Candi Cetho, Dekapan Magis Lereng Gunung Lawu

Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

Candi Cetho
Seorang pengunjung sedang berdiri di pintu utama Candi Cetho. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)

Sinar mentari turun menembus celah kabut yang membalut Candi Cetho. Di puncak bukit, deretan punden berundak berselimut aroma dupa mencipta suasana magis. Candi Cetho menyimpan cerita figur Sumeria dan kesakralan tempat pemujaan para dewa.

Gambar burung garuda yang melambangkan kendaraan Dewa Wisnu ditemukan di halaman candi menunjukkan Candi Cetho dibangun sekitar abad ke-15 di akhir masa kejayaan kerajaan Majapahit. Kompleks Candi ini pertama kali ditemukan oleh seorang arkeolog Belanda Van der Vlis pada tahun 1842. Candi ini sebenarnya merupakan bangunan candi yang terdiri dari 14 teras yang berunduk membentang dari barat ke timur, namun setelah dilakukan pemugaran hanya tersisa 9 teras saja.

Menaiki halaman berikutnya, kamu bisa melihat bentuk candi punden berundak yang dihiasi arca-arca disetiap halaman dan patung seorang Sumeria sebelum menuju bangunan utama menunjukkan keunikan Candi Cetho. Seperti halnya Candi Sukuh yang terletak tidak jauh dari Candi Cetho, candi ini memiliki bentuk arsitektur yang lebih mirip dengan Candi dari peradaban suku Maya di Meksiko dan suku Inca di Peru.

Dari kompleks Candi Cetho kamu bisa melihat bentang alam perkebunan the dengan latar belakang gunung Merapi dan Merbabu. Berada di ketinggian 1496 meter diatas permukaan laut membuat suasana terasa dingin, ditambah kabut tipis perlahan turun bersama tetesan gerimis menciptakan suasana tenang. Bebauan dupa yang tertiup angin lembah menembus tiang tiang pendopo akan membawa kamu berada pada kehidupan masa silam.

Di atas pendopo terdapat sebuah ruangan yang digunakan untuk sembahyang, di depan pintu berdiri dua buah arca batu dengan tulusan Jawa menunjukkan tahun dibangunnya Candi Cetho. Menuju teras selanjutnya, sebuah bangunan terbuat dari kayu merupakan tempat penyimpanan pusaka Empu Supa. Seorang pembuat senjata pusaka yang terkenal dan dihormati pada masa hidupnya.

Pada puncak kompleks candi, kamu akan melihat bangunan tanpa atap berdinding batu setinggi 1,60 meter. Bangunan utama Candi Cetho yang menghadap ke puncak gunung mencerminkan keyakinan bahwa kekeramatan Candi merupakan bagian dari alam sekitar, tempat bersemayamnya para dewa.

Halaman Candi Cetho
Gambar burung garuda di halaman Candi Cetho. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Candi Cetho

  • Wisata Budaya, Sejarah dan Religi
    Meski berada di atas lereng gunung Lawu, candi ini masih digunakan sebagai tempat sembahyang para umat Hindu Jawa. Saat berkunjung ke Candi ini kamu bisa melihat kisah-kisah leluhur nusantara yang menaklukkan seorang Sumeria seperti yang tergampar pada patung berperawakan Sumeria di komplek Candi. Jika ingin mendapatkan kisah menarik seputar Candi Cetho, kamu bisa bertanya kepada penggelola kawasan Candi ini.
  • Candi Cetho Sunset
    Buat kamu yang merasa penikmat senja, kamu wajib menikmati sunset dari atas kompleks Candi Cetho. Sinar mentari yang turun menyelip dari celah gerbang Candi menjadikan pemandangan yang indah. Semburat jingga tergantikan oleh gelapnya malam dan sesekali aroma dupa tercium membuat suasana mistis. Jika kamu beruntung samar-samar gunung Merapi dan gunung Merbabu memperlihatkan kegagahannya.
  • Memetik Pucuk Teh
    Komplek Candi Cetho berada di sekitar perkebunan teh lereng gunung Lawu. Setelah puas menikmati kisah-kisah menarik dari relief candi, kamu bisa berbaur bersama para petani perkebunan teh Ngargoyoso. Kamu juga bisa merasakan teh Kemuning di Rumah Teh Ndoro Dongker, menikmati sejuknya udara perkebunan sambil menyeruput hanyatnya teh.
  • Hunting Foto
    Keindahan panorama perbukitan lereng gunung Lawu sayang jika dilewatkan, kamu bisa mengabadikan momen ini bersama teman atau pasangan. Berfoto dicelah hamparan kebun teh dengan latar belakang perbukitan lereng Lawu akan menjadi pengalaman tersendiri.

Lokasi dan Akses Menuju Candi Cetho

Secara administratif Candi Cetho terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kompleks Candi Cetho terletak di lereng gunung Lawu, dari jalur Solo-Karanganyar-Tawangmangu kamu akan mendapati plang ke arah kiri, cukup mengikuti plang penunjuk arah kamu akan melewati hamparan perkebunan teh sebelum sampai di kompleks Candi Cetho. Berhubung tidak ada tidak ada angkutan umum yang melayani trayek hingga kompleks candi, maka lebih baik kamu membawa kendaraan sendiri.

Harga Tiket Candi Cetho

  • Tiket masuk: Rp 7.000
  • Parkir motor: Rp 2.000
  • Parkir mobil: Rp 5.000

Tempat Wisata dan Lokasi Menarik di Sekitar Candi Cetho

  • Candi Sukuh
    Candi Sukuh teletak tidak jauh dari Candi Cetho, Candi Sukuh banyak terdapat arca dan patung beraroma erotis sebagai symbol kesuburan. Struktur Candi Sukuh berbeda dengan candi lain di Indonesia, struktur bangunan lebih mirip dengan suku Maya di Meksiko dan suku Inca di Peru. Lokasinya yang berada di ketinggian membuat panorama nan indah memanjakan mata. Siapapun betah berlama-lama untuk duduk menikmati semilir angina.
  • Taman Hutan Raya
    Lokasi Taman Hutan Raya berada 500 meter di atas kompleks Candi Sukuh sangat cocok untuk wisata keluarga, picnic party menikmati bekal makanan yang kamu bawa dari rumah sambil berfoto bersama. Di kawasan taman terdapat sebuah vila dan lapangan, buat kalian mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kampus, lokasi ini cocok untuk mengadakan makrab.
  • Air Terjun Jumog
    Air Terjun Jumog terdapat di kecamatan Ngargoyoso satu arah menuju kompleks Candi Sukuh. Riak air yang jatuh dari atas tebing ini mengalir di sebuah sungai kecil berbatu, kamu bisa duduk di atas bebatuan merasakan titik embun yang terbawa angin. Di sekitar Air Terjun Jumog kamu akan di manjakan dengan panorama hijau khas pegunungan yang indah yang menyejukkan hati.
  • Kebun The Kemuning
    Jika kamu yang berdomisili di kota Yogyakarta dan Jawa Tengah ingin menikmati sejuknya udara perkebunan teh tidak perlu jauh-jauh pergi ke puncak Bogor. Di tempat ini kamu bisa terbang tandem bersama penggiat olahraga aero sport paralayang, melepaskan pandang hamparan perkebunan teh Desa Segoro Gunung Kemuning. Menikmati pagi dengan secangkir teh khas Kemuning merupakan pembuka hari yang sempurna.
Candi Cetho
Wisatawan mengamati bangunan utama Candi. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Relief Candi Cetho
Salah satu detail relief di Candi Cetho. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Komplek Candi Cetho
Suasana bangunan penyimpanan pusaka empu Supa. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Candi Cetho
Wisatawan sedang mengamati bangunan di komplek Candi Cetho. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Candi Cetho
Wisatawan berjalan di antara pendopo Candi Cetho. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Candi Cetho
Wisatawan berfoto di salah satu gapura kompleks candi. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Candi Cetho
Panorama Candi Cetho dari atas bukit. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here