Candi Sewu, Menghayati Makna Toleransi Warisan Leluhur

Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah

Menikmati Sunset Candi Sewu Klaten, Jawa Tengah
Wisatawan sedang menikmati keindahan sunset di Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)

Terletak 800 meter di utara kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, keberadaan Candi Sewu yang bercorak Buddha berdampingan dengan Candi Prambanan yang bercorak Hindu menujukkan adanya toleransi beragama yang tinggi saat itu. Candi Sewu juga menjadi karya agung peninggalan peradaban Kerajaan Mataram Kuno yang diakui oleh UNESCO.

Candi Sewu merupakan candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-8 masehi pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran (746-784), raja termahsyur dari Kerajaan Mataram Kuno. Berdasarkan Prasasti Kelurak tahun 782 dan Prasasti Manjusrugrha tahun 792 yang ditemukan pada tahun 1960, nama asli Candi Sewu adalah “Prasada Vajrasana Manjusrigrha”. Istilah Prasada bermakna kuil, Vajrasana bermakna intan bertahta, sedangkan Manjusri-grha bermakna rumah Manjusri.

Kompleks Candi Sewu terdiri dari 1 candi utama, 8 candi apit, dan 240 candi perwara (candi pendamping). Bangunan candi utama memiliki ukuran diameter 28 meter dengan tinggi 30 meter, ruang Garbhagriha besar pada poros tengah candi, dikelilingi empat kamar kecil yang menjorok keluar. Masing-masing memiliki tangga dan dimahkotai susunan stupa. Di setiap pintu penjuru mata angin dijaga 8 patung Drawapala.

Keberadaan Candi Sewu yang dibangun tidak jauh dari Candi Prambanan menunjukkan bahwa sejak zaman dahulu umat Hindu dan Buddha di tanah Jawa hidup berdampingan dan harmonis. Rakai Pikatan seorang pangeran dari dinasti Sanjaya menikahi Pramodhawardhani dari dinasti Sailendra. Setelah dinasti Sanjaya berkuasa rakyatnya tetap menganut agama sebelumnya.

Pemandangan di kompleks Candi Sewu sangat mempesona, kamu bisa menikmati kemegahan bangunan candi di bawah pohon yang rindang. Semilir angin yang bertiup membuat kamu enggan untuk beranjak. Duduklah di bangku taman, sambil sesekali berswafoto dengan latar candi.

Pesona Candi Sewu juga bisa kamu nikmati pada sore hari. Menjelang senja, sinar emas mentari yang menerobos di sela-sela bangunan candi mencipta suasana magis. Jika berkunjung pada saat senja, kamu akan mendapatkan pemandangan matahari tenggelam yang indah dengan bangunan candi sebagai latar depan.

Candi Sewu
Candi utama di kompleks Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Candi Sewu

  • Bersepeda
    Menikmati Taman Wisata Candi Prambanan tak cuma dengan berjalan kaki menyusurinya saja. Bagi kamu yang suka bersepeda, kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menikmati kesegaran mata dan suasana Taman di Candi Sewu pada pagi atau pun sore hari. Kamu bisa bersepeda di sekitar taman atau mengelilingi daerah sekitar Candi Sewu yang masuk dalam kompleks Taman Wisata Candi Prambanan kemudian dilanjutkan dengan mengelilingi candi-candi terdekat seperti Candi Bubrah dan Candi Lumbung.
  • Photo Session
    Pepohonan di sekitar candi yang besar dan asri ini menjadi tempat favorit untuk hunting foto. Bagi kamu penikmat fotografi, pepohonan yang berjajar rapi membetuk garis akan menarik perhatianmu untuk menjadikannya latar belakang foto. Kamu yang hobi berselancar di sosial media bisa langsung meng-upload foto selfie kamu. Langit biru saat pagi akan terlihat indah dipadukan dengan bangunan candi yang kontras, begitupun langit jingga kala senja. Keduanya bisa kamu pilih untuk mengambil gambar terbaik.
  • Belajar Sejarah dan Budaya
    Candi Sewu merupakan salah satu situs dunia yang dijadikan referensi untuk belajar sejarah kerajaan Buddha di Indonesia setelah Candi Borobudur. Berbagai relief yang menjadi simbol agama ini memberikan pelajaran sejarah penting tentang kehidupan dimasa Dinasti Sailendra. Keberadaan Candi Sewu yang tak jauh dari Candi Prambanan juga menunjukkan tolerasi beragama saat itu.
  • Mengunjungi Museum Candi Sewu
    Jika kamu mengunjungi Candi Sewu tak lengkap jika tidak mengunjungi Museumnya. Museum Candi Sewu bercerita tentang proses pemugaran sebuah candi, sampai saat ini upaya pemugaran telah berhasil memugar satu candi induk, Candi Apit dan beberapa Candi perwara. Candi yang belum dipugar masih sekitar 200 candi.
    Letak  Museum yang berada di utara Kompleks Candi Sewu tersebut dilengkapi dengan ruang audio visual. Kamu dapat menggali pengetahuan tentang candi-candi yang terletak di kawasan lereng Prambanan melalui film yang di putar.
  • Menonton Sendratari Ramayana Prambanan
    Setiap hari Selasa, Kamis, dan Jumat, akan dilangsungkan pagelaran Sendratari Ramayana di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan. Pertunjukan ini memadukan seni tari, drama, dan musik jawa. Meski tanpa ada dialog antara pemainnya, kamu tetap bisa mengikuti jalan cerita Ramayana. Pagelaran kolosal nan indah ini dimulai pada pukul 19.30 – 21.30 WIB. Pada musim kemarau pertunjukan akan dilangsungkan di open theater, namun pada musim penghujan pertunjukan dilaksanakan di Gedung Trimurti. Tiket untuk menyaksikan Sendratari Ramayana berbeda dengan tiket masuk Candi Prambanan. Pastikan pertunjukkan yang sudah berlangsung selama puluhan tahun ini masuk dalam daftar kunjunganmu ke Yogyakarta.

Lokasi dan Akses Candi Sewu

Candi Sewu terletak di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, secara administratif berada di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Lokasinya tepat di tepi Jalan Candi Sewu, 800 meter ke arah utara jalan Jogja-Solo. Dari arah kota Jogja kamu bisa naik bus transjogja jalur 1A dan 2A kemudian turun di halte Prambanan dan dilanjutkan dengan jalan kaki atau naik becak. Sedangkan jika datang dari arah timur (Solo atau Klaten) kamu bisa naik bus arah Yogyakarta dan turun di Terminal Prambanan. Pintu masuk Candi Sewu terpadu dengan tiket masuk kawasan Taman Wisata Candi Prambanan.

Jam Buka Candi Sewu

Candi Sewu buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB – 17.00 WIB

Tiket Masuk Candi Sewu

  • Wisatawan Domestik Dewasa: Rp 30.000
  • Wisatawan Domestik Anak: Rp 12.500
  • Warga negara asing: USD $18
  • Untuk reservasi tiket dan informasi lainnya bisa menghubungi nomor (0274) 4596401

Tempat Wisata di Sektiar Candi Sewu

  • Candi Prambanan
    Candi Prambanan yang diakui UNESCO sebagai salah satu warisan dunia memiliki daya pikat lain bagi para wisatawan. Candi ini terdiri dari tiga candi Trimurti agama Hindu, yaitu Candi Siwa dengan candi pendamping bernama Nandini, Candi Brahma dengan candi pendamping Angsa, dan Candi Wisnu dengan Garuda sebagai candi pendamping. Tak hanya itu, masih ada beberapa candi lainnya seperti 2 candi apit dan 4 candi sudut. Halaman kedua dari kompleks ini terdiri dari 224 candi.
  • Candi Plaosan
    Candi Plaosan hanya berjarak sekitar 2 km arah utara Candi Prambanan. Candi ini dilingkupi kawasan persawahan dan ladang, sehingga suasananya sangat asri dan sejuk. Candi Plaosan dibangun sebagai tanda cinta Rakai Pikatan kepada permaisurinya, Pramodyawardani. Kompleks Candi Plaosan terbagi menjadi dua kelompok, yakni Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Mengunjungi candi yang dikelilingi lapangan rumput yang cukup luas ini akan memberimu pelajaran baru tentang makna toleransi dan cinta yang abadi. Di salah satu sudut terdapat pohon besar yang akarnya membelit batuan candi, sepintas mirip dengan suasana di Angkor Watt.
  • Candi Sojiwan
    Candi Sojiwan terletak di Desa Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, tak jauh dari lokasi Candi Prambanan. Arsitektur candi ini cukup unik karena memadukan arsitektur Candi Hindu dan Candi Budha. Di dinding Candi Sojiwan terdapat beragam relief cerita binatang atau fabel yang sangat menarik. Candi ini dikelilingi taman dan tanah lapang yang ditumbuhi rumput hijau segar, sehingga cocok dijadikan lokasi piknik bersama teman atau keluarga. Berhubung baru saja selesai dipugar dan dibuka sebagai tempat wisata pada tahun 2011, candi ini belum begitu dikenal masyarakat. Namun justru disitulah asyiknya, kamu bisa menemukan suasana yang damai dan tenang saat mengunjungi candi ini.
  • Istana Ratu Boko
    Berdiri dengan gagah di pinggang perbukitan Prambanan, Istana Ratu Boko menjadi salah satu tempat menarik untuk menyaksikan senja di Yogyakarta. Bangunan istana ini kini hanya menyisakan gerbang-gerbang megah di atas bukit dan kolam-kolam pemandian. Meski begitu kompleks Istana Ratu Boko tetap menjadi destinasi favorit para pejalan dan menjadi salah satu destinasi wajib menikmati suasana matahari tenggelam di Yogyakarta.
Candi Sewu Klaten, Jawa Tengah
Patung yang terletak di pintu masuk menuju candi utama Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Komplek Candi Sewu
Kompleks Candi Sewu. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Menikmati Candi Sewu
Seorang wisatawan sedang menikmati kompleks Candi Sewu. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Pemandangan Candi Sewu
Pemandangan Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Wisatawan Candi Sewu
Wisatawan Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Mengabadikan Candi Sewu
Seorang wisatawan Candi Sewu sedang mengabadikan kemegahan bangunan candi. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here