Gunung Nglanggeran, Menenangkan Jiwa Di Gunung Api Purba

Dusun Nglanggeran Lor, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul

Climbing di Gunung Nglanggeran
Selain camping dan trecking, panjat dinding pun bisa dilakukan di Gunung Nglanggeran. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Gunung Nglanggeran merupakan tempat yang tepat untuk menghabiskan akhir pekan bersama kawan. Dengan mendaki gunung api purba ini kamu bisa mendapatkan sensasi petualangan, kesenangan, hingga ketenangan.

Jika kamu hanya punya waktu luang yang sebentar namun ingin mendaki gunung, janganlah ragu untuk bertandang ke Gunung Nglanggeran. Hanya memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam pendakian, kamu sudah bisa mencapai puncak dan menyaksikan panorama alam yang indah dari ketinggian. Bahkan jika suasana mendukung, sunrise maupun sunset yang indah bisa kamu dapatkan. Tak hanya itu, di Nglanggeran juga ada banyak spot menawan yang bisa dijadikan lokasi pemotretan. Dijamin hasilnya tak kalah dengan foto-foto di puncak gunung-gunung tinggi.

Meski bernama gunung, Gunung Nglanggeran tidak berbentuk seperti gunung kebanyakan. Tempat ini lebih menyerupai bukit batu raksasa dan ditumbuhi aneka flora di sekitarnya. Bukit ini memiliki ketinggian sekitar 700 m dpl. Jutaan tahun yang lampau Gunung Nglanggeran adalah puncak dari gunung api purba. Hal itu bisa dilihat dari komposisi batuan penyusunnya. Kini Gunung Nglanggeran berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Yogyakarta.

Menurut masyarakat setempat, kata Nglanggeran berasal dari kata “nglanggar” atau melanggar. Pada zaman dahulu penduduk desa mengundang seorang dalang untuk mementaskan wayang. Namun ada warga yang melanggar peraturan yang dibuat ki dalang dengan cara merusak wayang. Akhirnya dalang murka dan mengutuk warga tersebut menjadi sosok wayang yang dibuang ke bukit batu. Karena itu hingga kini pengunjung bisa melihat beberapa batu yang menyerupai bentuk wayang. Selain itu, di Gunung Nglanggeran juga terdapat Gunung 5 Jari yang bisa dilihat dengan jelas dari Puncak Gede.

Gunung Nglanggeran memiliki bentang alam yang unik. Rute pendakiannya pun sangat menarik. Tak heran jika Nglanggeran dijadikan lokasi syuting film Sudirman yang dibintangi Adipati Dolken. Yang paling menantang dari semuanya adalah keberadaan Lorong Sumpitan. Rute ini berupa anak tangga dari kayu yang diapit oleh tebing batu yang tinggi. Ukurannya yang hanya bisa dilewati oleh satu orang menjadikan kita harus berhati-hati saat melewatinya. Di satu titik terdapat batu besar yang menggantung dan kamu harus membungkuk saat melewatinya. Sepintas lalu lorong ini mirip dengan setting film 127 Hours.

Satu fakta menarik sekaligus unik dari Gunung Nglanggeran adalah keberadaan Dusun Tlogo Mardhido di Puncak Timur. Kampung tersebut menjadi menarik karena selama turun temurun hanya ditinggali oleh 7 kepala keluarga. Jika jumlah kepala keluarga lebih dari 7 maka akan ada kejadian yang tidak menyenangkan. Warga yang tinggal di kampung tersebut masih hidup dengan cara-cara tradisional. Selain ditinggali oleh 7 KK, di puncak bukit tersebut juga terdapat kompleks pemakaman.

Panjat Dinding Gunung Nglanggeran
Ini adalah salah satu tempat paling asik untuk panjat dinding. DI lokasi ini kamu bisa melihat suasana Desa Nglanggeran dari atas. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Gunung Nglanggeran

  • Trekking
    Trekking atau berjalan kaki hingga mencapai Puncak Nglanggeran merupakan aktivitas utama yang ditawarkan di tempat ini. Meski bertajuk “gunung wisata”, rute atau trek yang ada di Gunung Nglanggeran cukup beragam dan menantang seperti layaknya gunung-gunung tinggi. Di tempat ini kamu bisa merasakan sensasi berjalan di atas conblock, jalan berbatu, jalan tanah setapak, hingga lorong sempit yang diapit tebing batu. Di beberapa titik kamu pun harus melewati batu-batu besar sambil berpegangan tali, dijamin seru!
  • Camping
    Akhir pekan bingung mau kemana? Camping di Gunung Nglanggeran adalah pilihan yang cerdas. Di gunung ini terdapat beberapa camping ground yang tersebar di berbagai titik. Camping ground yang paling luas terletak di bawah puncak utama atau Puncak Gede. Namun jika kamu ingin menikmati pemandangan kota Jogja di malam hari, kamu bisa mendirikan tenda di dekat gazebo yang terletak di daerah bawah. Keuntungan lain dari mendirikan tenda tersebut adalah jika hujan turun kamu bisa berteduh dengan cepat.
  • Nglanggeran Sunrise dan Sunset
    Kalau kamu sunset atau sunrise hunter, tak ada salahnya untuk hunting di tempat ini. Spot terbaik untuk menikmati sunrise di Gunung Nglanggeran adalah dari Puncak Timur. Jika berada di tempat itu pandanganmu akan bebas tak terhalang apapun. Selain dari Puncak Timur, kamu juga bisa menyaksikan sunrise dari Puncak Gede atau puncak utama. Jika tidak bisa mendapatkan sunrise yang sempurna, setidaknya kamu bisa menyaksikan panorama Embung Nglanggeran yang berselimut kabut dari ketinggian. Sedangkan tempat terbaik untuk menyaksikan sunset adalah dari pos 1. Dari tempat ini kamu bisa melihat Gunung Merapi Merbabu serta kota yang secara perlahan berubah menjadi lautan cahaya.
  • Mengunjungi Desa 7 Kepala Keluarga di Puncak Timur
    Tak banyak orang tahu bahwa Gunung Nglanggeran terbagi menjadi dua kawasan, yakni kawasan barat dan kawasan timur. Kawasan barat merupakan daerah yang biasa didaki wisatawan, sedangkan kawasan timur jarang dijamah. Jika kamu penyuka wisata budaya, berkunjung ke Puncak Timur wajib kamu lakukan. Di puncak ini kamu bisa bertemu dengan komunitas 7 kepala keluarga yang sudah tinggal disitu turun temurun.
  • Outbond
    Jika kamu mencari lokasi outbond untuk komunitasmu, jangan ragu untuk datang ke Nglanggeran. Di tempat ini kamu bisa melakukan aneka games seru. Bahkan kamu pun bisa bermain flying fox di tempat ini. Untuk melakukan outbond, pastikan kamu sudah menghubungi pengelola lebih dulu.
  • Live In
    Sebagai desa wisata, pengelola kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran menawarkan paket live in bagi para pelajar maupun wisatawan. Kamu yang mengikuti paket ini bisa tinggal di homestay atau rumah-rumah penduduk yang menjadi induk semangmu. Selama live in di desa kamu akan diajak mengikuti serangkaian aktivitas menyenangkan seperti bercocok tanam, membajak sawah, belajar membatik, outbond, hingga belajar kesenian tradisional yang ada. Menarik kan?
  • Panjat Tebing
    Deretan tebing-tebing batu di Gunung Nglanggeran degan ketinggian dan grade beragam menjadi tempat yang asyik untuk dijadikan lokasi pemanjatan. Kamu yang ingin menjajal kemampuan bisa memanjat 28 jalur pemajatan yang sudah ada. Namun berhubung aktivitas ini belum cukup populer, kamu wajib membawa perlengkapan sendiri jika ingin melakukan panjat tebing di Nglanggeran.

Lokasi dan Akses Gunung Nglanggeran

Gunung Nglanggeran terletak di Dusun Nglanggeran Lor, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Dari pusat kota Yogyakarta tempat ini bisa ditempuh antara 45 menit – 1 jam menggunakan kendaraan pribadi dengan rute Yogyakarta – Perempatan Ketandan (Perempatan Jl Wonosari Ringroad) – Jalan Wonosari – Piyungan – Bukit Bintang – Pertigaan Patuk (Radio GCD FM atau polsek) belok kiri – Ngoro-oro – Nglanggeran.

Kalau kamu menggunakan kendaraan umum kamu bisa naik bus jurusan Jogja – Wonosari dari Terminal Giwangan atau Perempatan Ketandan (Ringroad) dan turun di Polsek Patuk. Kemudian kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan naik ojek hingga basecamp Gunung Nglanggeran.

Harga Tiket

Domestik: Rp 7.000 (siang), Rp 9.000 (malam)
Mancanegara: Rp 15.000

Tempat Wisata dan Lokasi Asik di Sekitar Gunung Nglanggeran

  • Embung Nglanggeran
    Embung atau telaga buatan yang memiliki fungsi utama sebagai sarana pengairan kebun buah ini berjarak sekitar 1 km dari basecamp Gunung Nglanggeran. Lokasi embung ini cukup unik yaitu di puncak bukit yang dipotong. Dari tempat parkir kamu harus berjalan kaki mendaki puluhan anak tangga supaya tiba di tepi embung. Waktu terbaik untuk menikmati suasana embung adalah saat senja dimana sinar matahari membias di permukaan telaga. Saat cuaca cerah kamu bisa menikmati sunset dari tempat ini.
  • Desa Wisata Bobung
    Bobung merupakan sentra penghasil kerajinan topeng kayu di Yogyakarta. Di desa wisata ini kamu bisa menyaksikan proses pembuatan topeng kayu mulai dari pemilihan bahan, pemotongan kayu, pemahatan, hingga pengecatan. Selain topeng kayu di tempat ini juga diproduksi asbak, gantungan kunci, patung, sandal, perhiasan dan beragam kerajinan berbahan dasar kayu. Jika tertarik kamu pun bisa mengikuti paket wisata belajar membatik kayu.
  • Air Terjun Banyunibo
    Air terjun yang masih alami ini terletak di kawasan Desa Bobung. Untuk memudahkan pengunjung mencapai lokasi ini telah dibuat jalan setapak dengan panorama persawahan di kanan kirinya. Batu-batu besar yang berserakan di sekitar air terjun menjadi ciri khas dari Air Terjun Banyu Nibo.
  • Curug Gede
    Kalau kamu menggemari tantangan, Curug Gede adalah tempat yang layak untuk dikunjungi. Lokasinya yang tersembunyi dan akses yang tidak mudah menjadi tantangan yang harus ditaklukkan. Untuk mencapai air terjun setinggi 30 meter ini kamu harus melewati jembatan gantung dan berjalan kaki menuruni bukit. Tapi semua keletihan akan terbayar lunas dengan pemandangan indah dan kesegaran Curug Gede ini.
  • Bukit Bintang
    Lokasinya yang tepat berada di tepi jalan raya menjadikan Bukit Bintang selalu ramai dikunjungi wisatawan khususnya menjelang senja hingga malam hari. Dari tempat ini kamu bisa menyaksikan gemerlap lampu kota Jogja berlatar Merapi yang berdiri tegak. Sambil menikmati malam, kamu pun bisa menyesap secangkir kopi atau the hangat dari deretan warung yang ada di tempat ini.

Tips Berwisata ke Gunung Nglanggeran

  • Gunakan pakaian dan alas kaki nyaman supaya bisa bergerak dengan leluasa. Jika berkunjung siang hari, celana dan kaos serta sandal gunung atau sepatu keds adalah pilihan yang bijak untuk menelusuri Gunung Nglanggeran ini. Namun jika kamu berencana camping, pastikan membawa jaket. Sebab meski Gunung Nglanggeran merupakan gunung pendek, saat dini hari udara bisa berubah menjadi sangat dingin dan dipenuhi kabut.
  • Mendaki itu melelahkan dan cukup menguras energi. Karena itu pastikan kamu membawa bekal minuman dan makanan yang cukup sebab tidak ada yang berjualan di puncak.
  • Waktu paling tepat untuk mendaki Gunung Nglanggeran adalah pagi hari saat mentari belum tinggi atau sore hari ketika matahari mulai turun. Namun jika ingin mendapatkan sensasi pendakian yang berbeda kamu bisa datang di malam hari. Meski bertabur cahaya gemintang dan di beberapa titik telah dilengkapi dengan lampu, pastikan kamu membawa senter sebagai alat penerangan pribadi.
  • Jika membuat api unggun saat camping, pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Jangan lupa untuk membersihkan sampah yang ada dan membawa turun sampah yang tidak bisa terurai dalam tanah.
  • Jadilah wisatawan yang beretika dengan mematuhi peraturan yang ada di Gunung Nglanggeran. Ikuti trek yang benar, jangan membuang sampah sembarangan, dirikanlah tenda di camping ground, jaga tingkah laku dan ucapan, jangan melakukan aksi vandalisme!
Camping di Gunung Ngalnggeran
Banyak tempat yang bisa dijadikan camping ground di Gunung Nglanggeran ini, dari bawah sampai puncak gunung tersebut asik untuk di jadikan tempat untuk camping atau mendirikan tenda. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Trecking Gunung Nglanggeran
Pengunjung sedang melewati jembatan buatan yang sengaja di buat agar memudahkan akses trecking di Gunung Nglanggeran. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Pemanjat Tebing Gunung Nglanggeran
Pada jalur pemanjatan ini, jika datang musim hujan, sisi-sisi tebing yang sedang di panjat akan menjadi jalur air. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Scrambling di Gunung Nglanggeran
Jalan menuju puncak Gunung Nglanggeran tidak hanya satu saja. Jika kamu ke arah kanan setelah pendopo, kamu bisa mencoba jalur yang sedikit curam dan kamu harus scrambling untuk melewatinya. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Trecking di Gunung Nglanggeran
Pada jalur ini memang sedikit terjal dan diberikan tali sebagai pegangan jika kamu ingin mendaki atau menuruninya. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)
Sunset Gunung Nglanggeran
Sunset di salah satu sisi Gunung Nglanggeran. (Benedictus Oktaviantoro/Maioloo.com)

1 KOMENTAR

  1. Wah… wajib bagi petualang nih…

TINGGALKAN KOMENTAR YUK!

Please enter your comment!
Please enter your name here