Bukit Punthuk Setumbu, Menyapa Candi Dari Bukit Sunyi

Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Sunrise di Bukit Punthuk Setumbu
Sunrise di Bukit Punthuk Setumbu, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Menikmati pagi yang hening dari puncak Bukit Punthuk Setumbu merupakan pembuka hari yang sempurna. Dari sini kamu bisa melihat kabut yang merayap menyelimuti Candi Borobudur, merangkak naik, kemudian memudar tatkala mentari muncul dari balik punggung gunung.

Pernahkah kamu melihat foto Candi Borobudur di kala fajar yang diselimuti lapisan kabut tipis? Terlihat mistis sekaligus eksotis ya? Susunan batu-batu candi terlihat begitu kokoh sekaligus dingin dan angkuh. Jika kamu ingin menyaksikan pemandangan tersebut, kamu bisa datang ke Punthuk Setumbu, sebuah bukit setinggi 400 meter yang lokasinya tidak jauh dari kawasan candi.

Sebelum dikembangkan menjadi kawasan wisata, dulunya Punthuk Setumbu hanyalah ladang di daerah perbukitan. Adalah Pak Parno, sosok yang secara tidak sengaja mengenalkan Punthuk Setumbu pada wisatawan. Sebagai seorang fotografer, beliau kerap mencari tempat-tempat eksotis untuk mengambil gambar. Beliau pun memotret Borobudur dari Punthuk Setumbu. Melihat foto yang breathtaking tersebut, orang-orang lantas berbondong-bondong mencari lokasi tempat Pak Parno mengambil gambar. Lambat laun Setumbu semakin dikenal tidak hanya di kalangan fotografer namun juga di kalangan wisatawan.

Punthuk Setumbu menjadi lokasi favorit untuk menyaksikan sunrise Borobudur. Dengan biaya yang relatif murah, kamu bisa melihat panorama pagi yang indah. Saat masih subuh, lautan kabut dan kerlip lampu di kejauhan menjadi pemandangan utama. Siluet Gunung Merapi dan Merbabu yang gagah menjadi latar yang menawan. Borobudur pun terlihat lelap dalam pelukan kabut malam. Inilah momen yang sangat menenangkan sekaligus kontemplatif.

Untuk mencapai puncak Bukit Punthuk Setumbu, kamu harus trekking sekitar 15 – 30 menit tergantung kecepatan melangkahmu. Meski hanya bukit pendek, trekking disini mampu membuatmu berkeringat. Di puncak Bukit Punthuk Setumbu terdapat tempat cukup lapang yang dijadikan lokasi melihat sunrise. Di puncak ini juga terdapat beberapa gazebo dan kursi-kursi kayu tempat melepaskan lelah.

Keindahan Sunrise Bukit Punthuk Setumbu
Keindahan Sunrise Bukit Punthuk Setumbu. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan Di Bukit Punthuk Setumbu

  • Sunrise Seeing
    Punthuk Setumbu Nirvana Sunrise, itulah tagline bukit ini. Hal itu bukanlah sesuatu yang berlebihan, sebab pemandangan pagi hari di Punthuk Setumbu benar-benar mempesona, breathtaking. Jika kamu tiba sekitar jam 5, lautan lampu di kejauhan menjadi pemandangan yang bisa kamu saksikan. Seiring pagi tiba, lampu-lampu itu akan mati satu persatu dan berganti dengan pertunjukan kolosal semesta. Langit akan berubah warna dari gelap, merah, kuning keemasan, dan berakhir dengan biru bersih. Matahari pun akan muncul malu-malu dari punggungan gunung. Andaikata mentari tertutup mendung, kamu tak perlu larut dalam kecewa. Kabut yang perlahan naik dan menghilang akan menjadi pemandangan yang menggetarkan jiwa. Di antara selimut kabut yang perlahan pudar dan pepohonan basah, Candi Borobudur akan memperlihatkan kemegahannya di kala pagi. Epic!
  • Hunting Foto
    Kalo kamu suka memotret, maka tempat ini adalah salah satu spot terbaik untuk mengabadikan Candi Borobudur di kala fajar. Jika datang pada musim-musim terbaiknya (Juni – Agustus), kamu bisa mengabadikan matahari yang terbit dari balik Gunung Merapi atau Merbabu, bahkan terkadang muncul tepat di tengah dua gunung tersebut. Andaikata kabut datang dan cuaca mendung, kamu tetap bisa mengambil gambar Borobudur atau perkampungan yang diselimuti lautan kabut. Kabut putih yang menutupi pepohonan dan perkampungan akan menciptakan layer yang menarik serupa kue lapis.
  • Trekking
    Untuk mencapai puncak bukit Punthuk Setumbu, kamu harus trekking menyusuri jalan makadam dari tempat parkir. Setelah jalan makadam berakhir, trekking dilanjutkan dengan melewati jalan setapak dan mendaki anak tangga dari tanah. Udara subuh yang basah, cuaca dingin, serta jalan yang becek terkena embun akan menjadikan aktivitas ini cukup menantang. Namun semua kelelahan ini akan terbayar lunas ketika kamu sudah tiba di puncak bukit. Lautan kabut yang penuh magi akan membuatmu takjub. Udara pagi yang sangat bersih akan mengiri paru-parumu dan membuat tubuhmu segar kembali.

Lokasi dan Akses Bukit Punthuk Setumbu

Bukit Punthuk Setumbu terletak di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berjarak sekitar 44 km dari Yogyakarta, Punthuk Setumbu bisa ditempuh antara 1 – 1,5 jam berkendara. Rute menuju Punthuk Setumbu sangatlah mudah. Dari depan Taman Wisata Candi Borobudur, paculah kendaraanmu menuju Hotel Manohara, kemudian lurus terus ke arah Perbukitan Menoneh. Tak jauh dari hotel terdapat petunjuk arah bertuliskan Borobudur Nirvana Sunrise. Cukup ikuti petunjuk arah tersebut dan berkendara sekitar 10 menit, maka kamu akan tiba di kawasan parkir Punthuk Setumbu.

Harga Tiket

  • Wisatawan domestik: Rp 15.000
  • Wisatawan asing: Rp 25.000

Tempat Wisata dan Lokasi Menarik di Sekitar Bukit Punthuk Setumbu

  • Candi Borobudur
    Borobudur merupakan candi Budha termegah di dunia dan ditetapkan menjadi salah satu world heritage oleh UNESCO. Puzzle batu raksasa ini adalah hasil kolaborasi ilmu rancang bangun, arsitektur, serta seni tingkat tinggi yang menjadi mahakarya dunia. Ada begitu banyak hal yang bisa kamu lihat dan lakukan di candi ini seperti berjalan pradaksina (mengelilingi candi searah jarum jam), menyaksikan relief-relief indah yang terpahat di dinding, mengunjungi Museum Samudraraksa dan Museum Karmawibangga, hingga naik gajah mengelilingi areal candi.
  • Candi Mendut
    Mendut merupakan candi pertama dari rangkaian tiga candi, Mendut – Pawon – Borobudur. Di candi ini terdapat 3 arca Budha berukuran besar yang dipahat dari 1 batu. Di sebelah Candi Mendut terdapat Budhis Monastery yang menjadi sekolah bagi para calon bikhu. Jika datang di malam hari kamu bisa mengikuti ritual Chanting di Budhis Monastery tersebut. Ritual berupa meditasi dengan iringan nyanyian ini bisa diikuti oleh siapa pun, tidak harus orang yang beragama Budha.
  • Candi Pawon
    Dibandingkan Candi Mendut dan Borobudur, Candi Pawon memiliki ukuran yang paling kecil. Dulunya candi ini dibangun sebagai tempat perabuan atau pembakaran. Tak heran di dinding Candi Pawon terdapat lubang angin tempat keluarnya asap.
  • Gereja Jago / Gereja Ayam
    Bangunan yang menyerupai ayam jago ini terlihat dengan jelas dari puncak Bukit Punthuk Setumbu. Bagian kepalanya lengkap dengan taji dan jenggernya menyembul di antara pepohonan yang diselimuti kabut tipis. Bentuknya yang unik menyerupai ayam menjadikan bangunan ini dikenal dengan nama gereja ayam meski tempat ini bukan gereja. Dulu bangunan ini adalah rumah doa, tempat retreat, dan juga rumah rehabilitasi. Namun kini bangunan Gereja Ayam atau Gereja Jago ini sudah tidak ditempati dan menjadi bangunan kosong.
  • Purwosari Hill
    Hampir sama dengan Punthuk Setumbu, Purwosari Hills juga salah satu tempat alternatif untuk menyaksikan sunrise dengan latar Candi Borobudur. Dari tempat ini kamu juga bisa melihat Gereja Ayam dengan lebih jelas.
  • Desa Wisata Klipoh
    Desa yang berjarak sekitar 2 km dari candi ini merupakan desa penghasil gerabah. Di tempat ini kamu bisa membeli aneka gerabah cantik serta melihat proses pembuatannya. Selain itu kamu juga bisa belajar membuat gerabah dan hasilnya bisa dibawa pulang.

Baca juga: Inilah 10 Tempat Asik Untuk Menikmati Sunrise di Sekitar Borobudur

Tips Mengunjungi Bukit Punthuk Setumbu

  • Perjalanan dari Jongja hingga parkiran Punthuk Setumbu memakan waktu sekitar 1 – 1,5 jam. Supaya tidak terlambat menyaksikan sunrise, pastikan kamu berangkat pagi-pagi benar sekitar pukul 03.30 atau 04.00 WIB. Semakin cepat kamu tiba, semakin strategis posisi yang kamu dapatkan.
  • Jalanan setapak yang basah terkena embun pagi menyebabkan medan menjadi licin. Gunakan alas kaki yang nyaman seperti sepatu olahraga atau sandal gunung yang mampu mencengkeram tanah dengan kuat.
  • Saat trekking tubuh kita akan terasa gerah, namun setibanya di puncak angin bertiup cukup kencang menerpa badan. Karena itu bawalah baju hangat supaya tidak kedinginan.
  • Meski di sepanjang jalan menuju puncak Bukit Punthuk Setumbu sudah ada lampu, sebaiknya kamu membawa senter atau headlamp untuk menerangi perjalananmu.
  • Waktu terbaik untuk mengunjungi Punthuk Setumbu adalah musim kemarau, khususnya Juni – Agustus, sebab jalanan tidak becek. Selain itu peluang untuk mendapatkan sunrise yang mempesona cukup besar.
  • Bawalah minuman hangat dan camilan yang bisa dimakan di sepanjang jalan atau saat menunggu mentari muncul.
Menikmati Sunrise di Bukit Punthuk Setumbu
Dua wisatawan asing sedang menikmati sunrise di Bukit Punthuk Setumbu dengan cara merekam keindahan pemandangan di sana. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Pemandangan Sunrise di Bukit Punthuk Setumbu
Pemandangan Sunrise di Bukit Punthuk Setumbu. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Fotografer di Bukit Punthuk Setumbu
Seorang fotografer sedang merekam pemandangan di Bukit Punthuk Setumbu. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Gunung Merapi, Gunung Merbabu & Borobudur di Bukit Punthuk Setumbu
Gunung Merapi, Gunung Merbabu & Borobudur di Bukit Punthuk Setumbu. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Gunung Merapi Dari Bukit Punthuk Setumbu
Gunung Merapi Dari Bukit Punthuk Setumbu. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Borobudur Dari Bukit Punthuk Setumbu
Borobudur Dari Bukit Punthuk Setumbu. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here