Tawur Agung Kesanga Prambanan
Umat Hindu sedang melakukan laku pradaksina yang termasuk dalam prosesi Upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan. (Nugroho Hadi Santoso/Maioloo.com)

Sehari sebelum perayaan Nyepi, ribuan orang dengan pakaian adat Bali memenuhi pelataran Candi Prambanan sejak pagi untuk mengikuti perayaan Tawur Agung Kesanga. Rangkaian upacara yang terdiri dari mendak tirta, laku pradaksina, tawur agung, dan sembahyang bersama ini bertujuan untuk membersihkan dan mewisuda bumi sebelum hari raya Nyepi.

Ada yang berbeda dengan kompleks Candi Prambanan pagi itu. Pelataran candi yang biasanya masih sepi, kini dipadati oleh ribuan manusia. Semuanya nyaris memakai kostum yang sama, para pria mengenakan kain dan udeng, sedangkan wanitanya berkebaya lengkap dengan umpal. Bukan hanya lautan manusia yang menjadi pembeda, penjor dan tenda warna-warni turut membuat suasana Prambanan semakin indah dan meriah. Bukan tanpa alasan jika Prambanan nampak berbeda, hal ini dikarenakan candi hindu tercantik di Indonesia tersebut menjadi pusat perayaan Tawur Agung Kesanga di Yogyakarta.

Baca juga: Candi Prambanan, Tentang Cinta Yang Melegenda

Tawur Agung di Candi Prambanan
Umat Hindu sedang sembahyang di Candi Wisnu yang terletak di komplek Candi Prambanan dam upacara Tawur Agung Kesanga. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Prosesi Tawur Agung Kesanga merupakan upacara yang digelar oleh umat Hindu sehari jelang perayaan Nyepi. Upacara ini berdasarkan pada konsep ajaran Tri Hita Karana, yakni menyelaraskan hubungan dengan tiga elemen, manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semesta. Tawur Agung Kesanga sendiri bertujuan untuk membersihkan dan mewisuda bumi sebelum Nyepi, yakni dimana umat akan melaksanakan tapa brata penyepian.

Tawur Agung Kesanga diawali dengan ritual pengambilan air suci dari situs Istana Ratu Boko yang terletak di pinggang Pegunungan Batur Agung, tak jauh dari Candi Prambanan. Sekitar pukul 09.00 WIB, para umat memulai perayaan dengan prosesi Mendak Tirta alias menjemput air suci. Dalam ritual Mendak Tirta ini, para umat beriringan mengarak umbul-umbul, berbagai persembahan, gamelan dan ogoh-ogoh menuju ke Candi Dewa Siwa. Setelah tiba di depan candi, hanya yang membawa umbul-umbul dan persembahan saja yang masuk ke dalam candi.

Baca juga: Istana Ratu Boko, Menjemput Senja Di Gerbang Istana

Tawur Agung Kesanga Prambanan
Para umat hindu membawa sesaji ke tempat tawur agung kesanga diselenggarakan. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Di dalam Candi Dewa Siwa sudah ada pemangku pura yang siap untuk melakukan ritual Mendak Tirta ini. Setelah arak-arakan tiba di Candi Dewa Siwa, ritual mendak Tirta pun dimulai dengan cara mengelilingi Candi Dewa Siwa sebanyak tiga kali searah jarum jam. Dalam suasana yang khusyuk para umat pun melakukan laku pradaksina tersebut. Usai pradaksina, rombongan arak-arakan yang membawa berbagai macam persembahan, umbul-umbul, gamelan dan ogoh-ogoh lantas kembali ke pelataran candi yang sudah dipenuhi umat.

Mereka yang membawa sesaji lantas maju ke depan dan menaruhnya ke altar berupa meja panjang. Sebelum dimulai acara sembahyang, ada pertunjukan tari-tarian. Gadis-gadis cantik berkebaya putih dengan rambut hitam berselipkan bunga kamboja nampak luwes menggerakkan tubuhnya. Beragam tarian pun dipertontonkan seperti tari topeng, pendet, barong, dan terkadang terselip tarian khas Jawa, gambyong. Semua mata pun seolah tersihir dengan keluwesan para penari yang menggerakkan badan dengan sepenuh hati.

Tawur Agung Kesanga Prambanan
Prosesi Upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Usai tari-tarian, acara pun dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak. Begitu sambutan demi sambutan selesai, maka dimulailah acara sembahyang bersama atau ritual Tawur Panca Kelud Yama Raja. Suasana yang tadinya semarak dan dipenuhi suara gamelan serta decak kagum orang-orang, kini berganti dengan keheningan yang dalam.

Di pimpin para pandita, umat mulai berdoa. Dengan gerak tubuh yang nyaris sama, yakni memejamkan mata dan menangkupkan dua telapak tangan di atas dahi, mereka semua melantunkan rawian doa. Di bawah naungan langit biru, disaksikan Candi Prambanan nan megah, doa-doa terlantunkan dalam hening. Semuanya sedang mempersiapkan hati dan menyucikan diri untuk menyambut tahun yang baru.

Akhirnya sembahyang bersama selesai sudah. Kini saatnya para pemangku pura membagikan tirta amerta alias air suci kepada umat yang hadir dengan cara memercikkan kepada umat. Air suci tersebut dipercaya mampu menyucikan hati dan pikiran mereka, serta membuat mereka siap melangsungkan ritual nyepi keesokkan harinya. Acara inti Tawur Agung Kesanga pun usai sudah. Meski begitu masih ada acara lain yang tak boleh dilewatkan, yakni atraksi ogoh-ogoh.

Tari Pendet Dalam Uacara Tawur Agung Kesanga Prambanan
Acara tari-tarian dalam upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan. (Nugroho Hadi Santoso/Maioloo.com)

Sebelum perayaan Tawur Agung Kesanga, umat Hindu biasanya membuat ogoh-ogoh dengan beragam bentuk yang unik. Ogoh-ogoh tersebut merupakan simbol dari si jahat dan angkara murka. Usai Tawur Agung Kesanga, ogoh-ogoh tersebut akan diangkat oleh para pemuda dan dimainkan oleh mereka. Dengan iringan gamelan Bali yang rancak, ogoh-ogoh saling bertarung satu sama lain. Semakin cepat gamelan bertalu, semakin cepat pula gerakan ogoh-ogoh. Inilah saat yang paling ditunggu oleh para wisatawan. Setelah atraksi selesai, ogoh-ogoh ini akan dibawa pulang kembali dan dibakar di pura masing-masing sebagai tanda dibakarnya sifat angkara murka.

Umat yang memenuhi Prambanan pun perlahan meninggalkan kompleks candi. Kini mereka akan mempersiapkan diri untuk menyambut ibadah Nyepi esok hari sekaligus bersiap menyambut tahun baru Saka. Candi Prambanan pun kembali sunyi.

Tawur Agung Kesanga Prambanan
Rombongan umat Hindu sedang membawa ogoh-ogoh dalam upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Traveller’s Notes

  • Upacara Tawur Agung Kesanga Yogyakarta biasanya dilangsungkan sehari sebelum perayaan Nyepi dan bertempat di Candi Prambanan.
  • Prosesi Tawur Agung Kesanga dimulai sekitar pukul 07.00 atau 08.00 WIB, oleh karena itu jika kamu hendak mengikuti prosesi secara utuh lebih baik kamu datang pagi-pagi benar.
  • Tawur Agung Kesanga bukan semata ritual budaya melainkan prosesi ibadah bagi umat Hindu. Karena itu jika kamu hendak turut serta kamu harus bersikap sopan dan menjaga ketenangan ibadah.
  • Ambillah gambar dari posisi aman dan jangan mengganggu mereka yang beribadah. Gunakanlah lensa tele untuk mendapatkan gambar dari jarak jauh.
  • Kenakanlah pakaian rapi dan tertutup. Akan lebih baik jika kamu mengenakan pakaian yang sama dengan mereka. Yang perempuan mengenakan kebaya putih, kamben, lengkap dengan umpal. Sedangkan untuk pria mengenakan atasan, kamben, dan udeng.

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here