tetapi kamu bisa mencoba salah satunya di Warung Nasi Liwet Wongso Lemu Keprabon yang buka mulai pukul 18.00 WIB.
  • Timlo Solo
    Tak hanya Nasi Liwet, Solo juga terkenal dengan hidangan berkuah bening yang dinamakan Timlo Solo. Makanan ini berisi sosis ayam yang dipotong-potong, telur ayam pindang, dan irisan hati ampela ayam. Makanan ini paling nikmat disajikan dengan nasi hangat dan ditaburi bawang goreng. Kamu bisa menikmati hidangan ini tak jauh dari Keraton Surakarta, yaitu di timur Pasar Gede, tepatnya Timlo Sastro yang buka pukul 07.00 WIB.
  • Gule Goreng
    Sama seperti gulai kambing pada umumnya, gulai kambing goreng atau yang terkenal dengan gulgor adalah gulai kambil berkuah santan kental dimasak menggunakan kompor arang sampai kering. Proses ini membuat daging empuk dan menimbulkan cita rasa unik dank has. Lokasi gulai ini adalah Jl. Diponegoro (depan RS Kustati Pasar Kliwon)
  • Cambuk Rambak
    Cambuk Rambak adalah makanan khas Solo dengan memakai ketupat yang disebut gendar janur. Cambuk Rambak memakai wijen yang digoreng bersama santan kelapa, cabai, bawang putih, kemiri, dan gula merah. Disajikan bersama karak, sejenis kerupuk berbahan dasar beras, kamu bisa menikmatinya menggunakan lidi. Cambuk Rambak biasa dijajakan berkeliling kampung. Pada saat perayaan Sekaten bisa menemukannya di halaman Masjid Agung Keraton

Tempat Wisata dan Lokasi Asyik di Sekitar Keraton Surakarta

  • Pasar Klewer
    Sebelum kebakaran yang menimpa Pasar Klewer 2014 silam, pasar tradisional Solo tersebut berada tepat di kompleks Keraton Surakarta, yaitu di depan Masjid Gede Keraton Surakarta. Pasar yang terkenal menjual beragam batik dengan harga grosir itu saat ini bisa dijumpai di Alun-Alun Utara Keraton Surakarta. Para pedagang yang didominasi pedagang batik siap menjajakan berbagai macam model batik di Pasar Darurat Klewer tersebut.
  • Masjid Gede Keraton Surakarta
    Masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Paku Buwono III ini juga disebut sebagai Masjid Agung Keraton Surakarta. Di masjid ini kamu bisa menjumpai berbagai bangunan hasil akulturasi kebudayaan Jawa dan Islam seperti gapura utama masjid yang berbentuk pendopo, gamelan kraton, istal dan garasi kereta raja, serta jam matahari.
  • Pusat Grosir Solo (PGS)
    Pusat Grosir Solo merupakan trade center yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang kenyamanan dan keamanan bagi pedagang maupun pengunjung. Di tempat ini kamu bisa membeli oleh-oleh khas Solo khususnya batik baik dalam jumlah eceran maupun grosir. Harganya dijamin bersaing.
  • Kawasan Kuliner Gladag
    Satu lokasi dengan PGS, Kuliner Gladag merupakan lokasi bagi para PKL yang ingin menjajakan makanannya. Usai lelah mengunjungi Keraton Surakarta atau berbelanja di PGS, kamu bisa menikmati berbagai makanan di sana seperti nasi liwet, tengkleng, gudeg, es kelapa muda, es campur, dan kuliner lainnya.
  • Alun-Alun Selatan
    Di alun-alun selatan kamu bisa melihat gerbong kereta jenazah Paku Buwono X. Tepat di depan gerbong terdapat gundukan batu yang dikelilingi pagar bambu yang merupakan makam Kebo Kyai Slamet, nenek moyang kebo bule yang biasa dilihat saat perayaan satu suro. Jelang sore hari kawasan ini ramai dengan pedagang kaki lima yang menjual aneka makanan seperti Jagung Bakar, Bakso Bakar, dan Wedangan.
Keraton Kasunanan Surakarta, Solo, Jawa Tengah
Wisatawan mancanegara sedang berkunjung di Keraton Kasunanan Surakarta/Keraton Solo, Jawa Tengah. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Bagian Depan Keraton Surakarta
Bagian depan Keraton Kasunanan Surakarta, Solo, Jawa Tengah. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Halaman Museum Keraton Surakarta, Solo, Jawa Tengah
Halaman Keraton Kasunanan Surakarta, Solo, Jawa Tengah. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Halaman Keraton Surakarta, Jawa Tengah
Halaman Keraton Kasunanan Surakarta, Solo, Jawa Tengah. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Keraton Surakarta, Solo, Jawa Tengah
Halaman Museum Keraton Surakarta/Keraton Solo, Jawa Tengah. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Museum di Keraton Surakarta
Museum Keraton Kasunanan Surakarta/Keraton Solo, Jawa Tengah. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Museum Keraton Surakarta, Jawa Tengah
Museum Keraton Surakarta/Keraton Solo, Jawa Tengah. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Museum Keraton Surakarta/Solo, Jawa Tengah
Museum Keraton Kasunanan Surakarta/Keraton Solo, Jawa Tengah. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

1 KOMENTAR

  1. Kepada Yth. Petugas Keraton Solo, mohon di bantu kalau ada acara / agenda acara yang telah rutin di laksanakan oleh Pihak Keraton, saya mohon di betitahu lewat email ini, atau harus hubungi siapa No Hp nya berapa ? Mohon petunjuk, maturnuwun. Contat petson Hp / Wa 081 805858313

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here