Candi Mendut, Kumpulan Dongeng di Bawah Singgasana Sang Budha

Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Arca Dhayani Buddha Wairocana di dalam Candi Mendut
Arca Dhayani Buddha Wairocana di dalam Candi Mendut. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Berdiri dengan gagah di tepi jalan raya Jogja – Borobudur, Candi Mendut menyimpan dongeng indah yang terpahat di dindingnya. Dengan pintu masuk menghadap ke arah matahari tenggelam, Candi Mendut memiliki bilik yang digunakan sebagai tempat berdoa sekaligus singgasana bagi 3 arca Budha raksasa.

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sejarah dan budaya adiluhung. Sejak zaman dahulu nenek moyang kita sudah dikenal memiliki tingkat kebudayaan yang tinggi, terlebih dalam hal rancang bangun. Hal itu bisa dibuktikan dengan keberadaan bangunan-bangunan candi nan megah lengkap dengan detil relief dan arca yang rumit.

Jika kamu bertandang ke Kota Magelang, sempatkan untuk mengunjungi salah satu warisan budaya tersebut yakni Candi Mendut. Terletak tepat di tepi jalan raya, Candi Mendut mampu mencuri perhatian setiap wisatawan yang hendak melintas ke Candi Borobudur. Candi dengan kaki yang tinggi ini dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra. Bahkan beberapa ahli menyebutkan bahwa candi ini dibangun lebih awal dibandingkan Candi Borobudur.

Tidak jauh berbeda dengan candi-candi Budha lainnya di Indonesia, candi yang berdiri sendiri ini menyimpan banyak cerita kehidupan yang sarat makna. Cerita kehidupan yang digambarkan dalam bentuk fabel tersebut dipahat di dinding kaki candi. Beberapa dongeng yang bisa dilihat antara lain dongeng tentang “Burung dan Kura-kura”, “Brahmana dan Kepiting”, serta “Kura-kura dan Burung Manyar”.

Usai menikmati kisah kura-kura, kamu bisa memasuki bilik candi. Di tempat ini aroma bunga dan hio menguar dengan tajam. Hal ini dikarenakan Candi Mendut masih difungsikan sebagai tempat berdoa oleh umat Budha baik dari dalam maupun luar negeri. Pada perayaan Waisak, Candi Mendut juga memiliki peran penting sebagai tempat dimulainya semua ritual peribadatan. Pada saat itu akan ada prosesi peletakan api dharma oleh puluhan biksu. Oleh karena itu Candi Mendut selalu ditutup untuk wisatawan ketika Waisak tiba. Wisatawan yang ingin melihat prosesi bisa menyaksikannya dari luar pagar candi.

Di dalam relung candi ini juga terdapat tiga buah arca berukuran besar. Ketiga arca besar tersebut yakni arca Dyani Buddha Cakyamuni (Vairocana), arca Budha Avalokitesvara (Lokesvara), dan arca Bodhisatva Vajrapani. Meski hanya berdiri tegak sendiri tanpa candi pendamping, Candi Mendut tetap menarik untuk dikunjungi. Biasanya wisatawan akan mengunjungi candi ini lantas dilanjutkan dengan Candi Pawon dan berakhir di Candi Borobudur, atau sebaliknya. Hamparan tanah berumput yang cukup luas dan pohon bodhi berusia tua yang berdiri tegak di pelataran candi menjadikan tempat ini terasa sejuk dan indah.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Candi Mendut

  • Wisata Budaya, Sejarah, dan Religi
    Meski berukuran kecil, Candi Mendut memiliki sejarah yang panjang. Dulunya candi ini didatangi para peziarah dari berbagai belahan bumi. Selain untuk berdoa, mereka juga bertujuan untuk belajar tentang agama Buddha. Saat berkunjung ke candi ini kamu bisa napak tilas sejarah tersebut. Arsitektur candi yang berbeda, yaitu memiliki kaki setinggi 3,7 meter juga menjadi hal yang patut dipelajari. Jika ingin mendapatkan kisah-kisah menarik seputar Candi Mendut dan kawasan di sekitarnya, kamu bisa bertanya kepada guide dan penduduk lokal yang tinggal di sekitar kawasan ini.
  • Mengunjungi Buddhist Monastery
    Tepat di seberang Candi Mendut terdapat Buddhist Monastery atau biara bagi calon biksu yang datang dari berbagai tempat. Memasuki kompleks bangunan ini kamu akan disambut kolam yang dipenuhi dengan bunga lotus atau bunga teratai yang identik dengan kehidupan Sang Budha. Stupa-stupa kecil juga beridiri berjajar di kanan kiri jalan. Semakin masuk ke dalam kamu akan menjumpai taman yang indah dan spot-spot khusus yang digunakan sebagai tempat meditasi dan juga tempat berdoa. Jika ingin masuk ke Buddhist Monastery kamu wajib menjaga sikap dan perilaku serta tidak boleh membuat kegaduhan.
  • Mengikuti Ritual Chanting
    Setiap malamnya, di area Budhhist Monestery selalu diadakan ritual chanting atau semacam meditasi. Ritual ini biasanya dilakukan oleh para bikhu dan calon bikhu. Namun jika kamu tertarik untuk mengikutinya kamu bisa bergabung bersama mereka dengan meminta ijin terlebih dulu. Usai Chanting biasanya akan dilangsungkan sesi tanya jawab dengan peserta. Ritual Chanting dilangsungkan pada pukul 19.00 – 20.00 WIB.

Lokasi dan Akses Menuju Candi Mendut

Candi Mendut terletak tepat di tepi Jalan Raya Jogja – Borobudur, tepatnya di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Akses menuju candi ini sangatlah mudah. Jika kamu berangkat dari Yogyakarta, ambillah rute arah Magelang kemudian kamu akan menemukan plang yang mengarahkan ke Candi Borobudur. Susuri saja jalan utama Yogyakarta – Borobudur ini, maka kamu akan mendapati sebuah candi yang cukup anggun di sebelah kanan jalan, tepatnya sebelum pertigaan jembatan Mendut. Jika menggunakan kendaraan umum kamu bisa berangkat dari Terminal Jombor menggunakan bus kecil jurusan Jogja – Borobudur. Nanti kamu bisa turun tepat di depan candi.

Harga Tiket dan Jam Buka Candi Mendut

  • Tiket masuk: Rp 3.300
  • Jam buka: 07.00 – 18.00 WIB (setiap hari kecuali Waisak)

Tempat Wisata dan Lokasi Asik di Sekitar Candi Mendut

  • Wisata Air Rafting Sungai Elo
    Tak jauh dari Candi Mendut terdapat aliran Sungai Elo yang biasa digunakan sebagai tempat olahraga air arung jeram atau rafting. Sungai yang berhulu di lereng gunung ini menjadi salah satu lokasi arung heram favorit bagi pemula. Di tempat ini kamu bisa mencumbu derasnya jeram dan arus sungai. Meski tak mahir berenang kamu tak perlu takut, sebab ada pelampung yang menjadi pengaman tubuhmu serta guide yang akan memandumu.
  • Museum Seni H. Widayat
    Museum Seni Haji Widayat atau yang juga dikenal dengan nama MHW adalah obsesi dan impian pelukis H. Widayat yag mewujud. Terletak di pertigaan Mendut, di tepi jalur utama yang menghubungan Candi Mendut dan Candi Borobudur, museum ini berdiri dengan megah di areal tanah seluas 7000 meter persegi. Selain sebagai tempat memamerkan karya seni pribadinya, di sini juga terdapat lukisan dan instalasi seni milik pelukis dan perupa lain. Selain itu museum ini dilengkapi dengan gallery, artshop, dan taman tropis. Jika ingin berkunjung ke museum ini kamu bisa menghubungi nomor 0293 788251.
  • Candi Pawon
    Berada dalam satu garis dengan Candi Mendut dan Candi Borobudur, Candi Pawon seolah menjadi titik tengah dari ketiganya. Candi yang berukuran paling kecil ini terletak di tengah perkampungan warga. Konon dulunya candi ini digunakan sebagai tempat perabuan atau tempat pembakaran. Karena itu di dinding Candi Pawon terdapat lubang angin tempat keluar asap.
  • Candi Borobudur
    Borobudur merupakan candi Budha termegah di dunia dan ditetapkan menjadi salah satu world heritage oleh UNESCO. Puzzle batu raksasa ini merupakan hasil kolaborasi ilmu rancang bangun, arsitektur, serta seni tingkat tinggi yang menjadi mahakarya dunia. Ada begitu banyak hal yang bisa kamu lihat dan lakukan di candi ini seperti berjalan pradaksina (mengelilingi candi searah jarum jam), menyaksikan relief-relief indah yang terpahat di dinding, mengunjungi Museum Samudraraksa dan Museum Karmawibangga, hingga naik gajah mengelilingi areal candi. Pastikan membawa air minum jika hendak berwisata mengelilingi candi.
  • Bukit Punthuk Setumbu / Borobudur Nirwana Sunrise
    Salah satu tempat asyik untuk menikmati terbitnya mentari pagi adalah di Bukit Punthuk Setumbu yang juga dikenal dengan nama Borobudur Nirwana Sunrise. Bukit yang tidak terlalu tinggi ini merupakan salah satu spot favorit fotografer untuk mengabadikan gambar Candi Borobududr di kala pagi yang dikelilingi lautan kabut. Menikmati pagi yang hening dari Puncak Punthuk Setumbu merupakan pembuka hari yang sempurna. Dari sini kamu bisa melihat kabut yang merayap menyelimuti Candi Borobudur, merangkak naik, kemudian memudar tatkala mentari muncul dari balik punggung gunung.
Candi Mendut
Sejumlah wisatawan asing sedang mengunjungi Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Wisatawan Asing Candi Mendut
Sejumlah wisatawan asing sedang mengunjungi Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Halaman Candi Mendut
Halaman Candi Mendut. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Wisata Candi Mendut
Halaman Candi Mendut. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Puing-puing Puzle Candi Mendut
Puing-puing bangunan Candi Mendut. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Sisa Arca dan Relief di Luar Candi Mendut
Sisa arca dan relief di luar Candi Mendut. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Araca di Dalam Candi Mendut
Di dalam Candi Mendut terdapat tiga arca. Yaitu arca Dhyani Buddha Wairocana (berda di tengah), Boddhisatwa Awalokiteswara (kiri) dan Wajrapani (kanan). (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Tiga Arca di Dalam Candi Mendut
Tiga arca di dalam Candi Mendut. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Menikmati Candi Mendut
Sejumlah wisatawan sedang menikmati suasana pagi di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah. (Sepdes Sinaga/Maioloo.com)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here