Gunung Batur, Merasakan Spiritualitas Tanah Batur

Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali

Puncak Gunung Batur, Bali
Wisatawan menikmati matahari terbit dari puncak Batur dengan pemandangan danau. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)

Berjarak 60 kilometer dari gemerlap Kota Denpasar, Gunung Batur sarat dengan keindahan alam dan spiritualitas masyarakat Hindu Bali. Di tempat dengan ketinggian 1.717 m dpl ini, kekuatan alam bersanding mesra dengan budaya dan tradisi yang terus dihidupi sehingga tercipta suasana penuh harmoni.

Bali, the island of paradise. Pulau kecil di timur Jawa yang namanya dikenal dunia melebihi nama Indonesia ini memang merupakan surga bagi para pejalan. Alam nan elok dan menawan berkelindan dengan budaya dan tradisi yang masih dijaga teguh, menciptakan harmoni kehidupan yang eksotis. Di pulau ini kamu bisa memilih untuk party atau kontemplasi, berjemur di pinggir pantai, atau berselimutkan sleeping bag di gigir gunung. Bali mampu mengakomodir semua keperluan wisatawan dengan karakter yang berbeda. Nah, kalau kamu ingin mencari suasana Bali yang tenang, mungkin ada baiknya kamu melancong ke Gunung Batur yang terletak di kawasan utara.

Gunung Batur merupakan sebuah gunung berapi aktif yang terletak di daerah Kintamani. Berdasarkan cerita dalam Lontar Susana Bali, konon Gunung Batur merupakan puncak dari Gunung Mahameru (gunung suci dalam kosmologi Hindu Budha) yang dipindahkan Batara Pasupati untuk dijadikan istana bagi Dewi Danu. Sebagai gunung berapi, Gunung Batur telah berkali-kali meletus, bahkan salah satu letusan terdahsyatnya yang terjadi pada tahun 1926 silam meluluhlantakkan Desa Batur dan Pura Ulun Danu Batur. Meski begitu gunung ini tetap memiliki pesona tersendiri dan menarik untuk dikunjungi.

Untuk mencapai puncak Gunung Batur dengan ketinggian 1.717 meter ini, kamu cukup menempuh perjalanan sekitar 2 hingga 3 jam dari Desa Toya Bungkah, desa terakhir di lereng Gunung Batur. Di sepanjang jalan kamu akan ditemani rindang pepohonan yang menjulang tinggi sebelum sampai pada trek pasir dan bebatuan di punggunggan gunung. Oleh karena itu meski waktu mendaki tidak terlalu lama, kamu tetap harus mempersiapkan perjalananmu sebaik mungkin.

Satu yang menarik dari Gunung Batur yakni pada pertengahan jalan menuju puncak kamu bisa menyaksikan panorama Danau Batur yang menakjubkan. Hamparan air kebiruan berpadu dengan awan gemawan dan perbukitan indah. Lantas semua rasa lelahmu akan terbayarkan ketika melihat panorama matahari terbit dengan latar depan Danau Batur yang berselimutkan kabut tipis. Kala semburat cahaya mentari menembus gumpalan awan, kala itulah kamu akan merasakan suasana pagi yang penuh magi. Pecaaaaah….

Sembari menunggu matahari meninggi, kamu bisa memanfaatkan beberapa titik sumber air panas untuk merebus telur dan pisang sebagai sarapan pagi. Jika tidak sempat membawa perbekalan, kamu bisa membeli sarapan di warung milik ibu-ibu nan ramah. Tentu saja harganya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga biasanya. Tapi mengingat ini berada di puncak gunung, rasanya hal tersebut wajar. Usai menikmati semua keindahan alam di puncak gunung, kamu pun bisa turun dan berendam di pemandian air panas supaya tubuhmu bugar kembali dan bisa melanjutkan petualangan ke tempat-tempat eksotik lainnya.

Wisatawan Gunung Batur
Tempat sakral untuk menaruh sesaji oleh warga lereng Gunung Batur, Bali. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)

Aktifitas Yang Bisa Dilakukan di Gunung Batur

  • Camping
    Mendirikan tenda di puncak gunung adalah salah satu kegiatan favorit para petualangan maupun para pelancong. Jika ingin menikmati panorama Gunung Batur lebih lama, kamu pun bisa memilih untuk camping di tempat ini. Namun siapkan fisikmu lebih dulu. Pada siang hari kamu akan tersiksa dengan teriknya mentari sebab tidak ada pohon di sepanjang punggungan gunung. Begitu juga saat malam tiba, udara dingin dan angin yang cukup kencang akan menerpa tendamu. Jadi, apakah kamu cukup berani untuk camping di Gunung Batur?
  • Sunrise View
    Gunung dan sunrise itu ibarat sepasang kekasih yang tak bisa dipisahkan. Menyaksikan mentari pagi yang terbit menembus cakrawala dan awan gemawan keemasan adalah pemandangan terindah dan akhirnya menjadi candu. Karena itu jangan sia-siakan kesempatan menyaksikan sunrise dari atas Gunung Batur. Rasakanlah sentuhan hangat mentari yang menerpa kulitmu dan mengusir udara dingin sembari menyesap minuman hangat. Birunya danau batur yang terhampar di depan menambah syahdu suasana. Dijamin kamu pasti ingin merasakan sensasi ini lagi dan lagi.
  • Bersepeda Downhill
    Cobalah menikmati Gunung Batur dengan cara yang berbeda, yakni menggunakan sepeda. Jika trek menuju puncak dirasa kurang menantang untukmu, kamu bisa mengayuh sepeda turun gunung alias downhill di atas lajur lava yang membeku. Ada beragam jalur yang bisa kamu pilih sesuai dengan kemampuan bersepedamu. Pssst, saking serungnya aktivitas ini, ada banyak pelancong mancanegara yang juga menjejak trek downhill di lereng Batur lho!
  • Hunting Foto
    Melakukan perjalanan kurang lengkap rasanya tanpa merekam keindahan destinasi baru. Ada banyak spot dan obyek menarik yang bisa kamu abadikan saat menjelajah Gunung Batur. Beberapa petani yang memanfaatkan lahan bebatuan untuk bercocok tanam bisa menjadi subyek fotografi yang menarik. Ditambah latar belakang Danau Batur akan menambah apik jepretan kamu. Selain itu kamu bisa merasakan sensasi mendayung di atas dinginnya air Danau Batur, menilik para petani ikan mujair di perairan Batur.
  • Berendam di Sumber Air Panas
    Untuk mengusir rasa lelah setelah menapaki puncak Batur, jangan lewatkan untuk berendam di sumber mata air panas yang ada di lereng batur. Tubuh yang pegal-pegal saat terguyur air panas tentu saja akan merasa sefar kembali. Lagipula dari pemandian air panas ini kamu bisa melihat keelokan Gunung Batur dari kejauhan. Dijamin sepulang dari berendam bukan hanya tubuhmu yang segar, jiwa dan pikiranmu pun pasti akan merasa fresh kembali.

Lokasi dan Akses Kawasan Gunung Batur

Gunung Batur terletak di Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Dari Denpasar gunung ini berjarak sekitar 60 kilometer ke arah utara dan hanya membutuhkan 2 jam perjalanan menggunakan mobil pribadi. Jika menggunakan transportasi umum kamu bisa naik bus dari Denpasar menuju Singaraja dengan tarif Rp 45.000, kemudian berpindah bus dengan rute Singaraja – Batu Bulan yang melewati Jalan Batur dengan tarif Rp 35.000. Untuk sampai di Desa Toya Bungkah, kamu bisa melanjutkannya dengan menggunakan jasa ojek warga sekitar melewati jalan aspal di pinggir danau.

Harga Tiket

  • Tiket masuk kawasan Gunung Batur: Rp 15.000
  • Jasa porter Gunung Batur: Rp 250.000
  • Tiket masuk Pura Ulun Danu: Rp 20.000
  • Tiket masuk makam Trunyan: Rp 10.000
  • Sewa kapal menyeberang ke makam Trunyan: Rp 600.000

Tempat Wisata Dan Lokasi Asyik di Sekitar Gunung Batur

  • Makam Trunyan
    Makam Trunyan merupakan tempat pemakaman adat warga Desa Trunyan yang meninggal secara wajar dan sudah menikah. Namun makam ini berbeda dengan makam pada umumnya. Di tempat ini jenazah tidak dikubur melainkan diletakkan di atas tanah dan ditutupi dengan ancak atau kurungan bambu. Meski begitu tidak ada bau yang menyengat dari jenazah yang sudah meninggal, sebab ada pohon taru menyan yang konon menyerap aroma tak sedap itu. Untuk mencapai tempat ini kamu cukup menyeberang sekitar 45 menit ke seberang danau.
  • Desa Trunyan
    Desa Trunyan dikenal sebagai desa Bali asli atau sebagai tempat asal-muasal orang Bali asli yang terletak di kaki Gunung Batur. Desa ini memiliki beragam budaya dan tradisi menarik salah satunya mepasah, atau tradisi pemakaman yang beda dibandingkan daerah lain di Bali. Kamu bisa meminta pengemudi kapal untuk singgah sebentar mengunjungi Desa Trunyan. Di tempat ini kamu bisa melihat aktivitas keseharian warga serta anak-anak kecil yang asyik bermain dan melebur bersama alam. Karena jarak yang jauh dan harus berjalan memutar untuk menuju Batur, di Desa Trunyan terdapat pura kecil yang dijadikan tempat sembahyang para umat. Kalau kamu suka fotografi, tempat ini asyik dijadikan lokasi hunting foto.
  • Gunung Abang
    Hampir sama dengan puncak Batur, Gunung Abang terletak di atas DesaTrunyan. Dari tempat ini kamu bisa melihat kegagahan Gunung Agung yang berdiri di tanah Bali. Untuk mencapai puncak Gunung Abang kamu harus menempuh sekitar 3 jam perjalanan. Jika kamu ragu bertualang sendiri, ada beberapa porter Gunung Batur yang bersedia menemanimu mengksplorasi dataran Tinggi Kintamani.
Trekking Gunung Batur
Sejumlah wisatawan berjalan menuju titik sumber mata air panas. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Sumber Air Panas di Gunung Batur
Puluhan wisatawan memanfaatkan sumber mata air panas untuk merebus telur dan pisang sebagai sarapan pagi. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Lereng Gunung Batur
Dua orang umat Hindu berfoto jelang upacara adat di lereng gunung Batur. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Tepian Desa Trunyan
Seorang bocah memancing ditepian Desa Trunyan. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Makam Trunyan, Batur, Bali
Wisatawan berkeliling melihat jenazah warga Trunyan yang hanya di tutupi bambu sebagai penanda. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Tengkorak di Makan Trunyan
Ratusan tengkorak sisa pemakaman adat di Desa Trunyan, Bali. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)
Pura Ulun Danu Batur, Bali
Suasana Pura Ulun Danu tempat beribadah terbesar kedua di Bali. (Hendra Nurdiyansyah/Maioloo.com)

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here