Candi Borobudur Sunrise
Sunrise di Candi Borobudur dengan latar belakang Gunung Merapi. (Sepdes Sinaga/Maioloo.com)

Candi Borobudur merupakan hasil kolaborasi ilmu rancang bangun, arsitektur, serta seni tingkat tinggi yang menjadi mahakarya dunia. Puzzle batu raksasa ini merupakan candi Budha termegah di dunia dan ditetapkan menjadi salah satu world heritage oleh UNESCO.

Berdiri dengan megah di bawah kaki Perbukitan Menoreh, Candi Borobudur menjadi penanda kejayaan masa lalu. Bahwa pernah ada suatu masa, di bumi Jawadipa berdiri kerajaan Mataram Kuno nan kaya raya dan termasyur.

Keberadaan hasil bumi yang melimpah serta sumber daya manusia yang cerdas menjadikan kerajaan Mataram Kuno mampu membangun megaproyek yang dikenal dengan nama Candi Borobudur.

Candi Budha ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra, sekitar abad ke – 8. Pembangunan megaproyek ini dipimpin oleh Gunadarma, seorang arsitek ulung pada masanya.

Tanpa bantuan komputer dan alat canggih lainnya dia mampu menciptakan bangunan yang sedemikian megah dengan luas 123 x 123 m2 lengkap dengan 504 patung Buddha, 72 stupa terawang, dan 1 stupa induk.

Jutaan meter kubik batu yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur diambil dari Sungai Progo yang berjarak sekitar 2 km dari lokasi pembangunan candi.

Batu-batu yang mulanya berukuran besar tersebut lantas dipotong kemudian disusun dengan sistem interlock atau saling mengunci satu sama lain, sehingga keseluruhan bangunan candi laksana puzzle raksasa atau lego yang saling terkait.

Kemegahan Candi Borobudur bukan hanya dilihat dari ukurannya yang besar. Salah satu alasan yang mendasari UNESCO untuk menetapkan monumen Budha termegah ini sebagai warisan budaya dunia adalah keberadaan ribuan panel relief yang tersebar di tiap-tiap tingkatnya.

Relief yang menceritakan kehidupan manusia pada zaman itu serta kisah perjalanan Budha ini diakui sebagai ansambel relief terlengkap di dunia.

Candi Borobudhur merupakan manifestasi dari kehidupan manusia yang terbagi menjadi 3 tingkat, yakni kamadatu, rupadatu, dan arupadatu. Di tingkat kamadatu digambarkan relief kehidupan manusia yang masih penuh dengan hawa nafsu dan angkara murka.

Di tingkat rupadatu keinginan duniawi mulai sirna. Sedangkan di tingkat arupadatu manusia digambarkan benar-benar telah sempurna sehingga dilambangkan dengan stupa induk yang tertutup rapat.

Pada abad ke – 9, Candi Borobudur berkembang menjadi pusat studi agama Budha. Candi ini juga menjadi tempat ziarah bagi umat Budha dari India, Tiongkok, Myanmar, dan bangsa-bangsa lain.

Mereka datang berbondong-bondong ke Borobudur melewati pelabuhan Semarang yang kala itu dikenal dengan nama Bergota atau Pragota. Hal ini berlangsung terus-menerus hingga abad ke – 11.

Saat ini Candi Borobudur juga ditetapkan sebagai pusat perayaan Waisak di Indonesia. Setiap tahunnya ratusan ribu umat Budha dari Indonesia dan negara-negeara lain berbondong-bondong mengikuti upacara Waisak di kompleks candi ini.

Sebagai pamungkas ritual keagamaan ini biasanya akan diadakan prosesi penerbangan ribuan lampion ke langit. Karena itu wisatawan akan memadati candi pada tiap perayaan Waisak.

Sebagai destinasi wisata kelas dunia yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, pengelola dan masyarakat di sekitar candi selalu berbenah untuk menata diri.

Beragam fasilitas penunjang yang akan memudahkan wisatawan terus menerus dibangun. Hotel yang ada di sekitar Candi Borobudur pun sangat beragam, mulai dari resort mewah dan eksklusif dengan tarif jutaan rupiah hingga penginapan sederhana bertarif murah untuk para backpacker.

Gambar Sunrise Candi Borobudur
Para wisatawan asing dan lokal sedang menikmati matahari terbit di Candi Borobudur. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Candi Borobudur

  • Pradaksina
    Pradaksina adalah aktivitas berjalan mengitari candi searah jarum jam. Dimulai dari tingkatan pertama ke arah kiri, kemudian setelah selesai baru naik ke tingkat selanjutnya. Hal ini dilakukan hingga tingkat terakhir dan tiba di puncak. Dengan melakukan pradaksina secara penuh dari tingkat 1 hingga puncak, maka kamu sudah trekking di atas candi sejauh 2 kilometer.
  • Borobudur Sunset dan Borobudur Sunrise
    Buat kalian yang ngaku sebagai “pemuja matahari”, kalian wajib menikmati sunset dan sunrise dari atas Candi Borobudur. Sinar matahari sore yang menelusup di antara lubang-lubang stupa terawang atau sinar keemasan yang menimpa wajah Sang Budha benar-benar menjadi pemandangan yang epic dan sangat sayang jika dilewatkan. Berdiri di antara tumpukan batu candi yang dingin dan basah tertimpa embun pagi juga akan menciptakan sensasi tersendiri. Apalagi saat melihat mentari yang menyembul dari balik Gunung Merapi atau Merbabu, rasanya energi positif benar-benar terserap ke dalam tubuh.
  • Mengunjungi Museum Samudraraksa
    Jangan lewatkan museum yang satu ini. Di Museum Kapal Samudraraksa kamu bisa melihat sejarah pelayaran dunia, miniatur kapal, berbagai barang yang ditemukan dari kapal yang karam, dan masih banyak lagi benda-benda menarik. Dan gong dari semua koleksi adalah Kapal Samudraraksa berbahan dasar kayu yang sudah digunakan untuk berlayar keliling dunia. Melihat kapal tersebut kamu pasti akan sangat bangga memiliki nenek moyang pelaut yang tangguh.
  • Mengunjungi Museum Karmawibangga
    Museum Karmawibangga terletak di dekat pintu keluar, tidak jauh dari Museum Samudraraksa. Berbeda dengan Museum Samudraraksa yang bersih dan ber-AC, Museum Karmawibangga terkesan lebih kusam. Di museum ini disimpan batu-batu candi yang belum ditemukan pasangannya serta arca “The Unfinished Budha” yang tersohor. Koleksi yang paling menarik adalah foto panel relief “Karmawibangga” yang menceritakan hukum sebab-akibat termasuk relief kamasutra. Kamu tidak akan pernah melihat relief ini di bangunan candi, sebab keberadaannya telah ditutup dengan batu.
  • Menunggang Gajah
    Di Candi Borobudur terdapat beberapa gajah tunggang yang bisa dinaiki wisatawan. Jika memiliki uang lebih dan ingin mendapatkan sensai petualangan yang baru, kamu bisa mengikuti tur naik gajah keliling desa dan sungai di sekitar candi. Dijamin ini akan menjadi pengalaman seru dan tak terlupakan.
  • Naik Kereta Kelinci atau Andong Wisata
    Ingin mengitari candi namun malas jalan kaki? Naik kereta kelinci atau naik andong wisata bisa menjadi solusi. Dengan naik moda transportasi ini kamu bisa mengelilingi candi dari bawah. Menyenangkan dan tidak ribet. Cocok untuk kamu yang ogah capek.
  • Bersepeda
    Ingin menikmati Candi Borobudur dengan suasana yang berbeda? Cobalah naik sepeda tandem yang disewakan di candi. Dengan bersepeda kamu bisa menyusuri jalan-jalan di sekitar candi yang jarang dilewati wisatawan.
Sunrise Candi Borobudur
Para wisatawan asing dan lokal sedang menikmati matahari terbit di Candi Borobudur. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Lokasi dan Akses Candi Borobudur

Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dari Yogyakarta tempat ini dapat ditempuh sekitar 1 jam menggunakan kendaraan pribadi dengan rute Yogyakarta – Jalan Magelang – Muntilan – Mendut – Borobudur. Kamu pun bisa mencapainya dengan memakai kendaraan umum. Dari Terminal Jombor silahkan naik microbus jurusan Jogja – Borobudur dan turun di Terminal Borobudur, kemudian dilanjutkan dengan naik andong atau berjalan kaki menuju komplek candi.

Jam Buka Candi Borobudur

Candi Borobudur buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 17.00 WIB.

Harga Tiket

[Domestik] Dewasa: Rp 30.000, anak-anak di bawah 6 tahun: Rp 12.500
[Foreigners] Adult: USD 20, children and student: USD 10

Bagi rombongan pelajar dengan jumlah minimal 20 orang atau orang dewasa dengan jumlah minimal 30 orang bisa mendapatkan harga khusus. Caranya cukup lapor ke loket pelayanan dispensasi di ticketing area.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati sunset maupun sunrise di Borobudur akan dikenakan tiket khusus sebesar Rp 250.000 (domestik), Rp 380.000 (foreigners), Rp 230.000 (wisatawan yang menginap di Hotel Manohara). Tiket Borobudur Sunrise dan Borobudur Sunset tidak dibeli di counter ticket melainkan dipesan di Hotel Manohara. Untuk reservasi bisa menghubungi nomor (0293) 788131, 788680.

Kuliner di Sekitar Candi Borobudur

Tak banyak orang yang tahu bahwa di kawasan sekitar Candi Borobudur terdapat aneka kuliner khas nan nikmat. Berikut beberapa kuliner yang sebaiknya kamu coba:

  • Bakmi Pak Parno
    Warung Bakmi Pak Parno terletak di aeral perkampungan tak jauh dari kompleks Candi Borobudur. Warung ini kerap menjadi langganan tamu-tamu luar kota maupuan turis asing yang menginap di Aman Jiwo Resort. Menu yang disajikan adalah bakmi goreng, bakmi rebus, dan nasi goreng. Meski lokasinya nylempit, warung yang buka sejak sore ini ini selalu dipadati pembeli. Bagi pehobi fotografi, kamu bisa berdiskusi soal fotografi dengan Pak Parno karena beliau adalah fotografer senior.
  • Tongseng Jamur
    Buka setiap hari mulai pukul 4 sore, warung tenda yang terletak di Jl. Pramudya Warhani (Depan Hotel Saraswati Borobudur) ini menjadi salah satu kuliner yang wajib kamu coba. Kelezatan tongseng jamur ini telah melegenda. Bahkan salah satu dedengkot kuliner Indonesia, Bondan Winarno pun sudah mencicipi serta mengakui kenikmatannya. Sepiring tongseng jamur dengan kuah yang kaya rempah akan menjadi penutup hari yang sempurna.
  • Mangut Beong
    Ikan beong merupakan ikan endemik Sungai Progo, bentuknya menyerupai lele namun dengan ukuran yang lebih besar. Mangut Beong memiliki cita rasa yang khas dan lezat. Bagian yang paling populer adalah kepala. Untuk menikmati kelezatan ndas atau kepala beong pastikan kamu datang di pagi hari, sebab jika datang siang atau sore biasanya kepala beong sudah tandas. Mangut Beong bisa kamu temukan di Warung Sehati yang terletak di Desa Kembanglimus, tepatnya di jalan raya menuju arah Salaman, tidak jauh dari Candi Borobudur.

Tempat Wisata dan Lokasi Asyik di Sekitar Candi Borobudur

  • Candi Mendut
    Candi Mendut dikenal dengan keberadaan 3 arca Budha yang berukuran besar. Mendut juga menjadi candi pembuka sebelum mengunjungi Candi Borobudur. Di sebelah Candi Mendut terdapat Budhis Monastery. Jika datang di malam hari kamu bisa mengikuti ritual Chanting di Budhis Monastery tersebut.
  • Candi Pawon
    Candi yang terletak di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur ini memiliki ukuran paling kecil. Konon dulunya candi ini digunakan sebagai tempat perabuan atau tempat pembakaran. Karena itu di dinding Candi Pawon terdapat lubang angin tempat keluar asap.
  • Bukit Punthuk Setumbu
    Bukit yang tidak terlalu tinggi ini merupakan salah satu spot favorit fotografer untuk mengabadikan gambar Candi Borobudur di kala pagi yang dikelilingi lautan kabut. Jika beruntung, kamu juga bisa menyaksikan matahari terbit dari balik Gunung Merapi atau Merbabu.
  • Purwosari Hill
    Hampir sama dengan Punthuk Setumbu, Purwosari Hills juga salah satu tempat alternatif untuk menyaksikan sunrise dengan latar Candi Borobudur. Dari tempat ini kamu juga bisa melihat Gereja Ayam dengan lebih jelas.
  • Gereja Ayam
    Bagunan dengan bentuk yang unik menyerupai ayam jago ini sebenarnya bukan gereja. Dahulu tempat ini pernah difungsikan sebagai rumah doa, tempat retreat, dan juga rumah rehabilitasi. Namun kini bangunan Gereja Ayam atau Gereja Jago ini sudah tidak ditempati dan menjadi bangunan kosong.
  • Desa Wisata Wanurejo
    Ingin menikmati suasana pedesaan yang alami dengan rumah-rumah tradisionalnya yang berusia 100 tahun? Maka kamu wajib mengunjungi Desa Wisata Wanurejo yang berjarak sekitar 1,5 km arah timur Candi Borobudur. Di tempat ini kamu juga bisa menyaksikan beragam kesenian tradisional dan menikmati kuliner khas kampung.
  • Desa Wisata Klipoh
    Desa yang berjarak sekitar 2 km dari Candi Borobudur ini merupakan desa penghasil gerabah. Di tempat ini kamu bisa membeli aneka gerabah cantik serta melihat proses pembuatannya. Selain itu kamu juga bisa belajar membuat gerabah dan hasilnya bisa dibawa pulang.
  • Wisata Air Rafting Sungai Elo
    Puas dengan wisata Candi Borobudur, kamu bisa menyegarkan diri dan memacu adrenalin dengan cara mengarungai Sungai Elo. Ya. Olahraga arung jeram atau rafting cukup menarik bagu kamu yang senang dengan tantangan. Lokasinya sangat dekat dengan wisata candi yang ada di sana. Tinggal pilih operator penyedia jasa arung jeram saja kamu dapat menikmati jeram-jeram Sungai Elo.

Baca juga: Inilah 10 Tempat Asik Untuk Menikmati Sunrise di Sekitar Borobudur

Tips Berwisata ke Candi Borobudur

Supaya perjalanan wisata kamu di Candi Borobudur nyaman dan menyenangkan, berikut ada beberapa tips yang bisa diikuti:

  • Kenakan pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat. Semua pengunjung Candi Borobudur wajib memakai sarung batik yang akan dibagikan di pintu masuk.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman. Sandal, sepatu keds, atau flat shoes adalah pilihan terbaik. Lupakan sepatu atau sandal berhak tinggi karena akan menyiksa kakimu.
  • Bawalah topi, payung, selendang, jaket dengan capucone atau apapun yang bisa melindungi kepalamu dari terik mentari. Nggak asyik kan kalau ditengah-tengah menyusuri tangga candi kamu pingsan karena kepanasan.
  • Waktu terbaik untuk berkunjung ke Borobudur adalah di pagi hari tatkala pengunjung belum terlalu banyak atau di sore hari ketika mentari sudah mulai redup. Berjalan menyusuri Candi Borobudur di siang terik bukan pilihan yang tepat.
  • Buat kalian yang ingin menyaksikan festival lampion, datangkan ke Candi Borobudur pada saat perayaan Waisak di bulan Mei. Sebagai acara penutup akan ada prosesi penerbangan seribu lampion dari pelataran candi. Pemandangan dan suasananya sungguh epic!
  • Untuk mendapatkan informasi yang komprehensif soal sejarah atau kisah-kisah yang ada pada relief Candi Borobudur, ada baiknya kamu menyewa jasa pemandu resmi dengan tarif Rp 50.000 (wisatawan lokal).

Demi kenyamanan bersama dan kelestarian bangunan candi, jadilah pejalan yang beretika dan mematuhi semua peraturan yang ada. Jangan memanjat dinding atau stupa! Jangan merokok di area Candi Borobudur! Dan jangan membuang sampah sembarangan!

Sudut Arsitektur Candi Borobudur
Dari sudu ini, kamu bisa menikmati arsitektur Candi Borobudur sebagai latar depan dan Perbukitan Menoreh sebagai latar belakang. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Stupa dan Arca Candi Borobudur dan Pemandangan di Sekitarnya
Stupa dan arca Candi Borobudur dan pemandangan di sekitarnya. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Wisatawan Memoto Arca Candi Borobudur
Seorang wisatawan asing sedang mengabadikan salah satu arca yang terbuka di Candi Borobudur. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Arca Kunto Bimo Candi Borobudur
Arca kunto Bimo inilah yang sering mendapat perhatian khusus oleh para pengunjung Candi Borobudur. Banyak pengunjung mempercayai jika siapa yang bisa menyentuhnya, bisa terkabul keinginginannya. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Relief Candi Borobudur
Ini adalah salah satu relief yang terdapat di Candi Borobudur. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Sisi Samping Candi Borobudur
Salah satu pemandangan yang terlihat dari samping Candi Borobudur. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Pemandangan Sebelum Pulang di Candi Borobudur
Di lokasi ini, kamu akan melihat arsitektur Candi Borobudur secara keseluruhan. Di lokasi ini juga searah dengan jalan keluar dari candi. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

2 KOMENTAR

    • Sama-sama mas sudah mampir ke tempat kami yang sederhana ini. Senang bisa berbagi. 🙂

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here