11 Negeri Bawah Tanah Di Jogja Yang Akan Membuatmu Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama

Gua Senen, Yogyakarta
Seorang penelusur sedang berpose di depan flow stone Gua Senen, Gunungkidul, Yogyakarta. Di belakang ornamen tersebut oleh warga lokal dinamakan kamar pengantin. (Husain/Maioloo)

Lantunan gemericik air yang jatuh dari ujung stalagtit. Aroma pekat dan lembab yang diakibatkan oleh tumpukan guano selama bertahun-tahun. Suasana gelap yang sangat abadi. Lalu, ketika ingin menyusurinya kita acap kali harus berbergulat dengan pekatnya tanah merah, arus sungai di perut bumi dan ketika mulut gua horizontal, kita harus menuruninya dengan seutas tali.

Walaupun sedikit melelahkan dan terkadang membuat luka kecil ketika menyusurinya, negeri bawah tanah ini akan membuat kita terpesona dan jatuh cintapada pandangan pertama. Entah dari ornament yang terbentuk secara alami oleh gua tersebut atau bentuk mulut gua yang menjadi fenomenal atau dari cara memasuki gua tersebut dan masih banyak keunikan-keunikan lain yang membuat kamu benar-benar jatuh cinta.

Berikut beberapa negeri bawah tanah di Jogja atau lebih sering disebut gua yang akan membuat kamu jatuh cinta pada pandangan pertama.

1. Gua Jomblang

Entrance Gua Jomblang
Jika kamu mengikuti paket wisata. jalur ini lah yang akan kamu lewati untuk masuk ke dalam Gua Jomblang. Biasanya para wisatawan di kerek oleh beberapa guide/menggunakan hauling system dengan jumlah maksimal 2 orang. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Negeri bawah tanah di Jogja yang pertama ini memiliki keunikan di dalamnya. Apa itu? Sebuah hutan purba yang masih hidup dan tumbuh subur hingga saat ini. Hijau dan lebat vegetasinya.

Gua Jomblang ini bertipe collapse dolaine. Sebuah proses geologi akibat runtuhnya tanah beserta tumbuhan atau vegetasi di atasnya ke dasar bumi.

Jadi, ketika kamu menuruni Gua Jomblang ini, kamu akan melihat dan merasakan keindahan hutan hujan di dasar bumi. Selain itu, Gua Jomblang ini juga sebagai alternatif jalan masuk menuju Gua Grubug dengan keindahan cahaya surganya.

Alamat Gua Jomblang: Desa Pacarejo, Kec. Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga: Gua Jomblang, Memburu Cahaya Surga Di Perut Bumi

2. Gua Grubug

Ray of Light Gua Grubug
Waktu yang pas untuk melihat cahaya yang menerobos masuk dari mulut Gua Grubug/ray of light sekitar jam 11 sampai 12 siang. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Mungkin sudah banyak yang mengenal negeri bawah tanah di Jogja yang satu ini. Ya. Gua Grubug namanya. Sebuah negeri bawah tanah yang memiliki fenomena cahaya surganya yang dasyat.

Gua Grubug ini sebenarnya sebagai tujuan utama jika kamu menuruni Gua Jomblang. Sayang sekali jika kamu sudah turun ke Gua Jomblang tidak menyambangi Gua Grubug ini karena Gua Jomblang adalah jalur alternatif untuk menuju Gua Grubug.

Ketika kamu ingin masuk ke Gua Grubug ini harus melewati hutan hujan di dasar bumi terlebih dahulu, lalu kamu juga akan menelusuri lorong dengan panjang sekitar 300 meter yang gelap. Perlahan kamu akan mendapatkan sebuah suara aliran sungai bawah tanah dan secercah cahaya yang akan membuat kamu terpana dibuatnya.

Alamat Gua Grubug: Desa Pacarejo, Kec. Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

3. Kalisuci

Cave Tubing Kalisuci, Gunungkidul, Yogyakarta
Wisatawan sedang menikmati cave tubing di Kalisuci, gunungkidul. (Sumber foto: Missyoan.wordpress.com)

Masih terletak di Gunungkidul dan masih dekat dengan Gua Jomblang. Negeri nawah tanah di Jogja selanjutnya adalah Kalisuci. Kalisuci merupakan sebuah aliran sungai yang mengalir di bawah tanah. Walaupun aliran sungi ini bisa dibilang menghilang ke bawah tanah, tetapi masih ada kegitan yang bisa dilakukan di sini.

Jika kegiatan di sungai terbuka disebut rafting atau river tubing, maka kegiatan yang dilakukan di sungai yang mengalir di bawah tanah adalah cave tubing.

Di kawasan wisata cave tubing Kalisuci ini kamu bisa menyusuri aliran sungai bawah tanah menggunakan ban dalam. Sekitar 1 jam, kamu akan dibawa oleh pemandu Kalisuci untuk bertualang mencumbu aliran sungai yang sempit tetapi memiliki langit-langit gua yang sangat tinggi.

Alamat Kalisuci: Dusun Jetisa Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabuaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

4. Gua Cerme

Air Terjun/Grojogan Sewu Gua Cerme Yogyakarta
Salah satu ikon yang dimiliki Gua Cerme Yogyakarta adalah gerojogan sewu/air terjun seribu yang berada di dalam gua. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Secara administratif, Gua Cerme ini masuk ke dalam dua kabupaten. Bantul dan Gunungkidul. Gua Cerme ini adalah gua yang memiliki aliran sungai bawah tanah. Sama seperti Gua Grubug, Gua pindul, Gua Kalisuci dan lainnya yang berada di Gunungkidul.

Wisata Gua Cerme ini sudah dikenal lama, sekitar 1980-an. Gua ini adalah gua horisontal dengan panjang lorong sekitar 1,5 km membentang dari kabupaten Bantul hingga kabupaten Gunungkidul.

Untuk menelusuri Gua Cerme ini, kamu harus upstream atau melawan aliran arus sungai bawah tanah yang berada di gua tersebut. Ornamen di gua ini juga cukup lengkap. Ada stalagtit, stalakmit, pilar, sodastraw, flowstone, dan masih banyak lagi ornament yang disajikan di Gua Cerme ini. Selain ornament gua. Di Gua Cerme ini juga menyajikan air terjun yang kecil tetapi menarik.

Alamat Gua Cerme: Dusun Srunggo, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga: Gua Cerme, Menyusuri Lekuk Sungai Di Perut Bumi

5. Gua Cokro / Luweng Cokro

Gua Cokro - Luweng Cokro, Gunungkidul, Yogyakarta
Seorang wisatawan sedang berusaha menuruni Gua Cokro / Luweng Cokro, Gunungkidul, Yogyakarta dengan menggunakan teknik tali tunggal atau single rope technique. (Sumber foto: Spotunik.com)

Gua Cokro, atau masyarakat sekitar akrab memanggilnya Luweng Corko. Negeri bawah tanah di Jogja yang satu ini hampir mirip dengan Gua Grubug, ada cahaya yang menerobos masuk ke dalam gua. Sama seperti ketika kamu ingin memasuki Gua Jomblang maupun Gua Grubug. Kamu harus menuruni gua tersebut dengan menggunakan tehnik seutas tali atau single rope technic (SRT).

Kedalaman gua ini sekitar 18 meter dan memiliki 2 mulut gua. Berbeda dengan Jomblang dan Grubug yang memiliki mulut gua sangat besar. Di Luweng Cokro ini mulut guanya bisa dibilang sangat kecil. Mulut gua yang pertama sekitar 1,5 meter X 0,8 meter, sedangkan mulut gua yang kedua itu lebih kecil dari yang pertama. Jadi memang agak sulit untuk memasukinya.

Tetapi tenang saja, di sana sudah ada para pemandu profesionalnya yang akan menurunkan dan menaikanmu dengan cara dan alat yang aman.

Setelah masuk, kamu akan langsung disajikan sebuah hall atau sebuah ruangan yang besar. Pertama kalinya kamu akan kaget karena pintu masuk gua ini sangat sempit dan ketika masuk, ternyata Luweng Cokro itu sangat luas dan lebar.

Ketika cuaca terik, kamu juga bisa mendapatkan sebuah fenomena ray of light seperti di Gua Grubug tetapi memang tidak terlalu dasyat seperti di Gua Grubug sana. Walaupun tidak terlalu dasyat ray of lightnya, Luweng Cokro ini bisa dibilang memiliki bermacam-macam ornament gua.

Alamat Gua Cokro: Dusun Blimbing, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

6. Gua Pindu

Goa Pindul, Gunungkidul, Yogyakarta
Wisatawan Gua Pindul, Gunungkidul, Yogyakarta sedang mengikuti aliran sungai bawah tanah menggunakan ban dalam. (Sumber foto: Infojalanjalan.com)

Negeri bawah tanah di Jogja yang satu ini sudah pasti kamu tahu kan. Ya Gua Pindul. Gua Pindul ini juga menawarkan sebuah sensai fun menelusuri aliran sungai bawah tanah.

Masih berada di deretan perbukitan Gunungkidul, Gua Pindul ini sangat populer dikalangan para wisatawan maupun para pelaku bisnis wisata. Karena terlalu populernya, terkadang pada musim liburan obyek wisata ini sangat sesak oleh pengunjung.

Alamat Gua Pindul: Dusun Gelaran 1, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

7. Gua Tanding

Gua Tanding, Gunungkidul, Yogyakarta
Wisatawan Gua tanding sedang melakukan aktifitas mengarungi sungai bawah tanah menggunakan perahu karet. (Sumber foto: Guatanding.com)

Tidak jauh dari Gua Pindul dan baru dibuka oleh pengelola setelah lebaran kemarin. Ya. Mereka mengambil moment lebaran karena memang akan banyak warga dari luar Yogyakarta datang ke Yogyakarta untuk liburan.

Gua Tanding ini adalah sebuah negeri bawah tanah di Jogja atau gua di Jogja yang memiliki sungai bawah tanah yang selalu mengalir tiap musimnya. Kedalaman air di Gua Tanding sekitar 3 meter dan memiliki lebar aliran bervariasi disetiap jalurnya. Panjang sungai bawah tanah ini sekitar 450 meter.

Dengan panjang sungai bawah tanah yang dimiliki Gua Tanding, kamu bisa melakukan river boating di sungai bawah tanah Gua Tanding tersebut. Selain sensasi river rafting yang kamu rasakan, kamu juga bisa mengamati beberapa ornament gua yang masih hidup di sana.

Bagi anak-anak yang ingin ke sana, pengelola juga sudah mengembangkan kolam yang berisi ikan agar anak-anak juga bisa menikmati obyek wisata Gua Tanding ini.

Alamat Gua Tanding: Dusun Gelaran II, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

8. Gua Rancang Kencono

Gua Rancang Kencono, Yogyakarta
Wisatawan sedang menyusuri Gua Rancang Kencono untuk menikmati keindahannya. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Jika kamu berencana mengunjungi Air Terjun Sri Gethuk untuk berbasah-basahan, kamu bisa mampir terlebih dahulu ke Gua Rancang kencono ini untuk menambah sedikit informasi sejarah kerajaan Mataram dan menyaksikan sebuah pohon klumpit raksasa di tengahnya.

Alamat Gua Rancang Kencono: Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

9. Gua Ngeleng di Playen

Penelusur gua sedang mengamati salah satu ornamen Gua Ngeleng, Gunungkidul, Yogyakarta. (Husain/Maioloo.com)
Penelusur gua sedang mengamati salah satu ornamen Gua Ngeleng, Gunungkidul, Yogyakarta. (Husain/Maioloo.com)

Dilihat dari bentuk mulut guanya. Mulut Gua Ngeleng ini hampir sama dengan mulut Gua Jomblang, tetapi di sini para penelusur tidak perlu membuat instalasi rigging untuk menuruninya.

Di dalam gua ini juga terdapat aliran sungai bawah tanah tetapi hanya musiman. Ketika musim hujan, aliran sungainya bisa besar dan berbahaya untuk disusuri tetapi ketika musim kering hanya sebuah genangan-genangan air yang memiliki kedalaman sekitar 3-6 meter mengalir tetapi perlahan. Jadi sangat diperlukan pelampung ketika menyusurinya.

Karena banyak kelelawar yang membuat sarang di Gua Ngeleng ini, warga sekitar memanfaatkan kotorannya untuk pupuk untuk kebunnya.

Alamat Gua Ngeleng di Playen: Desa Playen, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

10. Gua Nglibeng

Gua Nglibeng, Yogyakarta
Sekelompok penelusur gua sedang mengexplorasi Gua Nglibeng. (Husain/Maioloo.com)

Bagi kalangan penggiat speleologi maupun organisasi yang bergerak di alam bebas, Gua Nglibeng ini sudah tidak asing lagi untuk mereka karena sering dijadikan tempat untuk melatih skill mereka.

Alamat Gua Nglibeng: Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gununugkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

11. Gua Senen

Gua Senen, Yogyakarta
Seorang penelusur sedang berpose di depan flow stone Gua Senen, Gunungkidul, Yogyakarta. Di belakang ornamen tersebut oleh warga lokal dinamakan kamar pengantin. (Husain/Maioloo.com)

Negeri bawah tanah di Jogja selanjutnya adalah Gua Senen. Gua Senen ini adalah gua vertikal yang bertipe collapse dolaine dan memiliki ketinggian sekitar 8.6 meter. Gua Senen ini gua yang tidak basah atau bisa disebut gua kering karena tidak ada aliran sungai di bawahnya.

Walaupun tidak memiliki aliran sungai bawah tanah, ornament di Gua Senen ini cukup bagus.

Alamat Gua Senen: Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gununugkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

4 KOMENTAR

    • Wo jelas kak. Menarik sekali memang tempat-tempat wisata di Jogja itu dan pasti juga istimewa. 🙂

  1. Mantap….
    Di daerah Gunung Kidul memang banyak sekali terdapat goa, dan masih banyak sekali goa yang belum ter explore yang terletak di Gunung Kidul.
    Sebenarnya juga ada Goa yang masih sangat alami di Kulon Progo, namanya Goa Kidang Kencono.
    Menurut Guide nya, didalam goa tersebut ada batu yang terdapat seperti ada serbuk emas.
    Sementar ini hanya pecinta caving dari mancanegara, seperti Malaysia, Rusia, dan bebrapa negara lainnya.
    Lokasi goa ini dekat dengan ayunan langit Watu Jaran Kulon Progo

    Salam
    Never end exploring Yogyakarta

    • Banyak sekalali memang kak. Dan mungkin memang masih banyak gua-gua yang belum tersentuh oleh manusia. 🙂

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here