Sunset dan Tari Kecak Uluwatu
Adegan Anoman obong dalam pementasan Tari Kecak di dalam kompleks Pura luhur Uluwatu, Bali saat senja. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Cahaya mentari yang perlahan lindap menjadi tanda dimulainya pagelaran Tari Kecak Uluwatu khas Bali ini. Dalam balutan kamen dan udeng, puluhan penari mengitari panggung dan sembari mengeluarkan suara “cak…cak…cak…cak”. Aura magis semakin terasa tatkala langit berubah warna. Berada di tempat ini kamu akan memperoleh pertunjukan ganda, tari kecak yang memikat sekaligus senja yang mempesona.

Berada di bibir Samudera Hindia, Tari Kecak Uluwatu merupakan salah satu magnet utama penarik minat wisatawan dalam dan luar negeri untuk berkunjung ke Bali. Pentas Tari Kecak yang tersaji indah di dalam kompleks Pura Luhur Uluwatu ini menjadi salah satu pentas tari open stage paling laris di Pulau Dewata. Ratusan turis yang memadati antrian loket masuk setiap harinya menandakan betapa tersohornya pentas Tari Kecak Uluwatu ini.

Saat sore mulai beranjak petang, suasana open stage yang berbentuk setengah lingkaran di atas tebing Pantai Pecatu ini telah dijejali ratusan penonton. Raut wajah mereka terlihat penasaran akan keindahan pertunjukan tari khas Bali yang amat tersohor ini. Setelah penata adicara mengumumkan bahwa pentas Tari Kecak Uluwatu akan segera dimulai, seketika itu pula segerombolan penari dengan udeng (ikat kepala) dan kamen (semacam sarung tradisional Bali) bermotif kotak-kotak memasuki area panggung seraya mengangkat tangannya sambil berteriak “cak cak cak” secara bersahut-sahutan satu sama lain.

Sesaat sebelum dimulainya pertunjukan kolosal Tari Kecak Uluwatu, seorang sesepuh atau pemangku adat setempat dengan pakaian serba putihnya memulai ritual upacara pembuka sambil memercikkan tirta suci pada para penari kecak. Tak berselang lama, gelegar suara “cak cak cak” kembali menyeruak sebagai sajian pembuka pentas kolosal di Pura Luhur Uluwatu ini. Adegan pertama diawali dengan munculnya sepasang penari yang menjadi tokoh utama dalam pementasan kali itu, Rama dan Shinta, ke tengah panggung.

Di adegan kedua, sang tokoh antagonis Rahwana menampakkan batang hidungnya ke hadapan para penonton. Sosok tokoh jahat dalam kisah Ramayana ini diceritakan hendak menculik Dewi Shinta. Karena selalu gagal menculik sang dewi pujaan, Rahwana memutar otak dan menemukan ide brilian. Rahwana mengubah wujudnya menjadi Bhagawan atau sosok orang tua yang tengah kehausan dan meminta air kepada Dewi Shinta yang cantik jelita.

Pada babak berikutnya, sosok berperawakan lincah dengan warna dominan putih dan ekor di belakangnya pun muncul. Dialah Hanoman, si kera putih yang sakti mandraguna. Diceritakan bahwa Hanoman hendak membantu Rama untuk menemukan dan membawa pulang kembali Dewi Shinta. Adegan demi adegan pun tersaji secara apik dan seru dengan latar sorot mentari kuning keemasan menjelang senja hari yang terasa kian syahdu.

Saat matahari tenggelam di garis cakrawala, rona senja pun terlihat makin pekat. Seketika itu pula para penari kecak dan tokoh Hanoman di panggung pementasan Tari Kecak Uluwatu makin heboh dalam memainkan aksi panggungnya. Tak luput pula ratusan kamera ponsel pengunjung menengadah ke atas langit untuk mengabadikan momen isitimewa nan photogenic dari pertunjukan tari kolosal ini.

Sebelum senja benar-benar lindap dan berganti pekat, adegan penutup pentas Tari Kecak Uluwatu yang menjadi klimaks atau puncak cerita pun ditampilkan di atas panggung. Adegan Anoman Obong atau dibakarnya Hanoman si kera putih yang sakti mandraguna di bawah rona indah langit senja menambah greget dari pementasan sore itu. Namun karena kesaktiannya, si kera putih Hanoman yang dibakar hidup-hidup bisa lolos dari maut. Bahkan dia tampak marah dan menendang-nendang bara api yang akan membakarnya. Singkat cerita, Dewi Shinta pun dapat direbut kembali oleh Hanoman dan dibawa kembali pulang bersama Rama.

Semburat cahaya api yang berpadu dengan panorama sunset di belakang panggung pentas Tari Kecak Uluwatu ini menjadi sajian penutup yang sangat eksotis dan memanjakan mata. Kesan dramatis dari pentas kolosal sore itu pun dirasakan oleh para penonton.Terbukti sorak sorai dan riuh tepuk tangan mengiringi tuntasnya pentas tari dengan tokoh utama Rama, Shinta, dan si kera putih legendaris Hanoman itu. Seusai pentas, para penonton diberi waktu oleh panitia untuk melakukan sesi foto bersama para penari di panggung, sama persis seperti pentas Sendratari Ramayana di Candi Pramabanan dan Taman Balekambang Surakarta.

Tari Kecak Uluwatu
Salah seorang penonton mengabadikan pentas Tari Kecak di dalam kompleks Pura luhur Uluwatu, Bali menggunakan gawainya. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Lokasi dan Akses Menuju Panggung Pentas Tari Kecak Uluwatu

Pementasan Tari Kecak Uluwatu atau Uluwatu Kecak Dance ini dilangsungkan di dalam kompleks Pura Luhur Uluwatu, tepatnya di open stage area, berhadapan langsung dengan laut lepas. Sedangkan secara administratif, Pura Luhur Uluwatu ini berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Jarak Pura Uluwatu tempat lokasi pentas Tari Kecak ini kurang lebih 30 kilometer ke arah selatan Kota Denpasar, Bali. Jika kamu berangkat dari kawasan Nusa Dua, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai pura ini. Akan lebih mudah apabila kamu menempuhnya dari kawasan wisata Kuta karena ada banyak angkutan umum atau persewaan motor dan mobil yang siap mengantarmu ke pura cantik yang berada di puncak tebing atau anjungan batu karang yang menghadap ke Samudera Hindia dengan Pantai Pecatu yang berada di bawahnya ini.

Harga Tiket dan Jam Buka

  • Tiket masuk kompleks Pura Luhur Uluwatu: Rp 30.000/orang
  • Tiket pertunjukan Tari Kecak Uluwatu: Rp. 90.000/orang (pesan secara online/sebelum acara), Rp 100.000 (beli tiket pada saat pertunjukan)
  • Jadwal pertunjukan: Pukul 18.00 WITA s/d selesai (setiap hari kecuali pada saat Nyepi dan Pengerupukan)

Tempat Wisata dan Lokasi Asik Di Sekitar Pura Luhur Uluwatu

  • Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana
    Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana atau Garuda Wisnu Kencana Cultural Park (GWK) adalah sebuah taman wisata yang berlokasi di Tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Jarakanya amat dekat dari lokasi Pura Luhur Uluwatu atau sekitar 40 kilometer ke arah selatan dari Kota Denpasar, Bali. Di Taman GWK ini terdapat sebuah landmark berupa mahakarya seniman patung Bali berupa patung Dewa Wisnu dan tunggangannya burung Garuda Kencana setinggi 120 meter. Karena proyek penyelesaiannya yang hingga kini masih mangkrak, patung Garuda Wisnu Kencana ini belum berbentuk secara untuh seperti yang disebutkan di awal tadi. Menurut proyeksinya, patung GWK ini digadang-gadang menjadi sebuah patung terbesar di dunia.
  • Pantai Dreamland
    Pantai Dreamland merupakan salah satu pantai yang memiliki spot selancar atau surf spot primadona di Pulau Bali. Pantai yang berlokasi di kawasan Desa Adat Pecatu ini memiliki bentang garis pantai yang sangat mempesona. Hamparan pasir putih, birunya laut serta deburan ombaknya mampu membius wisatawan dan turis dari berbagai negara untuk menghabiskan waktunya di pantai ini. Di sepanjang bibir pantai, mata akan dimanjakan oleh jernihnya air dan lekukan tebing-tebing cantik yang menyatu dengan birunya langit. Lokasinya berjarak kurang lebih 15 menit dari taman Garuda Wisnu Kencana.
  • Pantai Padang-padang (Labuan Sait)
    Pantai Padang-padang adalah satu dari sekian banyak pantai indah dengan pasir putihnya yang mempesona. Pantai yang diapit oleh tebing ini dulunya merupakan sebuah “private beach” di Bali karena biasa digunakan sebagai tempat berjemur para turis asing tanpa mengenakan sehelai kain pun. Berlokasi di Desa Pecatu, jaraknya amat berdekatan dengan Pantai Dreamland dan taman budaya Garuda Wisnu Kencana. Pantai ini melejit namanya setalah sempat menjadi lokasi pengambilan gambar Film Hollywood berjudul “Eat, Pray, Love” dengan bintang utama Julia Roberts.
  • Pantai Balangan
    Pantai Balangan menjadi satu dari ratusan pantai eksotik di Pulau Dewata. Pantai Balangan memiliki garis pantai yang cukup panjang dan menghadap ke arah barat-utara sehingga menjadi lokasi yang sempurna untuk menyaksikan pagelaran sunset kembali ke peraduannya di balik cakrawala. Pasir putihnya yang lembut dan deretan kafe-kafe di bibir pantai menambah daya tarik Pantai Balangan. Tak hanya menjadi tempat favorit beach lover dan sunset hunter, Pantai Balangan juga menjadi salah satu lokasi favorit bagi para peselancar. Karakter ombaknya yang tinggi dan panjang menjadi incaran para pemburu ombak dari seluruh penjuru dunia.
Tari Kecak Uluwatu, Bali
Penari mementaskan Tari Kecak di dalam kompleks Pura luhur Uluwatu, Bali. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Tari Kecak Uluwatu
Penari mementaskan Tari Kecak di dalam kompleks Pura luhur Uluwatu, Bali. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Hanoman di Tari Kecak Uluwatu
Tokoh Hanoman dalam bagian pementasan Tari Kecak di dalam Pura luhur Uluwatu, Bali berinteraksi dengan penonton. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Pemandangan Pura Luhur Uluwatu
Pemandangan Pura Luhur Uluwatu, Bali dilihat dari lokasi pementasan Tari Kecak. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)
Sunset Tari Kecak Uluwatu
Pemandangan matahari terbenam diabadikan dari Pura luhur Uluwatu, Bali. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

 

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here