Deretan tempat wisata malam di Jogja ini justru baru ramai saat langit berubah gulita. Jangan lupa untuk mengunjunginya agar liburanmu di Jogja makin istimewa. Kenapa? Karena senja bukanlah akhir hari, melainkan permulaan dimulainya hiruk pikuk yang baru.

Mentari sudah lindap di ufuk barat, bagi beberapa orang itulah waktu yang tepat untuk pulang kembali ke rumah dan berjumpa dengan orang-orang terkasih. Eits tapi tunggu dulu! Kalau kamu lagi piknik ke Jogja jangan buru-buru kembali ke penginapan saat senja tiba. Malam yang datang menyusul senja bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan justru saat dimulainya petualangan baru. Ketika langit berubah gelap, itulah saat terbaik untuk berpesta merayakan romansa di kota penuh cinta ini. Berikut ini ada beberapa deretan aktivitas dan tempat wisata malam di Jogja yang bisa kamu sambangi bersama teman-teman seperjalananmu.

1. Walupun mainstream dan selalu ramai, Tugu Jogja tetap menjadi tempat wisata malam di Jogja yang tidak pernah lekang oleh zaman

Tugu Jogja, Tempat Wisata Malam di Jogja
Tugu Jogja. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo Tour)

Siapa sih yang nggak tahu Tugu Jogja? Eits tapi ini bukan Stasiun Tugu ya, melainkan tugu golong gilig yang memiliki nilai historis tinggi. Tugu alias monumen yang terletak tepat di perempatan jalan utama Jogja ini memang tidak pernah sepi pengunjung ketika malam tiba hingga dini hari. Selain lokasinya yang mudah diakses karena berada di tengah kota, Tugu Jogja ini bisa dikatakan sebuah ikon yang tidak boleh dilewatkan bagi siapa saja yang pernah menginjakan kaki di Jogja. Katanya sih kalau kamu belum foto dengan latar belakang Tugu Jogja, bisa dibilang liburanmu ke Jogja kurang sempurna. Pada musim wisuda biasanya ada rombongan mahasiswa yang berfoto memakai toga di tugu ini. Apakah kamu tertarik untuk mencoba?

2. Jangan lupa belanja oleh-oleh untuk teman-teman maupun keluarga di sepanjang Malioboro

Foto di Malioboro
Wisatawan sedang berfoto di salah satu papan nama Jalan Malioboro, Yogyakarta. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Kalau Bandung punya Jalan Braga, maka Jogja punya Jalan Malioboro yang menjadi landmark kota. Malioboro merupakan jalan paling populer di Jogja yang menjadi jantung perekonomian sekaligus magnet wisata utama di kota ini. Nyaris semua wisatawan yang ke Jogja pasti mengunjungi Malioboro untuk berbelanja maupun sekedar jalan-jalan.

Saking terkenalnya maka banyak musisi, penulis, dan seniman yang terinspirasi dengan Malioboro. Bahkan lagu legendaries milik Kla Project “Yogyakarta” liriknya juga terinspirasi dari kehidupan malam di Malioboro. Menikmati Malioboro di malam hari tentu jauh beda dengan Malioro kala siang. Di waktu malam jalanan ini akan semakin romantis dengan kelip lampu warna-warni dan pengamen jalanan yang menyanyikan lagu-lagu nostalgia. Belum lagi ketipak andong dan decit klakson yang membahana akan menjadikan suasana di Malioboro semakin semarak dan cocok untuk dijadikan tempat wisata malam di Jogja. Kamu bisa menikmati malam di tempat ini dengan makan di lesehan yang tersebar di sepanjang jalan, belanja pernak-pernik unik, atau sekedar berjalan bergadengan bersama orang terkasih menyusuri lorong Malioboro.

Baca juga: Malioboro, Tentang Rindu yang Menjadi Candu

3. Merasakan denyut nadi Jogja tepat di jantungnya dengan mengunjungi Titik Nol Kilometer

Titik Not Kilometer Yogyakarta
Gedung BNI di Titik Not Kilometer Yogyakarta/Jogja. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Mengunjungi Titik Nol Kilometer Yogyakarta ini akan membawamu kembali kepada masa lalu. Pasalnya, kawasan Titik Nol Kilometer Jogja ini pada zaman pendudukan Belanda adalah pusat pemerintahan dan militer. Di kawasan ini kamu akan melihat deretan bangunan bergaya art deco yang menjadi salah satu landmark Yogyakarta. Ada Gedung Agung yang kini menjadi Istana Negara di Jogja, gedung Bank Indonesia, gedung BRI, Kantor Pos Besar, Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan 1 Maret. Kawasan Titik Nol Kilometer Jogja ini juga menjadi titik temu berbagai macam komunitas yang berada di Yogyakarta serta tidak jarang dijadikan tempat untuk acara pawai hingga pentas seni budaya. Kamu bisa menikmati salah satu tempat wisata malam di Jogja ini sembari duduk santai di deretan kursi kayu dan kursi beton yang tersebar di bahu jalan.

Baca juga: Titik Nol Kilometer, Merasakan Denyut Jogja Tepat di Jantungnya

4. Dari mencoba Masangin hingga naik sepeda tandem dan odong-odong bercahaya bisa kamu lakukan di Alun-alun Kidul

Beringin Kembar Yang menjadi Ikon di Alun-alun Kidul Yogyakarta.
Dua pohon beringin yang menjadi ikon di Alun-alun Kidul Yogyakarta. (Reza Fitriyanto/Maioloo.com)

Bolah dibilang Alun-alun Kidul yang terletak di sisi selatan Keraton Yogyakarta merupakan salah satu tempat wisata malam di Jogja terbaik dan terpopuler. Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan di public space ini. Pertama, kamu bisa bermain masangain yang sangat legendaris. Menurut mitos yang dipercayai masyarakat Jogja, konon hanya mereka yang memiliki hati yang bersih saja yang bisa melintas dengan sukses pada percobaan pertama. Permainan ini sangatlah mudah. Kamu harus berjalan kaki dari salah satu ujung Alun-alun Kidul menuju 2 ringin kurung (pohon beringin kebar yang berada di tengah alun-alun) dengan mata tertutup. Kedua, kamu bisa naik sepeda tandem atau odong-odong di Alun-alun Kidul ini bersama orang tersayang maupun keluarga. Sepeda atau odong-odong di sini sangat unik karena disetiap sepeda dihiasi lampu-lampu untuk memikat pengunjung yang datang ke Alun-alun Kidul. Dan yang ketiga adalah duduk santai di angkringan yang tersebar disekitar Alun-alun Kidul jogja ini sembari menikmati fragmen malam di Jogja. Alun-alun Kidul ini sangat asik untuk dijadikan tempat wisata malam di Jogja.

Baca juga: Alun-Alun Kidul, Tempat Asyik Menikmati Fragmen Malam Di Jogja

5. Menikmati gemerlap lampion di Taman Pelangi

Taman Pelangi Jogja
Pengunjung Taman Pelangi, Yogyakarta. (Dewiipah.wordpress.com)

Selain menyajikan wisata sejarah tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia, saat malam hari Monumen Jogja Kembali bersolek menjadi taman lampion yang bertajuk Taman Pelangi. Terletak di lingkar utara Jogja, tepatnya di pelataran Monumen Jogja Kembali, Taman Pelangi ini menyajikan sebuah pengalaman wisata menikmati keindahan cahaya buatan berupa lampion beraneka bentuk. Saat malam tiba tempat ini sangat romantis karena bertabur kerlip cahaya. Selain aneka lampion, kamu juga bisa menjajal berbagai wahana permainan yang ada.

6. Menyaksikan gemerlap orkestra lampu kota di Bukit Bintang, Gunungkidul

Bukit Bintang-Jogja
Warung-warung di Bukit Bintang Jogja, Gunungkidul. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Usai mengunjungi deretan pantai yang ada di pesisir Gunungkidul, kamu bisa mampir ke Bukit Bintang yang terletak di Patuk, Gunungkidul. Tempat yang berada di tepi jalan utama Jogja – Wonosari ini menyajikan panorama Jogja cityscape yang indah kala senja hingga malam. Kamu bisa duduk di sepanjang kursi beton maupun di warung-warung yang dibangun di sisi jalan sembari menikmati jagung bakar dan segelas kopi atau teh hangat. Gemerlap lampu kota dan kerlip cahaya gemintang akan menjadikan malammu semakin meriah ketika mengunjungi tempat wisata malam di Jogja yang satu ini.

Baca juga: Bukit Bintang Jogja, Panggung Pertunjukan Orkestra Cahaya Lampu Kota

7. Nongkrong seru bersama orang kesayangan di Plengkung Gading

Plengkung Gading, Wisata Malam di Jogja
Sejumlah wisatawan sedang menikmati salah satu tempat wisata malam di Jogja yaitu Plengkung Gading. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Plengkung Gading merupakan bagian dari tembok pertahanan yang mengitari Keraton Yogyakarta. Letaknya di sisi selatan, berdekatan dengan Alun-alun Kidul. Sebenarnya, Plengkung Gading ini bernama Plengkung Nirbaya, karena terletak di daerah Gading makan masyarakat lebih memilih untuk menggunakan Plengkung Gading. Nirbaya bersal dari kata “nir” yang memiliki arti tidak ada sedangkan “baya” itu memiliki arti bahaya. Jadi plengkung ini memiliki filosofi: tidak adanya bahaya yang mengancam.

Cara terbaik untuk menikmati malam di tempat ini adalah dengan mendaki anak tangga kemudian berjalan ke atas plengkung atau bangunan yang berbentuk lengkungan. Di atas plengkung terdapat tempat yang lumayan lapang untuk duduk santai menikmati yang hening dan tidak seriuh Alun-alun Kidul. Pastikan untuk membawa makanan kecil supaya nongkrongmu makin seru ketika mengunjungi tempat wisata malam di Jogja yang satu ini.

Baca juga: Keraton Yogyakarta, Mozaik Sejarah di Istana Sang Raja

8. Menyaksikan pagelaran romantis kisah Rama dan Shinta di Purawisata

Ramayana Ballet di Purawisata
Pertunjukan Ramayana Ballet di Purawisata. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Terletak di Jalan Brigjend. Katamso, Yogyakarta, Purawisata menjadi salah satu tempat wisata malam di Jogja yang bisa kamu sambangi jika kamu ingin mengenal sejarah atau cerita Ramayana dan Shinta melalui tarian tradisional. Berbeda dengan pertunjukan Ramayana Ballet di Candi Prambanan yang hanya digelar pada hari selasa, kamis dan sabtu, pertunjukan Sendratari Ramayana di Purawisata ini dilakukan setiap hari tanpa terpengaruh cuaca. Jadi kamu bisa melihat pertunjukan ini kapan saja kamu mau dan punya waktu.

Pertunjukan Ramayana Ballet di Purawisata memiliki beberapa harga. Untuk wisatawan domestik Rp 75.000 (hanya menonton Ramayana Ballet) dan Rp 255.000 (makan malam dan menonton Ramayana Ballet). Sedangkan untuk tamu asing sebesar Rp 250.000 (hanya menonton Ramayana Ballet) dan Rp 420.000 (makan malam dan menonton Ramayana Ballet).

9. Menyaksikan dahsyatnya pagelaran Ramayana Balet di Candi Prambanan

Aksi Penari Sendratari Ramayana Prambanan
Aksi penari dalam Sendratari Ramayana Prambanan. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Jika kurang puas menonton pertunjukan Ramayana Ballet di Purawisata, kamu juga bisa kok menonton Ramayana Ballet di Candi Prambanan. Saat musim penghujan tiba pagelaran akan dilangsungkan di dalam ruangan, sedangkan saat cuaca cerah pertunjukan dilakukan di teater terbuka dengan kemegahan Candi Prambanan sebagai background-nya. Untuk menikmati pagelaran tari nan epic ini kamu cukup merogoh kocek mulai dari Rp 125.000 – Rp 375.000 tergantung dari jenis tiket yang kamu pilih dan ini sangat layak untuk dijadikan tempat wisata malam di Jogja.

Baca juga: Sendratari Ramayana Prambanan, Kemegahan Pertunjukan Drama Tari Berlatar Candi

10. Taman parkir Abu Bakar Ali

Taman Parkir Abu Bakar Ali
Seorang pengunjung sedang menikmati suasana Jogja di Taman Parkir Abu Bakar Ali. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Taman Parkir Abu Bakar Ali ini terletak di antara Stasiun Tugu dan Jalan malioboro. Mungkin kamu akan sedikit bingung saat Maioloo.com merekomendasikan tempat wisata malam di Jogja ini. Emang disini kita mau ngapain? Eits eits eits, jangan buru-buru underestimate. Kamu cukup naik ke atas taman parkir dan cobalah untuk menikmati pemandangan di malam hari. Niscaya kamu bakal menemukan jawaban dari pertanyaanmu. Nggak percaya? Coba aja masukkan ke dalam daftar tempat wisata malam di Jogja kamu!

11. Menikmati secangkir Kopi Joss di Angkringan Lik Man samping rel kereta

Angkringan Kopi Joss Samping Stasiun Yogyakarta
Angkringan Kopi Joss di samping atau sebelah utara Stasiun Yogyakarta. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Ketika hari sudah semakin menua dan kamu sudah lelah mengunjungi tempat-tempat eksotis di Jogja, saatnya kamu untuk kembali menceritakan kegembiraan dan hal-hal menarik selama perjalananmu dari pagi hingga malam bersama teman-teman. Angkringan Lik Man yang terletak tak jauh dari Stasiun Tugu ini adalah salah satu tempat wisata malam di Jogja yang asik untuk berbagi cerita sembari menikmati secangkir kopi joss.

Apa sih kopi joss itu? Kopi joss adalah segelas kopi tubruk panas yang diberi sebongkah arang panas. Menu ini khas Angkringan Lik Man yang sudah diadopsi oleh banyak pemilik angkringan lainnya. Angkringan Lek Man ini juga termasuk angkringan legendaris lo. Angkringan ini merupakan generasi perintis angkringan di Jogja yang pedagangnya berasal dari Klaten, jawa Tengah.

12. Kumpul seru lintas komunitas di Angkringan KR (Pak Jabrik) Jalan Mangkubumi

Angkringan KR
Angkringan di halaman Harian Kedaulatan Rakyat. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Angkringan Pak Jabrik atau para kawula muda lebih akrab mengenalnya dengan sebutan angkringan KR. Hal ini dikarenakan angkringan terletak di teras kantor Harian Kedaulatan Rakyat. Angkringan KR ini tidak pernah sepi pengunjung setiap harinya dan termasuk ke dalam daftar tempat wisata malam di Jogja yang top. Apa lagi di saat akhir pekan tiba, angkringan ini pada merayap. Menu yang ditawarkan di angkringan ini sangat beragam. Mulai dari nasi kucing dengan berbagai macam lauknya yang sudah terbungkus rapi seperti nasi dengan isi sambal teri, oseng-oseng ati, nasi oseng-oseng tempe, oseng-oseng jamur, dan banyak lagi. Selain itu juga tersedia berbagaimacam lauk pauk seperti tempe goreng, tahu goreng, tahu bacem, tempe bacem, ceker, telur puyuh, bacem ceker dan lain sebagainya. Namun yang paling menarik dari semuanya adalah angkringan ini kerap menjadi lokasi kumpul-kumpul berbagai komunitas yang ada di Jogja. Kalau kamu tertarik kamu bisa bergabung dengan mereka.

Itulah deretan tempat wisata malam di Jogja yang bisa kamu kunjungi bersama teman maupun keluarga. Jika kamu punya referensi lain tentang tempat wisata malam di jogja yang asyik maupun romantis, tulis di kolom komentar di bawah ini ya.

7 KOMENTAR

  1. memang tak pernah membosankan bila harus ber-rekreasi di Jogyakarta walau hrs berulang kali, selalu menyenangkan dan masyarakatnya sangat ramah dan sopan

    • Setuju sekali Kak… Jogja itu ibarat sebuah candu.

      Terima kasih sudah berkunjung kak… 🙂

  2. asik dan lengkap banget kalau udah ngomongin jogja pastinya bikin penasaran,buat temen”yang ingin liburan dan cari villa di lembang silahkan mencoba pilihanya di sini ya Villa Istana Bunga Lembang. terima kasih dan sukses selalu buat admin

    • Hahahaha… Kamu kok mikirnya langsung ke sana. 😀

      Itu masuk ke dalam wisata enak tapi di larang kak…. Hahahaha

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here