Candi Plaosan, Monumen Cinta Yang Mampu Merekatkan Perbedaan

Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Candi Plaosan
Seorang pengunjung sedang mengabadikan Candi Plaosan di pagi hari. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Candi Plaosan adalah bukti nyata bahwa kekuatan cinta mampu menyatukan sekat perbedaan. Candi nan cantik ini dibangun oleh Rakai Pikatan yang beragama Hindu untuk permaisuri terkasihnya Pramodyawardani yang memeluk Budha. Mengunjungi Plaosan tidak hanya mengajarkanmu tentang kekuatan cinta namun juga makna toleransi yang sesungguhnya.

Perbedaan bukanlah alasan untuk melenyapkan cinta yang telah tumbuh. Namun justru cintalah yang seharusnya bisa menjadi alat untuk menyatukan perbedaan. Mungkin hal itulah yang dipegang teguh oleh Rakai Pikatan, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mendirikan bangunan nan cantik, Candi Plaosan, bagi istrinya yang sangat dia kasihi, Pramodyawardani. Sejatinya, Rakai Pikatan yang berasal dari Dinasti Syailendra merupakan pemeluk Hindu. Namun karena cintanya kepada sang istri yang notabene adalah pemeluk Budha, dia pun membuatkan tempat pemujaan berupa Candi Budha dengan sedikit sentuhan arsitektur Hindu.

Berdasarkan catatan sejarah yang ada, Kompleks Candi Plaosan dibangun pada pertengahan abad ke-9. Kompleks candi ini terbagi menjadi dua bagian, yakni Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Kedua candi memiliki teras segi empat yang dikelilingi dinding tempat semedi berbentuh gardu di bagian barat serta stupa di sisi lainnya. Karena kesamaan hal tersebut, maka Candi Plaosan kerap disebut sebagai candi kembar.

Masing-masing kelompok candi memiliki halaman yang cukup luas dan dilapisi rumput hijau. Burung-burung pun kerap hinggap di rerumputan, lantas terbang dan kembali hinggap ke atap candi.Dari pahatan relief di antara dua candi induk, kamu bisa melihat bagaimana perasaan cinta diintepretasikan. Relief candi induk sebelah selatan yang menggambarkan laki-laki kono merupakan bentuk kekaguman Pramodyawardani terhadap suaminya. Sedangkan relief di candi utara yang menggambarkan perempuan dianggap sebagai luapan cinta Rakai Pikatan kepada sang istri.

Permukaan teras di Candi Plaosan sangat halus dan berbeda dengan teras candi lain yang dibangun pada kurun waktu yang sama. Menurut beberapa ilmuwan, bisa jadi dulu teras tersebut digunakan sebagai vihara tempat beribadah umat Budha. Hal ini semakin menegaskan bahwa Candi Plaosan selain menjadi bukti cinta, juga menjadi simbol antar umat beragama yang berbeda sudah ada sejak dulu. Meski sang raja Rakai Pikatan beragama Hindu dia tetap memberikan kebebasan kepada istri dan warganya untuk memeluk keyakinan yang berbeda. Candi Plaosan bukan hanya menjadi tanda bersatunya dua wangsa besar, Syailendra dan Sanjaya, namun juga menjadi bukti nyata toleransi umat beragama.

Mengunjungi Candi Plaosan akan menjadi perjalanan yang menyenangkan. Selain bangunan candinya yang cantik, lokasinya yang berada di tengah areal persawahan juga menjajikan eksotisme tersendiri. Pada saat-saat tertentu kamu bisa menikmati kemegahan candi sembari melihat petani yang membajak sawah atau menyaksikan gerobag sapi yang melintas lengkap dengan bunyi gemerincingnya yang khas.

Candi Plaosan
Seorang pesepeda sedang mengitari daerah Candi Plaosan untuk menikmati suasana pagi. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Candi Plaosan

  • Kontemplasi
    Suasana candi yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk kendaraan menjadikan tempat ini cocok untuk berkontemplasi atau sekadar merenung dan menata ulang hidup. Kamu bisa memilih untuk duduk di bilik candi, di hamparan rumput hijau, atau di sela-sela reruntuhan yang ada. Biarkan pikiran dan imajinasimu melayang dengan bebas tanpa batas. Hirup udara segar sebanyak-banyaknya. Tutup sejenak matamu dan rasakananlah hembusan semilir angin, derik serangga, serta kepak sayap burung yang terbang rendah. Jika kamu melakukan ini untuk beberapa saat, niscaya kamu akan merasa lebih baik. Kamu juga bisa mengamati detil relief yang ada serta merenungkan tetang kekuatan cinta dan besarnya toleransi yang telah ada sejak ratusan tahun yang lalu.
  • Temple Running
    Ingin bergaya ala Angelina Jolie yang lari-lari di Angkor Watt dalam film Tomb Raider? Bisaaaa. Kamu bisa melakukan itu di Candi Plaosan. Halamannya yang luas dan dipenuhi lapisan rumput hijau membuatmu bisa berlari sesukanya. Kamu bahkan bisa lari-lari kecil di antara reruntuhan bangunan yang ada di kompleks Candi Plaosan Lor. Akar-akar pohon besar yang membelit beberapa batuan membuat tempat tersebut semakin menarik. Akan lebih asyik lagi jika kamu melakukan temples running alias lari dari candi ke candi. Mungkin bisa kmau mulai dari Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Sojiwan, dan Candi Plaosan. Lokasinya yang berdekatan serta alamnya yang masih asri akan membuat acara lari-larimu semakin asyik.
  • Sunset & Sunrise Seeing
    Kalau kamu adalah tim pemuja matahari, maka tak ada salahnya sekali waktu kamu berburu matahari fajar dan senja dari kawasan Candi Plaosan. Lokasi candi yang berada di tengah sawah dan ladang membuat pandangan matamu cukup bebas dan tidak mendapatkan banyak penghalang. Kamu memang tidak bisa menikmati momen matahari terbit atau tenggelam dari dalam kompleks candi (kecuali kamu lompat pagar ahaha!), tapi menikmatinya dari area luar tetap saja mempesona. Langit yang diguyur warna-warna cantik saat pagi dan sore serta bulatan mentari yang merangkak naik atau tenggelam akan terlihat sangat mempesona. Siluet Candi Plaosan pun menambah istimewa suasana. Asyiknya lagi, kamu tak perlu merogoh kocek untuk menikmati sunset dan sunrise di kawasan ini. Semuanya gratis cuy!
  • Photo Hunting
    Meski terletak berdekatan dengan Candi Prambanan, Candi Plaosan terbilang masih belum terlalu dikenal wisatawan sehingga suasanya tidak terlalu ramai. Namun justru hal itulah yang menarik. Suasanya yang sepi menjadikan tempat ini asyik digunakan sebagai lokasi photo session. Banyak pasangan muda-mudi yang menjadikan Plaosan sebagai lokasi pembuatan foto pranikah mereka. Ada juga yang menggunakannya sebagai lokasi pemotretan model, album kenangan, hingga video klip. Area candi yang cukup luas dan keberadaan tanah lapang berumput hijau menjadi salah satu daya tarik utama. Jika ingin mendapatkan suasana yang sedikit gloomy kamu bisa beranjak ke Candi Plaosan Lor dimana banyak terdapat reruntuhan dan juga akar pohon yang membelit bebatuan. Dengan sedikit teknik editing, kamu akan mendapatkan suasana kuno dan mistis yang kental.
  • Bersepeda
    Candi Plaosan termasuk salah satu candi yang kerap dikunjungi para pesepeda. Jika tertarik, kamu pun bisa melakukan hal yang sama yakni tour de temples. Kamu bisa memulai perjalananmu di pagi atau sore hari yang cerah dari Kota Jogja. Rute yang bisa kamu ambil adalah menyusuri kawasan Selokan Mataram, lantas masuk ke perkampungan dan area persawahan. Jalannya yang datar dan penuh dengan pemandangan hijau menyegarkan akan membuat acara bersepedamu semakin seru. Kamu juga bisa mengunjungi candi-candi lain yang berada dalam satu garis seperti Candi Sambisari, Candi Sari, Candi Sewu, dan berakhir di Candi Plaosan. Percayalah, bersepeda mengelilingi candi-candi akan membuatmu mendapatkan pengalaman baru yang seru.

Lokasi dan Akses Candi Plaosan

Candi Plaosan terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Jawa Tengah. Namun karena lokasinya yang dekat dengan Candi Prambanan dan dekat dengan ibu kota DIY maka orang-orang menganggap Candi Plaosan masih masuk wilayah Yogyakarta.

Meskipun terletak di tengah persawahan dan ladang warga serta tidak dilalui trayek angkutan umum, akses menuju Candi Plaosan sangat mudah. Silahkan susuri jalan Jogja – Solo hingga tiba di kawasan Candi Prambanan. Sesampainya di perempatan menuju pintu masuk Candi Prambanan kamu belok ke utara dan ikuti jalan tersebut. Jika kamu sudah melihat siluet Candi Plaosan di kanan jalan, silahkan kamu belok kanan guna mencapai candi tersebut. Kalau kamu tidak membawa kendaraan sendiri kamu bisa naik bus kota jurusan Jogja – Solo dan turun di Terminal Prambanan atau Bus Trans Jogja rute 1A/2A dan turun di Halte Prambanan. Dari tempat tersebut kamu bisa jalan kaki, naik ojek, atau naik andong.

Jam Buka dan Harga Tiket

Candi Plaosan buka setiap hari dari pukul 09.00 – 05.00 WIB. Untuk masuk ke dalam Candi Plaosan dan menikmati sejarahnya, kamu hanya membayar tiket sebesar Rp 3.000.

Tempat Wisata dan Lokasi Asik di Sekitar Candi Plaosan

  • Candi Prambanan
    Berdiri tegak menjulang setinggi 47 meter menahbiskan Candi Prambanan sebagai candi tertinggi di Indonesia. Bentuknya yang ramping dan tinggi mencuri perhatian siapa saja yang melewati jalan raya Jogja – Solo. Candi Hindu ini terdiri dari 3 bangunan candi utama dan banyak candi pewara yang kini sebagian besar sudah menjadi reruntuhan. Di dinding Candi Prambanan terukir relief kisah Ramayana.
  • Candi Sewu
    Candi Sewu berada satu kompleks dengan Candi Prambanan. Meski berada dalam kompleks yang sama, Candi Sewu bukanlah Candi Hindu melainkan Candi Budha. Bahkan, candi ini disebut sebagai Candi Budha terbesar kedua di Indonesia setelah Candi Borobudur. Candi Sewu juga lekat dengan cerita Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Lokasinya yang tersembunyi menjadikan Candi Sewu cukup sunyi sehingga kamu bisa puas mengeksplorasi tanpa banyak gangguan.
  • Candi Sojiwan
    Candi Sojiwan termasuk candi yang baru dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata. Sebelumnya candi ini hanya berupa reruntuhan dan bongkahan batu yang tidak menarik untuk dikunjungi. Sojiwan baru selesai dipugar dan dibuka sebagai tempat wisata pada tahun 2011. Arsitektur candi ini merupakan perpaduan antara Candi Hindu dan Candi Budha. Di dinding Candi Sojiwan terpahat aneka relief fabel atau cerita binatang yang menarik. Taman berumput hijau nan mengitarinya membuat Candi Sojiwan asyik dijadikan lokasi piknik bersama teman atau keluarga. Candi Sojiwan terletak di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Candi Plaosan
Seorang pengunjung sedang mengabadikan Candi Plaosan di pagi hari. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Candi Plaosan
Komplek Candi Plaosan, Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Candi Plaosan
Candi utama Plaosan. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Candi Plaosan
Komplek Candi Plaosan, Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Candi Plaosan
Komplek Candi Plaosan, Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Candi Plaosan
Sunset di Candi Plaosan. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

2 KOMENTAR

  1. Foto-foto Candi Plaosan nya bagus-bagus kak. Terus berkarya ya.

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here