Candi Pawon, Kisah Dari Balik Lubang Angin

Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah

Candi Pawon, Magelang, Jawa Tengah
Candi Pawon terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah dan selesai di pugar pada tahun 1904. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Bukan hanya menjadi candi termungil jika dibandingan Candi Pawon dan Borobudur, Candi Pawon juga menjadi titik tengah atau poros dari dua candi tersebut. Candi dengan keunikan lubang angin di dindingnya ini memiliki beragam kisah tentang asal-usul namanya.

Usai mengunjungi Candi Borobudur atau Candi Mendut, mampirlah sebentar ke Candi Pawon. Meski mungil, candi Budha yang berada di tengah permukiman warga ini memiliki arsitektur yang berbeda dibandingkan dua candi lainnya dan menyimpan kisah yang menarik. Candi Pawon memiliki bentuk persegi empat dengan atap bertingkat. Di dalamnya terdapat sebuah bilik yang cukup kecil, lebih kecil dari bilik yang dimiliki oleh Candi Mendut. Yang paling menarik dari semuanya adalah keberadaan lubang angin di bilik candi.

Lubang angin inilah yang hingga saat ini menjadi misteri sekaligus menjadi dasar penamaan atas candi ini. Ada beragam makna dan penafsiran terhadap nama Candi Pawon. Dalam bahasa Jawa, kata pawon berarti dapur atau tempat yang biasa digunakan untuk memasak. Menurut J.G de Casparis, nama Pawon berasal dari bahasa Jawa “awu (abu)” mendapat awalan “pa” dan akhiran “an” sehingga berarti perabuan. Sementara itu masyarakat sekitar mengatakan Pawon berasal pawuan yang berarti tempat pembakaran atau pembuangan sampah. Terlepas hipotesis mana yang benar, semua hal tersebut merujuk pada satu hal yakni adanya proses pembakaran. Karena itulah di bilik Candi Pawon terdapat lubang yang berfungsi sebagai ventilasi atau tempat keluar masuknya angin dan asap.

Candi yang juga memiliki nama lain Candi Brajalanan ini berjarak tepat 1.750 meter dari Candi Borobudur yang super megah itu dan 1.150 meter dari Candi Mendut yang dikenal dengan arca Budha raksasanya. Brajanalan sendiri berasal dari bahasa Sansekerta vajra (halilintar) dan anala (api). Berbahan batu vulkanik yang diambil dari Sungai Elo, Candi Pawon merupakan monumen Buddha yang dibangun dengan menggabungkan seni arsitektur Hindu Jawa kuno dan India. Candi yang pernah dipugar tahun 1903 dan selesai pada 1904 ini juga memiliki fitur teras dan tangga yang terbilang lebar.

Memasuki areal candi, kamu akan disuguhi deretan stupa kecil di atapnya yang berbentuk limas. Sedangkan di dindingnya terpahat pohon hayati (kalpataru) yang diapit dengan pundi-pundi dan kinara-kinari atau makhluk berkepala manusia dan berbadan burung. Motif pahatan yang ada di Candi Pawon mirip dengan pahatan di kedua candi lainnya. Bahkan sebuah penelitian menyebutkan bahwa relief di Candi Pawon merupakan awal dari relief di Candi Borobudur.

Wisatawan Asing Candi Pawon
Wisatawan asing Candi Pawon. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

AktivitasYang Bisa Dilakukan di Candi Pawon

  • Wisata Budaya dan Sejarah
    Keberadaan lubang angin di Candi Pawon menjadikan candi ini sarat dengan misteri yang menarik untuk dibicarakan. Ada beragam kemungkinan yang mencuat tentang fungsi candi ini, mulai dari lokasi kremasi para raja, tempat pembakaran peralatan sisa-sisa ritual keagamaan, atau hanya dipakai sebagai tempat beristirahat para peziarah sebelum menuju Borobudur. Apa pun kisah yang ada dibaliknya, Candi Pawon layak dikunjungi untuk melengkapi kisah perjalananmu bertandang ke Borobudur.
  • Photo Hunting
    Candi mungil yang berdiri sendiri ini menjadi keunikan tersendiri bagi pecinta fotografi atau pun buat kamu yang hanya sekedar foto-foto saja. Area candi yang ditumbuhi rumput hijau nan rapi ini dapat menjadi salah satu spot asyik untuk foto. Bagi kamu pecinta selfie, kamu bisa bergaya sepuasnya disini tanpa perlu merasa sungkan atau malu sebab candi ini terbilang sepi. Kalau kata anak-anak sekarang sih, bebaskan ekspresi loe!
  • Belanja di Toko Suvenir
    Meski hanya berdiri tunggal dan kecil, pengelola Candi Pawon melengkapi tempat ini dengan toko souvenir dan oleh-oleh khas Magelang. Di sini kamu dapat membeli buah tangan bagi sanak saudara atau pun teman berupa miniatur-miniatur unik candi-candi. Selain itu ada beragam hasil karya kerajinan tangan warga sekitar yang unik dan menarik.
  • Bersepeda
    Jika kamu menginap di kawasan Borobudur, ada hal menarik yang bisa kamu lakukan yakni tour de temples, alias bersepeda keliling tiga candi yang ada. Perjalanan bisa kamu mulai dari penginapan, Candi Mendut, Candi Pawon, lantas berakhir di Candi Borobudur. Dengan rute tersebut kamu bisa mencicipi rasanya menjadi peziarah di masa lampau yang memulai ritualnya dari Candi Mendut dan berakhir di Borobudur. Tour mengelilingi kompleks candi menggunakan sepeda akan memberimu pengalaman baru yang menarik.

Lokasi dan Akses Menuju Candi Pawon

Candi Pawon terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi candi ini di tengah permukiman warga, meski begitu kamu tak perlu kesusahan mencarinya sebab sudah ada petunjuk arah menuju Candi Pawon. Akses menuju tempat ini sangat mudah. Jika datang dari arah Yogyakarta atau Magelang, kamu cukup menyusuri jalan menuju Candi Borobudur. Selepas jembatan panjang Kali Elo dan bertemu pertigaan, kamu bisa ambil arah kiri dan ikuti saja jalannya. Candi Pawon ada di kiri jalan. Dari Candi Borobudur kamu bisa mencapai candi ini dengan jalan kaki, naik andong, becak, atau sepeda.

Retribusi dan Jam Buka Candi Pawon

  • Tiket masuk: Rp 3.300
  • Parkir motor: Rp 2.000
  • Parkir mobil: Rp 3.000
  • Jam buka: setiap hari pukul 06.00 – 17.00 WIB

Tempat Wisata dan Lokasi Asyik di Sekitar Candi Pawon

  • Candi Borobudur
    Candi Budha termegah di dunia yang masuk dalam daftar world heritage UNESCO ini bukan hanya menjadi kebanggaan warga Indonesia namun juga warisan budaya dunia. Borobudur merupakan mahakarya para pemahat, pematung, sekaligus arsitektur pada masanya. Selain sebagai tempat wisata yang selalu dipadati pengunjung, setiap tahunnya Borobudur juga menjadi pusat penyelenggaraan ibadah Waisak dan dilanjutkan dengan pesta lampion. Ada begitu banyak hal yang bisa kamu lakukan saat mengunjungi candi ini, mulai dari berjalan pradaksina menyaksikan detil reliefnya, melihat sunset dan sunrise, hingga menyaksikan aneka koleksi menarik di dua museum yang ada di kawasan candi.
  • Candi Mendut
    Berdiri dengan gagah di tepi jalan raya Jogja – Borobudur, Candi Mendut menyimpan dongeng indah yang terpahat di dindingnya. Dengan pintu masuk menghadap ke arah matahari tenggelam, Candi Mendut memiliki bilik yang digunakan sebagai tempat berdoa sekaligus singgasana bagi 3 arca Budha raksasa. Ketika malam tiba, kamu juga dapat mengikuti ritual canting di Budhist Monestery yang terletak di samping Candi.
  • Rumah Seni Elo-Progo
    Sesuai dengan namanya, Rumah Seni Elo-Progo, tempat ini merupakan rumah dan galeri seni yang berada tepat di tebing pertemuan aliran Sungai Elo dan Progo. Beralamat di Dusun Bejen, Wanurejo, Borobudur, rumah ini menjadi tempat tinggal dan galeri lukis Sony Santosa. Rumah Seni Elo Progo juga menjadi tempat berkesenian serta berkreatifitas bagi para penggiat seni, sastra, teater, lukis atau masyarakat biasa yang ingin sekedar berlibur dan menikmati suasana alam pedesaan. Selain itu tempat ini juga menyediakan fasilitas untuk berkemah, menginap, pameran lukisan, serta berbagai event lainnya. Rumah ini merupakan tempat yang tepat untuk berkontemplasi. Suasananya yang asri dengan lembah hijau berikut gunung gemunung dan perbukitan yang mengitarinya, suara aliran air sungai yang bergemericik merdu tanpa hati, serta bangunannya yang menyatu dengan alam menjadikan orang mudah jatuh hati dengan tempat ini.
  • Wisata Air Rafting Sungai Elo
    Tak jauh dari Candi Pawon terdapat aliran Sungai Elo yang biasa digunakan sebagai tempat olahraga air arung jeram atau rafting. Sungai yang berhulu di lereng gunung ini menjadi salah satu lokasi arung jeram favorit bagi pemula karena arusnya yang tidak terlalu liar. Bahkan bagi kamu yang tidak bisa berenang pun dapat menikmati wahana air ini dengan aman. Selama kamu memakai peralatan sesuai dengan standar keselamatan dan patuh terhadap instruksi pemandu dijamin arung jerammu di Sungai Elo akan menyenangkan.
  • Museum Seni H. Widayat
    Berdiri dengan megah di tepi jalur utama yang menghubungan Candi Mendut dan Candi Borobudur, Museum Seni Haji Widayat atau MHW ini adalah buah nyata dari impian dan obsesi pelukis H. Widayat. Di tempat ini H. Widayat menyimpan dan memamerkan karya seni pribadinya dan juga instalasi serta lukisan perupa lain. Museum pribadi yang terbuka untuk umum ini dilengkapi dengan gallery, artshop, dan taman tropis. Jika ingin berkunjung ke museum ini kamu bisa menghubungi nomor 0293 788251.
Candi Pawon, Magelang, Jawa Tengah
Candi Pawon terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah dan selesai di pugar pada tahun 1904. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Candi Pawon, Magelang, Jawa Tengah
Candi Pawon terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah dan selesai di pugar pada tahun 1904. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Candi Pawon, Magelang, Jawa Tengah
Candi Pawon terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah dan selesai di pugar pada tahun 1904. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Mendokumentaskan Candi Pawon
Wisatawan asing Candi Pawon. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Mengabadikan Candi Pawon
Wisatawan asing sedang mengabadikan arsitektur Candi Pawon. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here